Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

4. Destiny

3.9K 413 163
                                        

👻👻👻

.

.

.

.

.


Keesokkan hari setelah Yilay nginep di kamar gue, dia pergi. Entah apa maksudnya dia tiba-tiba ngilang. Awalnya gue pikir cuma mimpi, tapi Yilay meninggalkan bekas di samping bantal gue dengan setangkai bunga Chrysant. Yang bentuk kelopaknya kecil-kecil membundar kayak matahari itu. Wanginya khas dan lembut ketika gue menciumnya. Katanya Chrysant putih yang hanya setangkai ini artinya seseorang menyerahkan cintanya hanya pada kekasihnya.

Atau lebih tepatnya adalah tanda 'kesetiaan'.

Atau lebih tepatnya adalah tanda 'kesetiaan'

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan dengan begini gue jadi males bangun. Gue pengen bobok-bobokan aja di sini. Gue pengen sekali bolos kuliah. Tapi mengingat pagi ini gue masih punya jadwal kerja part time, gue jadi mengurungkan niat gue buat bolos.

Okelah gue bangun sekarang. Gue harus semangat!

***

Jadilah sekarang gue pengangguran sejati. Seminggu yang lalu gue udah mengajukan surat resign gue ke toko minimarket. Juga hampir seminggu ini gue sibuk ngurus pencabutan gue dari kampus. Tentu dengan banyak pertimbangan dari gue. Bahkan gue sama nenek gue sampe buat drama debat hingga gue ngambeg selama 26 jam. Katanya gue harus selesaiin kuliah. Tapi gue ngotot pengen kerja dan gue menang.

Tanah kebun belakang juga dijual demi modal gue. Kalau gini kan gue tambah sayang sama nenek gue. Walaupun mengorbankan usaha kakek gue buat memiliki tanah itu. Tapi daripada terbengkalai nggak jelas mending dijual. Gue nggak ada passion buat berkebun, apalagi bersawah.

Yilay...

Dia sekarang udah balik main ke rumah setiap hari. Gue tambah seneng.

Tapi ada sedikit cerita waktu nenek gue tahu gue kenal sama Yilay. Udah lama gue kenal tapi dengan nenek belum. Mereka bahkan belum pernah gue temuin secara official.

Jadi waktu itu sore-sore nenek seperti biasa di teras sambil rajut-rajut, sedang gue lagi nyiram tanaman depan rumah. Gue nggak sengaja liat Yilay berdiri di samping tembok rumah gue. Jari telunjuknya ia tempel di bibir kayak ngasih kode bahwa gue harus diam. Setelah gue ngangguk dia lambai-lambai tangannya buat gue dateng padanya. Heran sih tapi gue nurut aja. Mungkin dia pengen ngasih gue sesuatu.

"Kenapa?" tanya gue selepas hadir di depannya. Dia masih dengan enaknya bersandar di tembok rumah sambil cengar-cengir mandangin gue. Nggak lama dia ngeluarin sesuatu dari kantong jaketnya. Dia nyibak rambut yang nutupin pipi gue terus diselipin di belakang telinga. Dia nyematin bunga chrysant di telinga gue. Sumpah muka gue udah nggak bisa dikondisikan lagi. Merahnya sampe mau meledak.

MY HUSBAND IS A VAMPIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang