"Aku datang,"
Tan berlari menuju pintu apartemennya saat Jaehwan datang. Ia mengambil tas kerja Jaehwan dan menaruhnya di sofa, biasanya Tan akan segera menaruhnya di meja kerja Jaehwan, namun Tan merasa bahwa Jaehwan berbeda saat ini, kekasihnya itu terlihat lelah dengan mata sayunya. Ia kembali menghampiri Jaehwan dan membantunya melepas jas kerja.
"Mas, mau nginep?"
Jaehwan mengangguk.
"Boleh kan?"
"Boleh, sayang. Tapi jangan macem-macem ya,"
Tan menangkup pipi Jaehwan lalu mencium bibir Jaehwan.
"Pasti belum makan, aku masakin makan malem ya?"
"Mau peluk dulu," lirih Jaehwan.
"Sini,"
Jaehwan memeluk Tan dengan erat, mencium aroma gadis itu sebanyak-banyaknya.
"Mas kenapa? Hm?" tanya Tan sembari mengelus punggung Jaehwan.
"Terlihat jelas ya kalau aku sedang tidak baik-baik saja?"
Tan melepas pelukan Jaehwan lalu mengangguk menatap kekasihnya.
"Mas mandi dulu ya? Nanti baru cerita,"
Jaehwan menurut pada Tan. Setelah Jaehwan pergi mandi, Tan segera menuju dapur untuk memasak makan malam.
Ditengah kesibukannya memasak, Tan dikejutkan dengan kedua tangan yang melingkari pinggangnya tiba-tiba.
"Kaget ya? Maaf," ucap Jaehwan, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Tan sesekali mengecup leher gadisnya itu.
"Duduk, sayang. Makanannya udah jadi nih,"
Tan menghidangkan kimbap kesukaan Jaehwan dan disambut oleh mata berbinar pria yang kini tengah duduk menatap lapar makanan di hadapannya.
"Makan yang banyak,"
Jaehwan memakan makanan yang dimasak kekasihnya dengan lahap membuat Tan gemas pada pipi Jaehwan yang menggembung lucu saat Jaehwan mengunyah.
"Laper banget ya bayinya accu,"
Jaehwan melirik Tan tidak terima.
"Aku bukan bayi,"
"Bayi,"
"Perlu aku buktikan kalau aku pria dewasa?" ucap Jaehwan dengan sorot mata tajam.
"Hehe, iya iyaa, sayangku ini pria dewasa kok,"
Tan tak berhenti mencubiti pipi Jaehwan, Jaehwan sendiri juga tak merasa terganggu dengan cubitan lembut gadisnya.
"Habis ini langsung tidur, mas capek kan? Aku kelonin ya,"
Jaehwan mengangguk dan dengan cepat menghabiskan makanannya.
"Aku tunggu di kamar, sayang." ucap Jaehwan lalu mencium kening Tan.
Tan membereskan meja makan, lalu mencuci bekas peralatan memasaknya dan juga alat makan yang tadi digunakan Jaehwan, tak lupa ia juga meletakkan tas kerja Jaehwan di ruang kerjanya, dan yang terakhir mematikan lampu.
Saat memasuki kamarnya, ia melihat Jaehwan berbaring dengan mata terpejam. Tan ikut berbaring di sebelah Jaehwan dan memindahkan tangan Jaehwan untuk memeluk pinggangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Posessive Jaehwan
FanfictionPosesif dan mesum, itulah Kim Jaehwan. Started : 22 Januari 2018 Finished : 9 Agustus 2018
