Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

37. Fret Without You

1.6K 166 25
                                        

👻👻👻

.

.

.

Subtitle : "Resah Tanpamu"

.

.

.


Sean yang menunduk dan memalingkan wajahnya di depan gue membuat gue kaget. Reaksinya yang tiba-tiba itu sontak membuat gue ingin melonjak dari tempat duduk gue.

"KAAAKKKK!" teriak gue setelah itu. Gue berteriak kencang berkali-kali sampai Kak Irene muncul dari dalam kamarnya.

BRAK!

Pintu Kak Irene terbuka hingga membentur dinding. Gue melihat Kak Irene muncul dengan rambut singanya.

"KENAPA SIH LO?-" teriaknya marah. "teriak-teriak mulu? Gue belom selesai ngeringin rambut. Lo liat ini?" omelnya sebelum akhirnya menyadari kode tangan gue yang menunjuk-nunjuk keberadaan Sean di dekat gue.

Kak Irene sepertinya terkejut dan berjalan perlahan ke arah kami. Sean pun tak bergerak dari tempatnya.

"Tunggu.. Tunggu.. Tunggu..! Sean?-"

"Lo?" herannya.

Gue menggelengkan kepala berulang kali bahwa ini bukan ulah gue. Gue harap Kak Irene nggak berpikiran yang tidak-tidak karena dia terus melihat kami dengan tatapan curiga.

Kaki gue yang semula di bawah naik ke atas sofa untuk menghindar lebih jauh.

"Tenang Kak! Ini bukan apa-apa kok!"

Kali ini dia nunjuk ke arah gue.

"Apa sesuatu terjadi?" tanyanya dengan nada dan ekspresi yang serius.

"Nggak Kak! Beneran. Aku sama Sean nggak ada apa-apa kok. Tadi aku duduk di sini nungguin kakak dan...."

Gue jelasin sejelas-jelasnya. Gue takut dia salah sangka gue sama Sean berbuat hal-hal yang menyimpang. Tapi bukannya dia tambah baik tapi Kak Irene malah menyalahkan semua penjelasan gue.

"Bukan Alice! Maksud gue bukan itu. Gue tahu gerak-gerik kalian dari dalam. Cuma..-"

"Cuma?"

"Sean nggak bakal bereaksi lebih ke orang lain kayak gini kecuali sesuatu yang lain."

Kak Irene menarik kembali Sean dan mendudukkannya ke tempat semula. Ia menguncir rambut singanya asal rapi saja dan mulai melirik gue.

Ia duduk di sebelah gue jauh dari Sean sehingga posisi gue sekarang jadi yang di tengah.

Gue baru sadar posisi gue masih meringkuk di atas sofa dan gue pun menurunkan kaki gue hingga benar posisi gue duduk.

Kak Irene yang terus mengawasi kami membuat suasana canggung.

"Kalian serius nggak melakukan apapun?"

Ya Tuhan! Gue kira Kak Irene nggak bakal bahas itu?

"Nggak mungkin Kak! Aku masih cinta kok sama Mas Yilay."

"Gue nggak tanya hal itu Alice!"

Hah, trus?

"Sean terus natap kamu. Gue yakin ini bukan waktunya Vampir makan darah bayi vampir."

"HAHHH! Serius?" kaget gue langsung mendelik dari sosok Sean.

"Serius. Apa gue keliatan bohong?" aku Kak Irene yang membuat gue beranjak dan pindah tempat duduk di sisi Kak Irene.

MY HUSBAND IS A VAMPIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang