"Om Jae? Om Jae ngapain ke sekolah?" tanya Tan saat ia melihat Jaehwan di gerbang sekolahnya.
"Menjemputmu, ayo masuk ke mobil."
"Ha?"
"Menjemputmu, Lee Tan, ayo masuk ke mobilku."
Tan masih terdiam di tempatnya, ia tak percaya dengan adanya Jaehwan di depannya ini, sudah satu bulan mereka tak saling bertemu, dan tanpa Tan sadari, selama satu bulan ini Jaehwan mencari cara dan mengumpulkan keberanian untuk mendekati gadis SMA pujaan hatinya ini, ia juga terus mengikuti gadisnya hingga pekerjaannya terbengkalai, beruntung Jaehwan memiliki sekretaris yang bisa dihandalkan.
"Ayo."
"T-tapi,"
Jaehwan menarik tangan Tan dengan lembut dan menuntunnya untuk masuk ke mobil Jaehwan.
"Pakai sabuk pengamanmu."
"H-huh?"
Jaehwan tersenyum pada Tan dan memakaikan sabuk pengaman Tan.
"Aku tau kau pasti kaget melihatku, aku akan menjelaskannya padamu, tapi setelah kita makan, kau pasti lapar kan?" ucap Jaehwan lalu melajukan mobilnya ke arah restoran ternama miliknya.
"Om, kita jangan kesini, cari tempat lain aja yuk." rengek Tan.
"Kenapa memangnya?"
"Pasti makanan disini mahal-mahal, aku nggak punya uang, om."
Saat ini Tan bahkan tak sadar sedang memeluk tangan Jaehwan dan menggoyang-goyangkannya hanya agar Jaehwan luluh untuk tidak makan di tempat mahal ini. Jaehwan tertawa kecil.
"Lee Tan, tempat ini milikku, kau tak perlu membayar untuk makan disini, sayang. Meskipun tempat ini hukan milikku pun, aku yang akan membayarnya."
Pipi Tan memerah saat Jaehwan memanggilnya dengan sebutan itu. Sedangkan Jaehwan juga tak kalah malu karena keceplosan memanggil Tan dengan sebutan sayang.
"A-itu, lupakan saja, oke? Sekarang kita makan dulu."
Jaehwan berjalan menuju salah satu meja diikuti Lee Tan, dan Jaehwan segera memesan makanan terbaik yang dimiliki restorannya ini.
"Apa kau suka makanannya?" tanya Jae sembari memandang Tan yang sedang lahap memakan steak nya.
Tan hanya mengangguk. Jaehwan tersenyum melihat jawaban calon kekasihnya yang mengabaikannya demi makanan.
Setelah selesai makan, Jaehwan mengajak Tan untuk berjalan-jalan di taman kota, tempat itu tidak terlalu ramai, cocok dijadikan tempat berbicara serius.
"Lee Tan."
"Hm?"
Tan menghentikan langkahnya saat Jaehwan memanggil namanya. Tan menatap tangan Jaehwan yang kini sedang menggenggam tangan Tan dan mengelusnya.
"Aku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu."
"Ha?!"
Jaehwan tertawa melihat ekspresi kaget Tan yang menggemaskan, ia ingin mencium Tan sekarang juga.
"Aku tau, aku terlalu cepat, bahkan tak ada pendekatan yang aku lakukan, tapi aku serius, Lee Tan. Sejak kejadian di mall itu, aku selalu mengikutimu selama satu bulan ini, aku sempat berpikir untuk melupakan perasaanku karena khawatir kau tak bisa menerimaku karena umurku yang tak lagi muda, aku 29 tahun dan kau baru 18 tahun. Tapi semakin aku melupakanmu, aku justru semakin mencintaimu."
"T-terus, o-om mau gimana?"
"Hm?"
"A-ahh, nggak jadi dehh, lupain aja om."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posessive Jaehwan
FanfictionPosesif dan mesum, itulah Kim Jaehwan. Started : 22 Januari 2018 Finished : 9 Agustus 2018
