Jibeom lapar. Karena tidak ada satu pun googoos yang bisa nemanin dia untuk makan di kantin, pada akhirnya Jibeom memilih makan sendiri di kantin fakultas hukum. Saat ini Jibeom sudah duduk dengan semangkok bakso yang dia pesan di sebuah meja. Dia duduk seorang diri berhubung Jibeom gak punya teman dekat di kampus. Jadi ya gitu, apa-apa Jibeom sendirian.
.
Di saat Jibeom lagi menikmati bakso yang sedang ia kunyah di mulutnya, tiba-tiba saja suara teriakan seseorang membuat Jibeom tersedak. Gimana gak tersedak kalau nama dia dipanggil keras-keras oleh seseorang dan orang itu dengan tampang ganasnya berjalan ke tempat duduk Jibeom? Masa bodo sama bakso yang lagi dia makan, Jibeom mau kabur! Tapi karena Jibeom banyak barang bawaan, itu membuang banyak waktu sehingga sebelum akhirnya Jibeom berhasil kabur orang yang memanggilnya pun menghampiri Jibeom dan hap!
"Mau kabur ke mana lo?"
.
Gleg..
Jibeom meneguk salivanya karena takut dan pada akhirnya dia dipaksa untuk duduk lagi. Orang yang bikin Jibeom ketakutan itu langsung duduk di depan duduk menunjukkan buku diktat yang sedari dia pegang di tangannya di depan muka Jibeom.
"Maksud lo apa pake acara nitip-nitipin buku gue ke orang? Kasih ke orangnya langsung gabisa?" omelnya.
"Ee...itu.... Gak maksud gitu," kata Jibeom gagap.
"Apaan gak maksud? Lo gasuka sama gue?"
"Bu..bukan... Tadi kan abang gak masuk jadi––"
"Apaan 'abang'? Sejak kapan gue jadi abang lo? Panggil gue Donghan aja!" kesal orang yang tak lain adalah Kim Donghan.
"Oke, sabar.. Gue gak maksud gitu. Tadi memang gak lihat lo makanya nitip ke orang lain,"
"Alah! Terus ngapa lo pake acara mau kabur pas gue manggil lo?"
"I...itu..."
.
Skak mat! Jibeom terdiam karena sebenarnya dia memang menghindar dari Donghan. Jibeom takut diapa-apain karena gak kenal tuh orang, makanya Jibeom milih untuk nitipin buku Donghan ke orang lain. Dia pikir akan beres begitu aja, gak taunya Donghan malah tersinggung.
"Salah gue apaan memangnya sampe lo menghindar gitu? Lo takut sama gue?" tanya Donghan.
Jibeom masih diam. Iya, dia takut. Jibeom berusaha untuk tidak terlibat dengan orang problematic lagi. Cukup Donghyun dan Joochan aja kawannya yang gak waras.
Brag!
"Jawab woy!"
Semua orang di kantin kini memperhatikan Jibeom dan Donghan. Ya gimana gak jadi pusat perhatian? Masih maba udah belagu nyari masalah di kantin padahal banyak senior lain yang lagi ngumpul di sini.
"I..iya gue takut! Sorry, gue salah karena gak ngenalin lo." jawab Jibeom pasrah.
Setelah mendengar jawaban Jibeom barusan Donghyun menghela napas. Namun beberapa detik kemudian cowok itu tertawa ngakak karena gak nyangka hari gini masih ada orang yang takut sama dia?
"Bhahahaha apaan sih takut sama gue?" kekeh Donghan.
"Ya lo kan.. Ya gitu..." kata Jibeom yang sulit menjelaskan bagaimana Donghan itu.
"Santai aja kali. Kalo gak kenal ya kenalan dulu lah kita," ujar Donghan.
"Hmmm iya..." gumam Jibeom.
Di sini Jibeom bingung. Tadi Donghan marah-marah, sekarang dia malah ketawa. Ni orang bipolar atau gimana?
"Gue mau jadi orang baru, gausah dipikirin gimana gue pas SMA dulu. Gue mau berubah!" kata Donghan tanpa ditanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
Hayran KurguJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
