"Beom gue juga mau bukunya ya!"
"Catat aja namanya di kertas."
Setelah kelas berakhir, Jibeom tidak langsung keluar dari kelas karena dia masih memiliki sebuah tanggung jawab. Sebagai ketua kelas Jibeom harus menunggu teman-temannya yang mau membeli buku diktat dari dosen mencatat namanya di kertas.
Ketua kelas?
Iya, Jibeom dipilih sebagai ketua kelas. Sebenarnya Jibeom mengorbankan dirinya sih karena tidak ada satu orang pun yang mencalonkan diri. Melihat dosennya yang mulai bete karena tidak ada satupun mahasiswa yang mau jadi ketua kelas, akhirnya tangan Jibeom pun terulur untuk menjadi ketua kelas di kelas ini. Berkorban demi orang banyak berpahala, kan?
.
Melihat kelas sepi dan teman-teman sekelasnya sudah pada pergi dari kelas, Jibeom pun membereskan barang-barangnya ke dalam tas. Setelah semuanya beres Jibeom lantas berdiri dari kursi untuk segera pergi menghampiri googoos karena ada janji mau ngumpul sebenar bareng mereka. Tapi tiba-tiba saja seseorang tergesah-gesah masuk ke dalam kelas dan berbicara dengan Jibeom.
"Pesan buku di lo kan?" tanya orang itu.
"Iya. Mau pesan juga?" tanya balik Jibeom.
"Iya, kelupaan tadi." jawabnya.
Pada akhirnya niatan Jibeom untuk pergi dia tunda sebentar. Jibeom kembali duduk di kursi lalu mengeluarkan catatan nama orang yang memesan buku. Si orang tadi pun ikut duduk di sebelah Jibeom untuk mencatat namanya.
"By the way lu anak SMA 3 kan?" tanya orang itu kepada Jibeom.
"Iya. Kok tau?" jawab Jibeom yang sedikit kaget karena ada orang yang tahu dengan asal-usul sma-nya.
"Tau lah, gue juga lulusan situ. Lo gak kenal gue siapa?" tanyanya lagi.
Kim Jibeom terkejut dengan pernyataan serta pertanyaan orang barusan. Dilihatnya dengan seksama si teman sekelas bergender laki-laki ini, namun Jibeom rasa dia tidak pernah melihat orang ini di SMA. Atau mungkin Jibeom tidak kenal karena pergaulannya kurang semasa SMA dulu? Karena yang Jibeom kenal hanya anak IPS atau beberapa anak IPA yang dia kenal karena sama-sama ikut lomba bersamanya.
"Jiah gak kenal bener ni anak." lanjut orang itu yang sudah menyangka tapi tak menyangka kalau Jibeom memang gak kenal dia.
"Sorry. Siapa ya?" tanya Jibeom penasaran.
"Gue Donghan. Masa sih gak kenal?"
"Gak asing sih...." gumam Jibeom.
Kalau dilihat-lihat, si cowok yang mengklaim namanya sebagai Donghan ini terlihat tidak asing. Entah karena dia sering lihat di kampus atau memang pas SMA pernah ketemu.
"Hahaha lo tanya deh siapa gue ke teman-teman lo, pasti tau semua." kekehnya.
"Uhm.. Udah kan nyatatnya? Gue mau cabut." kata Jibeom yang mau cepat-cepat ngumpul bareng Googoos sekalian nanya siapa makhluk bernama Donghan ini.
"Buru-buru banget." kata Donghan.
"Ada urusan." jawab Jibeom.
"Hadeh ya deh.." rutuk Donghan.
Jibeom memasukan kembali kertas serta pena yang sempat dia keluarkan ke dalam tas. Setelah itu Jibeom pun berdiri dari kursi lalu menoleh sebentar ke Donghan, "Gue duluan ya." pamit Jibeom. Si Donghan hanya menganggukkan kepalanya lalu Jibeom menyelonong pergi meninggalkan Donghan sendiri. Setelah ditinggal Jibeom sendiri di dalam kelas, Donghan pun mencibir Jibeom dengan raut wajah tak senang karena seseorang tak mengenalinya saat SM.
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
FanfictionJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
