Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

23. Worst Day

2.3K 255 70
                                        

👻👻👻

.

.

Makasih semuanya udah menunggu?😊
.

.

.

.

Cinta itu sayang...

Sayang itu kasih...

Kasih itu tulus...

Pengorbanan itu bonus...

Memaafkan itu ketegaran hati...

Sakit itu kekuatan...

Siapa bilang cinta itu hanyalah dua orang yang saling memadu kasih?

Siapa bilang cinta itu egois diri?

Cinta itu bukan untuk saling memiliki, tapi mempertahankan.

Siapapun yang mendefinisikan sebuah cinta hanya sebatas aku dirimu kau diriku itu dangkal. Tapi bagaimana harusnya aku untukmu dan kau untukku, untuk satu tujuan yang sama, bahagia.

Banyak orang tua bilang setelah pernikahan bukanlah tentang cinta. Tapi bagaimana kita bisa ada setiap pasangan membutuhkan. Hubungan seperti sebuah persahabatan sejati antara pria dan wanita, yang dibumbui dengan gejolak hasrat lebih tepatnya.

Tapi semua itu sulit bagi kami, ketika gue menyadari dunia kami yang sangat berbeda. Mungkin awalnya hanya gue yang harus berjuang lebih keras? Tapi dia ternyata lebih banyak menderita. Dan bahkan gue nggak tau.

***

"Buk, saya memohon untuk mengundurkan diri ngajar di sekolah ini." ucap gue berdiri membungkuk di hadapan kepala sekolah Taman Kanak-kanak tempat gue ngajar.

"Kenapa?"

Gue menegakkan kepala perlahan dan mulai menatapnya lekat-lekat. Aroma buku-buku yang telah gue hafal di ruangan ini membuat susana hati gue semakin sesak.

Gue menggeleng tiba-tiba. Matanya yang sipit karena tertutup lemak pipi mengernyit ke arah gue.

"Nggak Buk. Saya rasa kembalinya Bu Silva ngajar udah cukup membuat kegiatan KBM jadi kondusif.-"

"Sebenarnya guru bukan profesi yang sangat saya inginkan. Bukan karena gaji atau saya nggak cocok dengan guru-guru di sini, saya cuma ingin mencari profesi yang sesuai dengan passion saya.-"

"Saya sebenarnya juga nggak tega ninggalin anak-anak.-" gue mulai terisak dalam diam. Gue berhenti sejenak dan mulai mengusap kasar tetesan air mata gue.

"Mungkin, hidup saya akan sedikit agak rumit Buk setelah ini. Jadi mohon, pengertiannya!" gue menunduk kembali mengakhiri kalimat gue.

Dan permintaan pengunduran gue akhirnya diterima. Tentu dengan sedikit drama perpisahan dengan anak-anak. Gue udah terlanjur sayang sama mereka. Terlebih lagi pelukkan Ibu Kepsek yang ternyata menyayangkan kemunduran gue. Gue bahkan hanya tau dia sesosok yang cuek dan kadang pelit. Ternyata dia menyimpan perhatiannya juga untuk gue. Dia selama ini ngawasin gue dan menilai pekerjaan gue emang baik, cuma akhirnya gue memilih mundur. Gue nggak yakin akan kuat mengajar lebih lama lagi.

MY HUSBAND IS A VAMPIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang