Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

31. Mysterious Woman

1.6K 175 99
                                        

👻👻👻

.

.

.

.

.

.

Gue mendekati wanita bermantel tebal yang berambut kuncir kuda itu dari belakang. Sekilas hati gue serasa dekat dengannya. Gue seperti mengenali siluet tubuhnya walaupun gue nggak terlalu yakin akan itu.

Dia tampak tenang berjongkok di sana sambil memegangi nisan Kakek. Lamat-lamat gue mendengar suara isak tangis.

Kenapa dia menangis?

Gue merasa pilu mendengarnya.

Perlahan gue meraih pundaknya untuk menyapanya. Hanya untuk memastikan, apakah dugaan gue benar atau enggak?

"Alice!"

Tubuh gue tercekat seketika saat punggung gue dicengkeram oleh seseorang.

"Mas?" tanpa basa-basi gue mengurai tangan itu menyingkir dari pundak gue. Mengisyaratkan bahwa gue nggak pengen diganggu untuk urusan ini. Lantas dia mengekor di belakang gue.

"Pe.. permisi?"

Angin menyapu wajah gue saat sosok itu memalingkan wajah ke arah gue. Tangan gue bergetar dan dada gue membuncah dengan hebohnya.

Bukankah ini mukjizat?

Rangkaian bunga di tangan gue jatuh sekeketika saat otot-otot dan pikiran gue tak bersenada lagi.

"Ma... ma?" lirih gue gagu.

Lebih dari 15 tahun, akhirnya. Bahkan keriput halus di wajahnya tak membuat gue lupa dengan sosoknya.

"MAMA!?" raih gue langsung memeluknya.

Gue mencoba untuk mengulang kenangan-kenangan masa kecil gue saat bersamanya. Tawa, ketegangan, dan tangisan manja gue tampak jelas sekarang.

Gue inget selalu merengek saat menjelang tidur agar beliau menceritakan kisah-kisah dongeng yang indah.

"Alice kangen Mama!" ucap gue dengen bibir yang bergetar hebat. Gue menahan tangis saat ini.

Rasa rindu tak tertahankan selama belasan tahun ini pecah begitu saja. Gue tahu, gue emang cengeng. Tapi apakah tidak lumrah jika seorang anak merindukan ibunya?

"Mama kemana aja? Kenapa nggak pernah nengokin Alice sama Nenek?" tanya gue layaknya anak kecil. Gue nggak bisa membendung rasa bahagia plus haru ini untuk sesaat saja.

"Ma? Mama mampir ke rumah yuk! Mama kapan datengnya? Pasti capek? Istirahat dulu, Alice siapin kamar buat Mama. Ada buanyak banget yang mau Alice ceritain sama Mama. Yah... Yah...!" rengek gue sambil meremas dan menarik-narik tangan hangatnya.

Tanpa sadar gue sangat antusias untuk menyambut Mama. Walau sebenarnya gue banyak menyimpan rasa kecewa yang mendalam selama ditinggal olehnya. Tapi hanya dengan kehadirannya saat ini, gue merasa semua perasaan itu lebur dengan sendirinya.

Gue senang. Gue bahagia. Gue nggak bisa mengatakannya dengan istilah lain untuk menggambarkan perasaan gue sekarang ini.

Mata gue berbinar-binar menunggu respon darinya yang tampak bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.

"Ayo Ma!?" ajak gue meyakinkan.

Seketika gue tampak mengabaikan tujuan awal gue datang ke sini. Tapi mengunjungi Nenek bisa lain hari, namun Mama? Gue nggak yakin akan bisa menemuinya seperti ini lagi.

MY HUSBAND IS A VAMPIRECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang