Flashback (6)

7.9K 503 86
                                        

"Om, jangan mainin hape mulu dong! Niat ngajakin jalan nggak sih?!" omel Tan.

Jaehwan terkejut melihat kekasihnya yang biasanya menggemaskan kini berubah menjadi garang. Mereka berada di pasar malam sekarang, Tan yang meminta Jaehwan untuk jalan-jalan di sini daripada di mall, belum ada tiga menit Jaehwan membuka ponsel untuk memastikan berkas kiriman sekretarisnya, itupun sembari Jaehwan menunggu Tan menentukan ia ingin naik wahana apa, namun Tan bersikap seolah Jaehwan terus-menerus bermain ponsel dan mengabaikannya.

"I-iya maaf, tadi aku hanya mengecek email dari sekretarisku, sayang." ucap Jaehwan lembut.

"Jadi Om Jae lebih mentingin kerjaan daripada aku?" lirih Tan mendramatisir keadaan.

"Bukan, bukan begitu-"

"Trus apa?!"

Jaehwan meraih kedua tangan Tan setelah ia meletakan ponsel mahalnya di saku celana.

"Sayang,-"

"Tau ah!"

Tan berjalan mendahului Jaehwan yang masih menganga melihat gadisnya ngambek. Jaehwan melihat noda merah di rok pink yang Tan pakai, sekarang ia tahu mengapa gadisnya berubah menjadi macan.

Jaehwan mengejar kekasihnya, ia menahan tangan Tan lalu melepaskan jaketnya yang ia beli di Los Angeles seharga 69 miliar lalu memasangkannya di pinggang Tan. Hati Tan berdegup kencang sampai hampir copot rasanya saat Jaehwan seolah memeluknya dari belakang untuk memasang jaket. Jaehwan membalikkan tubuh Tan agar menghadapnya.

"Ada noda merah di rokmu, jadi ini alasanmu marah-marah dari tadi? Hm?" tanya Jaehwan lembut sembari mengelus rambut kekasihnya itu.

Pipi Tan merona mendengar Jaehwan berbicara selembut ini padahal sudah ia bentak-bentak tadi. Ia juga malu karena ia bocor saat memakai rok warna pink yang membuat nodanya pasti terlihat jelas oleh Jaehwan. Tan hanya menunduk malu.

"Mau pulang?"

Tan menggeleng.

"Masih pengen main,"

"Sini sama om," ucap Jaehwan menyeringai.

"Mesum!"

Tan memukul lengan Jaehwan lalu berjalan menuju bianglala.

"Mau naik ini, sayang?"

Tan mengangguk antusias, ia tak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari bianglala yang sangat indah menurutnya.

Jaehwan segera membeli tiket untuknya dan kekasihnya, Tan langsung memeluk lengan kiri Jaehwan saat ia tahu bahwa Jaehwan menuruti keinginannya untuk naik bianglala, Tan menganggap bahwa skinship adalah balasan yang tepat untuk apa yang telah Jaehwan berikan padanya selama ini karena ia tak punya uang untuk menggantinya.

Tan tak berhenti mengagumi pemandangan malam kota Seoul dari atas bianglala, Jaehwan ikut senang melihat gadisnya ini bahagia, ia terus memandang Tan berharap kekasihnya dapat terus tersenyum seperti sekarang ini saat bersamanya.

"Lee Tan," panggil Jaehwan.

"Hm?"

"Tatap aku,"

Tan mengalihkan pandangannya dari kelap-kelip Seoul. Ia menatap mata Jaehwan yang menyorotkan ketulusan.

"Aku mencintaimu, sangat," ucap Jaehwan.

Tan berdiri dari duduknya yang semula bersebrangan dengan Jaehwan lalu duduk di samping Jaehwan. Ia meraih tangan Jaehwan dan menggenggamnya erat.

"Om berhasil,"

"Hm?"

"Om berhasil buat aku jatuh sama om, aku juga cinta sama Om jae," ucap Tan tersenyum pada Jaehwan.

My Posessive JaehwanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang