Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

50. A Doubtful Ending

651 47 10
                                        

💕💕💕

.

.

.

.

.

"Aku bahagia, akhirnya kau mengingatku."

Aku masih mengusap punggung kekarnya. Seperti aku sudah lama tidak menyentuhnya, rindu sekali.

Mas Yilay melepaskan pelukanku dari tubuhnya dan melihatku. Aku pun tersenyum padanya, seakan tanpa saringan ekspresi wajahku. Aku senang, aku malu, dan aku merasa lega.

"Aku masih tidak paham. Kenapa panggilan itu mengarah padamu?"

Sepenggal kalimat yang diucapkannya seakan menyirnakan senyumanku.

Apa maksudnya dia tidak tahu mengapa dia menolongku?

Apa dia hanya asal menolong saja?

Tapi...

Dia mengangkat pergelangan tanganku mencengkeramnya. Sedikit takut aku jika dia tiba-tiba saja menyakitiku.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

"Iya." sahutku dengan tenggorokan yang sudah kering.

"Aneh." Tiba-tiba dia memalingkan wajah dan menjatuhkan tanganku.

"Kita sudah suam..."

"Aneh aku tidak tertarik dengan darahmu. Tapi aromamu terasa tidak asing di hidungku. Seharusnya aku memangsamu dan meminum darahmu."

Dia memasang seringaian tajam di ujung bibirnya.

"Tapi, bagaimana kau bisa tahu aku di sini?"

Dia menolehkan wajahnya ke arahku, membuatku gugup saja. Dia terlihat berpikir.

Aku menelan ludahku ketika berada sedekat ini dengan pria yang sudah kucintai selama 6 tahun belakangan ini. Kontur wajahnya bahkan tidak berubah sama sekali.

"Aku tidak tahu." jawabnya lalu memicing ke arahku, membuat hatiku bertambah gusar.

Sebenarnya dia sadar atau tidak dengan keberadaanku di sini sekarang?

"Bangunlah!"

Dia memerintahku sambil bangkit berdiri dan meninggalkanku menuju kudanya.

Tubuhku yang terjungkal saat jatuh dari genggaman monster tadi sedikit terluka. Mungkin beberapa sendiku juga sakit.

"Ahh!"

"Ada apa lagi?"

Nadanya terdengar kesal. Tapi kenyataannya aku memang sedang sakit dan lemah.

Aku menunduk dan tidak berani memandangnya sambil berusaha untuk bangun seperti perintahnya. Namun sepertinya usahaku percuma.

Mas Yilay berjongkok dan dia mulai membobongku bak seorang pahlawan. Bagaimana aku bisa melupakan sikap manisnya ini? Walaupun dia belum mengingatku, setidaknya perilaku manisnya tidak pernah berubah. Aku seperti jatuh cinta padanya lagi.

MY HUSBAND IS A VAMPIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang