Usai menjalankan pesta ulang tahunnya Hyeseong kini pulang ke rumah. Dia yang capek karena berdiri dengan heels selama beberapa jam langsung beristirahat di kamarnya. Hyeseong lelah apalagi mengingat kalau cowok yang dia suka ternyata diam-diam sudah punya "pacar" dan menyimpan rahasia soal mantannya yang ternyata teman baiknya di SMA.
tok..tok..tok..
"Kak?" panggil seseorang dari luar.
Hyeseong yang memang dipanggil "kakak" saat di rumah pun menyaut ketika mendengar ayah tirinya memanggil dari luar kamar.
"Masuk yah!" seru Hyeseong.
.
Pintu pun kini terbuka. Hyeseong lihat dari tempatnya bahwa sang ayah membawa baskom kecil menuju ke arahnya lalu begitu sampai ayah meletakan baskom itu di bawah––dekat kaki Hyeseong.
"Capek ya? Coba direndam dulu kakinya," kata ayah.
"O..oh makasih yah," balas Hyeseong kikuk karena tidak menyangka akan diperhatikan oleh ayah tirinya.
"Gak masalah, ibu kamu juga kalo kecapekan habis pulang kantor sering ngerendam kakinya kok."
Mendengar ucapan sang ayah Hyeseong pun tersenyum tipis. Walaupun pada awalnya dia sulit menerima kehadiran suami baru ibunya tapi lama kelamaan Hyeseong merasa senang karena ayah tirinya adalah sosok yang baik dan perhatian. Ayah tirinya memperlakukan dia dengan sangat baik dan juga selalu mencoba untuk mengerti kelakuan adiknya yang badung walaupun Taeson sering kali melawan si ayah.
.
Di saat Hyeseong merendam kakinya dengan air hangat yang diambilkan oleh ayahnya, Hyeseong pun tak lupa mengucapkan terima kasih untuk pestanya. Kalau bukan karena rencana ayahnya Hyeseong tidak akan pernah mengadakan pesta ulang tahun diumurnya yang ke-18 tahun.
"Yah makasih ya untuk pestanya," kata Hyeseong.
"Sama-sama. Kakak senang gak?"
Hyeseong menganggukan kepalanya penuh semangat, "Senang banget!"
"Teman kamu banyak yang datang ya tadi," balas si ayah.
Hyeseong kembali mengangguk, "Iya. Kirain mereka gak mau datang,"
"Oh ya ayah boleh nanya gak kak?"
Saat mendengar ayahnya hendak bertanya kepadanya Hyeseong langsung memusatkan perhariannya kepada si ayah yang duduk di sebelahnya.
"Apa yah?" tanya Hyeseong penasaran.
"Kakak punya teman yang namanya Jibeom?" tanya ayah berhati-hati.
Saat si ayah menyebutkan nama Jibeom, Hyeseong pun mengerutkan keningnya. Dia bingung dari mana si ayah tahu kalau dia punya teman yang namanya Jibeom?
"Dia temannya temanku. Kenapa yah?" tanya Hyeseong.
"Kamu punya nomor handphonenya?" ujar si ayah.
Yang Hyeseong menggaruk kepalanya karena bingung. Dia tidak terlalu mengenal Jibeom selain dari fakta dia temannya Bong Jaehyun. Jadi mana mungkin dia menyimpan kontak Kim Jibeom?
"Gak punya yah. Ayah kenal sama Jibeom?"
"Hmmm itu.. Ayah kenal makanya ayah nanya nomor dia ke kamu. Bisa tolong cariin nomornya Jibeom gak kak?" mohon ayah.
Hyeseong berpikir keras bagaimana bisa mendapatkan nomor Jibeom. Saat ini dia dan Jaehyun lagi berkelahi jadi bagaimana mungkin dia tiba-tiba menanyakan nomor Jibeom ke Jaehyun?
"Nanti kakak tanyain ya, yah." janji Hyeseong.
"Makasih ya kak," kata ayah bersyukur.
Hyeseong pun tersenyum, "Sama-sama yah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
FanfictionJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
