⚠️ Untuk pada readers, part ini mengandung unsur yang bisa menganggu kalian bagi kalian yang ketrigger dengan hal seperti violence and sexual harassment. Jadi bijaklah dalam membaca!⚠️
•••••
Sudah beberapa hari ini Joochan terlalu banyak berpikir yang membuat kesehariannya berubah total. Dia yang biasa banyak bicara kini lebih berdiam diri walaupun ia berada di tengah keramaian. Sama halnya seperti malam ini, Joochan bersama teman-temannya berada di kontrakan Yongha yang menjadi basecamp anak-anak untuk ngumpul. Di saat yang lain sibuk bermain gaplek, mabuk-mabukan, atau pun asik bermain game Joochan lebih memilih menyudut di sudut ruangan. Sebenarnya malam ini dia tidak ada mood untuk keluar rumah namun karena paksaan Hyungseob mau tak mau Joochan pun ikut berkumpul dengan anak-anak.
.
"Lo gue perhatiin dari kemarin diam mulu. Ada masalah apa?"
Hyungseob yang sadar kalau Joochan bersikap abnormal menemani laki-laki itu duduk di sudut ruangan. Joochan yang enggan menceritakan masalahnya hanya bisa tersenyum pahit lalu mengalihkan pembicaraan agar Hyungseob tidak bertanya tentang dirinya.
"Lo gak main? Bukannya anak-anak lagi taruhan?" tanya Joochan mengganti topik pembicaraan.
"Gak asik. Betting-nya payah!" jawab Hyungseob.
Namun ia yang masih penasaran dengan apa yang ada dipikiran Joochan mengembalikan pembicaraan ke semula.
"Lo kenapa? Cerita kalo ada masalah mana tau gue bisa bantu!" celetuk Hyungseob.
"Bukan masalah sih.." gumam Joochan.
"Jadi?"
Hong Joochan menghela napas panjang karena berat hati menceritakan apa yang membuatnya murung akhir-akhir ini. Sebenarnya sikapnya yang aneh ini dikarenakan dirinya kepikiran dengan ketiga temannya. Dia terlalu berlebihan memikirkan persahabatannya yang renggang entah sejak kapan Joochan tak tahu.
"Gue kepikiran anak-anak aja," lirih Joochan.
"Ngapain mikirin anak-anak? Tuh mereka asik semua!"
Hyungseob menunjuk semua temannya yang berkumpul di ruang tengah tanpa furniture ini karena memang rumah ini disewa hanya untuk tempat kumpul saja. Karena yang Joochan maksud bukan mereka dia pun menggelengkan kepala lalu memberikan petunjuk siapa yang dia maksud.
"Bukan, tapi mereka bertiga.." ujar Joochan.
"Ah..."
Menyadari siapa yang Joochan maksud Hyungseob pun membulatkan mulutnya. Sambil membuka kaleng bir yang sejak tadi ia bawa bersamanya Hyungseob pun menanggapi kembali omongan Joochan.
"Yang dua kemakan omongan Donghyun?" tanya Hyungseob.
Karena selalu bersama dengan Joochan di kampus Hyungseob tahu bagaimana perang dingin yang terjadi di antara Joochan dan Donghyun. Tapi untuk Jibeom dan Jaehyun, Hyungseob tidak pernah dengar apa-apa dari Joochan.
"Entahlah.." gumam Joochan yang tidak bisa menyimpulkan.
"Teman-teman lo tuh egois gak sih, Chan? Salut gue lo bisa temanan sama mereka dari SMA," celetuk Hyungseob.
"Egois? Maksud lo?"
"Gini ya..."
Sebelum menerangkan apa maksudnya dari Joochan, Hyungseob meneguk bir itu agar tenggorokannya tak kering untuk bercerita. Usai ia meneguk minuman tersebut beberapa kali, Hyungseob merangkul Joochan lalu berbicara dengan jarak yang sangat dekat sampai-sampai Joochan dapat mencium bau alkohol dari mulut Hyungseob.
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
FanfictionJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
