65. Mereka yang Peduli

111 31 1
                                        

Jaehyun, Jibeom, dan Joochan menunggu hasil pemeriksaan dokter di luar sementara keluarga Donghyun ada di dalam. Ketiga sahabat ini panik jika benar-benar terjadi sesuatu yang buruk pada Donghyun. Mereka belum siap untuk kehilangan sahabat selamanya, apalagi akhir-akhir ini persahabatan mereka kembali seperti dulu.

"Kalo Dudung beneran koit gimana?" tanya Joochan.

"Hush! Sembarangan lo ngomong!" gerutu Jaehyun.

"Dia sih pake bunuh diri segala," ujar Joochan.

"Jangan disalahin mulu, anjir! Kita yang salah gak belajar dari kesalahan dulu. Harusnya pas tau dia gak balas chat kita di grup, kita kudu peka. Ini malah nunggu dikabarin Sohee." balas Jaehyun.

.

Benar saja, di hari Donghyun menerima kegagalannya, ketiga cowok berinisial J ini hanya mencoba menanyakan kabar Donghyun di grup chat. Namun, Donghyun tidak menjawab satu pun obrolan mereka dan ini semua dianggap mudah oleh ketiga orang itu. Hingga akhirnya keesokan harinya Jibeom diinformasikan oleh Little Sohee bahwa Donghyun tidak mau keluar kamar seharian karena gagal dalam seleksi. Sontak saja ketiga orang ini datang ke rumah Donghyun, namun kedatangan mereka ditolak oleh Donghyun yang tidak mau berbicara dengan siapapun. Hingga akhirnya di hari kelima mereka nekat saja membobol kamar Donghyun dan malah menemukan teman mereka tergeletak di lantai tak sadarkan diri.

.

Saat ketiga orang ini sedang memperdebatkan masalah ini, seseorang keluar dari dalam yang membuat Jaehyun, Joochan, dan Jibeom segera menghampiri orang yang keluar tersebut. Tak lain adalah Jihye, ibunda Donghyun yang terlihat pucat karena mengkhawatirkan kondisi anaknya.

"Tante, kata dokter apa, Tan?!" tanya Jaehyun menggebu-gebu.

"Tante, Donghyun baik-baik aja, kan?" tanya Jibeom.

"Tante, Donghyun bunuh diri pake racun atau apa?!"

Plak!

Jibeom yang dari tadi menahan dongkol karena ucapan Joochan yang tidak bisa difilter menepuk pundak Joochan dengan keras. Si korban penyiksaan Jibeom berusaha untuk tidak berteriak kesakitan karena Jibeom memukulnya di area lukanya yang masih bermasalah.

"Aaaak!" ucap Joochan menahan jeritannya karena mereka berada di rumah sakit.

"Jadi gini ...,"

Mama Donghyun tak menghiraukan omongan Joochan, beliau malah ingin angkat bicara mengenai kondisi Donghyun yang sesungguhnya. Setelah menghembuskan nafas perlahan sebagai tahap permulaan, barulah Jihye memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya pada Donghyun.

"Donghyun gak bunuh diri kok,. Donghyun pingsan karena keracunan makanan."

.

Setelah dipindahkan dari instalasi gawat darurat, Donghyun kini telah berada di bangsal VIP-nya karena dia masih harus mendapatkan perawatan setelah keracunan makanan. Benar, mulut Donghyun mengeluarkan buih semata-mata bukan karena dia merenggang nyawa menggunakan racun, melainkan karena dia keracunan makanan. Semua orang bersyukur bahwa Donghyun tidak bertindak lebih, meskipun mereka juga khawatir jika mereka telat menemukan Donghyun, hidupnya mungkin juga dalam bahaya.

.

"Astaga bisa-bisanya lo makan roti jamuran. Bodoh banget sih?!"

Joochan tak henti-hentinya mengomel pada Donghyun yang kini terkulai lemas di atas ranjang. Alasan mengapa Donghyun bisa terbaring di rumah sakit karena roti basi. Karena Donghyun enggan keluar kamar, dia hanya memakan makanan yang ada di kamarnya dan yang tersisa hanyalah roti unyil yang diberikan Sohee di hari pertama dia mengisolasi dirinya. Dia pikir roti itu masih layak di makan sehingga Donghyun pun menyantap untuk mengganjal perutnya. Nyatanya roti itu sudah berjamur dan tidak layak untuk dimakan sehingga dia pun keracunan.

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang