43. Tepi Dermaga

492 64 4
                                        

Di rumah Hyeseong tidak ada. Ibunya mengatakan bahwa Hyeseong biasanya duduk di dermaga yang dekat dari rumah neneknya. Setelah diberitahu di mana letak dermaga itu Jibeom pun langsung menuju ke sana untuk menyusul saudara tirinya. Dan sesuai seperti yang telah disampaikan oleh ibunya, ia melihat dari jauh bahwa Hyeseong lagi duduk seorang diri di dermaga. Kim Jibeom lantas mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri Yang Hyeseong.

.

"Ditegur dedemit baru tau rasa!"

Hyeseong yang mendengar suara seseorang menegurnya terkejut. Ia menoleh ke samping dan mendapati Jibeom tengah menempatkan dirinya untuk duduk di sampingnya.

"Bikin orang kaget aja!" tegur Hyeseong.

"Siapa suruh duduk sendirian di sini?" balas Jibeom.

"Hmmm..."

Malas memperdebatkan hal tak penting, Hyeseong hanya bisa bergumam. Sedangkan Jibeom yang memiliki tujuan utama untuk menghampiri Hyeseong langsung menyampaikan tujuan itu kepada Hyeseong.

"Disuruh Jaehyun angkat telpon," ucap Jibeom.

"I..iya..." gumam gadis itu.

"Lagi berantem?" tanya Jibeom penasaran.

Yang Hyeseong langsung menggelengkan kepalanya, "Gak kok emang tadi gak main hp aja karena gak ada sinyal," ucap gadis itu beralibi.

"Oh.."

.

Walaupun pesan dari Jaehyun telah dia sampaikan kepada Hyeseong, Jibeom tetap berada di dermaga bersama gadis itu. Mereka duduk dalam diam sembari memandangi kunang-kunang yang ada dipinggiran dermaga. Karena perkampungan ini sangat sepi, suasana malam menjadi terasa sunyi. Suasana seperti ini lah yang sangat cocok dijadikan momen untuk berbicara dari hati ke hati.

"Seong?"

"Hm?"

"Makasih banyak, ya!"

Ucapan Jibeom barusan membuat Hyeseong yang tadinya memandang ke depan langsung menoleh ke sampingnya. Ia mengerutkan keningnya heran karena tidak mengerti kenapa Jibeom tiba-tiba mengucapkan terima kasih kepadanya.

"Untuk apa?" tanya Hyeseong.

"Untuk semuanya. Aku juga minta maaf kalo punya salah," jawab Jibeom yang semakin membingungkan Hyeseong.

"Minta maaf untuk apa? Salah apa? Aku bingung," balas Hyeseong terheran-heran.

"Aku minta maaf karena di awal kita kenal pernah marahin dan bentak kamu. Aku belum pernah minta maaf untuk itu,"

Ucapan maaf yang diucapkan oleh Jibeom mengenai kejadian di mana dia pernah membentaknya saat Hyeseong mendatanginya untuk menanyakan nomor teleponnya. Jibeom menyadari bahwa dia belum pernah meminta maaf atas perlakuan arogannya kepada Hyeseong. Padahal saat itu Hyeseong tidak tahu apa-apa namun dia melampiaskan kemarahannya kepada gadis itu.

"Oh.. aku bahkan sudah lupa, mas." jawab Hyeseong dengan santainya. "Terus makasihnya untuk apa?"

"Terima kasih sudah muncul di kehidupan aku?" jawab Jibeom yang sedikit ragu dengan pemilihan katanya.

"Eh?"

Sontak saja Hyeseong kaget karena ucapan Jibeom barusan begitu mendramatisir. Jika Jibeom bukan saudara tirinya, bisa jadi dia berpikiran yang bukan-bukan.

"Astaga, kalo cewe lain dengar kaya gini bisa jadi salah paham kan ya?" rutuk Jibeom pada dirinya sendiri. "Maksudku berkat kamu aku bisa ketemu lagi dengan ayah dan nenek, Seong. Aku dari tadi banyak mikirin itu.."

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang