39. Kebenaran Di Masa Lalu

630 103 8
                                        


Ternyata menyesuaikan waktu belajar dan kerja cukup sulit bagi Jibeom. Rasanya tak seperti dulu lagi karena diperkuliahan dia memiliki tugas yang lebih berat dibandingkan tugas-tugasnya saat SMA. Tapi mengingat uang yang dia dapat dari bekerja di tempat cucian motor Donghan hasilnya lumayan untuk ditabung dan membeli baju baru, Jibeom pun menjalannya dengan iklas.

.

Biasanya Jibeom pulang ke rumah saat magrib. Begitu juga dengan hari ini ia kembali dari kerja setelah seharian penuh tak pulang ke rumah. Saat Jibeom masuk ke dalam rumah ia pun mencium aroma masakan yang mengugah seleranya. Sudah hampir 2 bulan ini Jibeom selalu mencium bau enak masakan ibu tirinya setelah pulang kerja. Rasanya Jibeom ingin langsung menyantap makanan itu karena dia lelah bekerja namun karena dia sadar diri bahwa dia menumpang di sini Jibeom pun menunggu makan bila telah dipanggil untuk makan malam bersama.

.

"Yah.. kakak boleh nanya?"

Saat Jibeom hendak masuk ke kamarnya, ia melihat ayahnya dan Hyeseong sedang duduk berdua di ruang tv. 2 bulan tinggal bersama Jibeom bisa merasakan kedekatan ayahnya dengan saudara tirinya. Setiap hari mereka selalu mengobrol bersama berbeda dengan dirinya yang masih canggung bila berbicara dengan ayahnya sendiri. Bila orang lain lihat, mungkin mereka mengira bahwa Hyeseong lah anak kandung ayahnya—bukan dia.

"Nanya apa kak?"

"Ayah dulu kenapa cerai sama mama Jibeom?"

.

Pertanyaan dari Hyeseong membuat Jibeom mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar. Ia tak menyangka bahwa gadis itu akan mengungkit pernikahan ayah dan bundanya dulu sementara Jibeom memilih untuk tidak membicarakannya. Walau dari dulu Jibeom penasaran kenapa ayah dan bundanya berpisah tapi karena semakin besar dirinya, ia tak peduli dengan alasan dibalik perceraian. Toh semuanya sudah berakhir dan sejak dia SMA dia tidak pernah ingin mengetahui lagi apa alasan dibalik itu semua, batin Jibeom. Tapi tampaknya hari ini Jibeom merubah pikirannya karena diam-diam dia juga ingin tahu apa alasan yang membuat orangtuanya bercerai.

"Tiba-tiba nanyain itu? Kalo ibumu dengar bisa marah loh," canda ayah Jibeom.

"Gapapa yah penasaran aja," jawab Hyeseong.

Jibeom yang masih diam di tempatnya berusaha untuk menguping dengan jelas percakapan ayah dan Yang Hyeseong. Dia ingin tahu kenapa ayah dan bundanya memutuskan untuk berpisah.

"Alasannya ya.. hmm.. karena ayah cinta sama bundanya Jibeom?"

"Terus kalo cinta kenapa pisah?"

.

Hyeseong menyimak jawaban ayahnya barusan. Ia kaget saat mendengar jawaban ayahnya yang mengatakan mereka berpisah karena cinta. Jika saling mencintai kenapa harus berpisah? Bukannya cinta yang mengeratkan sebuah hubungan?

"Sebenarnya dari awal pernikahan ada permasalahan. Dulu kita terlalu naif berpikir kalau masalah itu akan hilang seiringnya waktu tapi ternyata masing-masing orang punya batas kesabarannya sendiri, kak." Terang ayah Jibeom.

"Kok gitu, yah?" bingung Hyeseong.

"Jibeom gak pernah tahu kalau bundanya gak pernah diterima oleh orangtua ayah tapi dulu kita tetap nikah karena merasa semuanya bakalan baik-baik aja seiringnya waktu," jawab Bram yang kemudian menghela napas sejenak. "Orangtua ayah gak suka sama almarhumah bunda Jibeom, nenek Jibeom juga gak suka karena merasa anaknya gak dihargai sama keluarga ayah." Lanjutnya lagi.

"Terus.. ayah mutusin untuk cerai?" tanya Hyeseong pelan.

"Bukan ayah, tapi ibu Jibeom yang gak sanggup lagi."

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang