7. Fact about her

203 15 0
                                        

Suara bel akhirnya berbunyi juga menandakan jam istirahat kedua. Tepat jatuh saat jam makan siang membuat beberapa murid akhirnya berlalu keluar kelas menuju kantin.

Begitu juga yang dilakukan Alsa. Gadis itu sangat terkejut ketika mengetahui hal-hal yang baru saja Audrey alami sepanjang hari ini. Begitu mendengar bahwa temannya itu sudah mendapatkan dua puluh lima point pelanggaran dalam sehari, ia lantas bertepuk tangan kagum sembari berkata, "Daebak!".

Namun, selain pelanggaran dan hukuman yang Audrey ceritakan pada dirinya, ada satu hal yang membuat ia benar-benar terkejut bukan main. Yaitu ketika Audrey yang terpeleset kemudian digendong menuju ke UKS. Dan fakta mengejutkan yang ia dapati adalah, orang yang membawa Audrey ke UKS sebenarnya adalah orang yang sama saat Audrey pingsan di club beberapa waktu yang lalu.

Sebetulnya, awal nya Alsa sempat hampir ingin memberitahu hal itu. Namun lagi-lagi ucapan lelaki itu yang berkata agar jangan bilang pada Audrey mengurungkan niatnya kembali. Karena Alsa benar-benar tak mau berurusan dengan cowok itu.

"Pantat lo udah ga kenapa-napa kan?" Alsa kini memastikan keadaan sahabatnya itu yang sedang asik menyantap bakso nya.

Audrey kemudian hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia tak peduli pada Alsa sekarang. Karena saat ini, urusan perut menjadi prioritasnya, apalag ditambah keinginannya yang sudah lama tak makan bakso murah dan sekarang ia telah mendapatkannya hanya dengan harga sepuluh ribu per porsi. Kapan lagi ya gak.

"Lo lahap banget Drey" ucap Alsa melihat Audrey yang sangat lahap menyantap bakso dengan rambut yang telah di cepol asal.

Audrey lagi-lagi mengangguk, "Wee gila, udah lama gak makan bakso gue parah gak si"

"Iya juga si, lo kan bopung." Ceplos Alsa yang membuat ia mendapatkan lemparan tempat tusuk gigi dari Audrey.

Setelah beberapa saat Audrey dan Alsa menyantap makanannya tanpa suara apa-apa lagi, tiba-tiba, suara yang sangat familiar ia dengar, memanggil namanya dari jauh.

"Ngapain si lo?!" ucap Audrey sarkatis ketika tahu yang memanggilnya adalah adik kelas sekaligus saudara tiri nya, Rachel.

Alsa yang melihat tak suka kehadiran Rachel di wajah Audrey yang menghampiri mereka pun mulai berusaha menenangkan gadis itu agar kelakukan bejat nya tak keluar. "Aku mau nanya kabar kamu. Katanya kamu abis dapet hukuman dari pak Anwar. Sekalian, aku mau kasih kamu ini" jelas Rachel sambil menyodorkan kotak makanan berisi brownies kesukaannya.

Jelas saja, melihat brownies itu lapar Audrey benar-benar kumat lagi dan minta diisi. Namun, ketika tahu siapa yang memberinya makanan itu, ia jadi tak selera terhadap borwnies kesukaannya. "Gue gak mau. Dan jangan pernah ikut campur urusan gue. Ngerti?!"

"Drey," Alsa mengingatkan sikon yang tak memungkinkan temannya itu untuk mengeluarkan bacotnya. Ia pun sebetulnya juga bingung. Karena, sejak kapan seorang Audrey menjadi bringas seperti ini.

"Yauda kalo gak mau buat gue aja" tiba-tiba, seseorang dari arah lain datang ikut menghampiri meja nya dan Alsa di kantin.

"Alif?" ucap Alsa dan Audrey bersamaan.

"Thanks Rachel. Gue terima ko kalo nyi ronggeng gak mau" timpalnya sembari menerima kotak yang disodorkan Rachel kepada Audrey kemudian memaksa Audrey untuk menggeser tempat duduknya karena ia ingin duduk.

"Sonoan kek bu, sempit gue" celetuk Alif sembari membuka tutup makanan itu dan tak lama Rachel pun pamit pergi walaupun dengan senyum kecewa.

***

"Dari tadi diem aja woyy" seseorang yang tiba-tiba duduk disampingnya itu jelas membuat ia seketika tersentak karena kaget.

"Lo udah tau gosip anak baru itu?" tanya Bagas, bertanya pada dirinya yang sontak menoleh pada lawan bicaranya itu.

WHO CARES? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang