Entah sudah berapa menit sejak Donghyun mengamati Joochan secara diam-diam dari lantai dua. Dilihatnya dari atas Hong Joochan sedang berkumpul dengan teman-temannya di lapak pedagang yang memang biasa dipenuhi oleh anak-anak tongkrongan kampus. Donghyun sebenarnya enggan menganggu waktu Joochan yang terlihat bahagia bersama mereka namun karena dia harus membicarakan soal uang Jaehyun secara langsung mau tak mau Donghyun pun menghubungi Joochan via telepon. Dan dari bawah sana Hong Joochan mengangkat panggilan Donghyun tanpa berpikir panjang.
"Halo Dung?"
"Bisa temuin gue taman LPTIK?"
"Hah? Ngapain, Dung?
"Ada yang mau gue omongin. Penting!"
"Oke gue ke sana sekarang,"
Setelah mendengar kesepakatan Joochan dan melihat sohibnya berniat untuk pergi menemuinya langsung Donghyun pun turun dari lantai 2 untuk segera menuju ke taman LPTIK seperti perkataannya
.
"Dung! Ngapain jauh amat ngajak ngomong di sini?"
Tak lama setelah dia lebih dahulu sampai Joochan datang dan bersikap seperti biasanya. Ia tersenyum girang lalu duduk di hadapan Donghyun yang masih memasang tampang batu di hadapan Hong Joochan. Bisa-bisanya Joochan bersikap seperti tidak ada masalah padahal ada banyak hal yang membuat Donghyun geram kepadanya, batin pemuda itu.
"Ngomongi apa sih?" tanya Joochan lagi.
"To the point aja ya. Ngapain lo minjem duit 6 juta ke Jaehyun?" celetuk Donghyun.
Pertanyaan Donghyun sukses membuat Joochan tercengang. Ternyata jauh-jauh Donghyun menyuruhnya datang ke sini karena ingin membicarakan soal hutang. Joochan yang tak menyangka kalau Jaehyun sudah memberitahu Donghyun tentang permasalahan ini menghela napas panjang lalu ia pun memberikan sebuah jawaban kepada Kim Donghyun.
"Ya gue butuh. Jaehyun sudah cerita semuanya ke lo?" tanya balik Joochan.
"Soal lo minjem duit 6 juta ke Jaehyun pake alasan masalah nyokap lo? Udah, Jaehyun dah cerita. Kalo menurut lo bisa ngebegoin Jaehyun dengan cerita lo, lo gabisa nipu gue, chan!"
"Jaehyun aja gak masalah gue minjem duit dia, kenapa lo yang marah? Gue balikin kok nanti!"
"Bukan masalah balikin atau apa. Yang gue tanya kenapa lo minjem duit sebanyak itu? Alasan lo sebenarnya apa?!"
Mood Joochan yang semula baik-baik saja telah sukses dihancurkan Kim Donghyun. Ia mulai mengalihkan pandangan ke tempat lain karena jengah melihat Donghyun yang terlalu mencampuri urusannya.
"Gue minjem karena butuh. Udah itu doang!"
"Ya cerita kenapa lo butuh? Jangan bilang kalo lo butuh duit sebanyak itu untuk beli barang ha—"
"Lo nuduh gue bokul?!"
Emosi Joochan tersulit ketika ia mendengar baru saja Kim Donghyun menuduhnya membeli narkoba. Selama bertahun-tahun Joochan mengenal Donghyun baru kali ini tuduhannya membuat Joochan marah besar karena Kim Donghyun telah berpikiran negatif kepada dirinya.
"Siapa yang tahu? Bisa jadi kan? Secara best friend lo itu kan Hyeongseop yang dikenal BD,"
"Sakit lo ya! Gak nyangka ternyata gitu cara lo mandang gue!"
Tak terima dengan tuduhan kasar Donghyun, Joochan langsung berdiri dari tempat ia duduk dan pergi meninggalkan temannya. Donghyun yang tak dapat jawaban pasti dari pertanyaannya langsung menghela napas panjang dan mengacak rambutnya kasar.
.
Walaupun sudah berjam-jam sejak percakapannya dengan Donghyun siang tadi, Joochan tak bisa menghilangkan itu dari pikirannya. Dia masih kesal jika mengingat Donghyun yang sembarangan menuduhnya memakai barang haram. Maka dari itu untuk menghilangkan segala pikiran tersebut Joochan memilih untuk melampiaskannya dengan minuman di malam hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
FanfictionJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
