Setelah mamanya pergi, Jaehyun langsung bergerak untuk menyusul Hyeseong yang sudah ada di belakang. Tepatnya Hyeseong kini berada di paviliun Jaehyun yang ada di halaman belakang rumah. Paviliun itu merupakan ruang pribadi Jaehyun selain kamarnya di rumah ini. Dan dia hanya mengizinkan orang-orang tertentu untuk masuk ke sana.
.
"Lama ya? Sorry!"
Jaehyun yang kini sudah sampai langsung buru-buru menghampiri Hyeseong yang duduk di sofa. Di hadapan Hyeseong juga sudah ada berbagai macam camilan dan juga minuman yang disediakan oleh pembantunya Jaehyun.
"Kok gak dimakan?" tanya Jaehyun.
Kini Jaehyun duduk di samping Hyeseong dan mencomot cookies yang ada di piring lalu memakannya.
"Cicip deh, enak kok. Makanan di sini gak mungkin gak enak, kalo gak enak udah gue pecat mereka." lanjut Jaehyun.
Hyeseong hanya menyengir kuda lalu mencicipi kue yang saat ini juga dimakan oleh Jaehyun. Hm, iya kuenya memang enak seperti yang dibilang Bongjae.
"Nyokap lo ada urusan kerja jae?" tanya Hyeseong berbasa-basi.
"Iya," jawab Jaehyun.
"Wah... Nyokap lo wanita karier ya. Kerjanya sampe ke luar gitu. Gue juga pengen kaya gitu," ucap Hyeseong berdecak kagum.
"Gausah iri sama orang kaya dia. Untuk apa kalo punya karier sempurna tapi anak sendiri gak diperhatiin sama dia?" celetuk Jaehyun. "Lo jangan jadi orang kaya gitu, seon."
Hyeseong yang tadinya berdecak kagum lantas tercengang saat mendengar ucapan Jaehyun. Ia melihat Jaehyun yang saat ini masih sibuk menyemil cookies. Raut wajah Jaehyun terlihat santai saat mengatakan itu, Jaehyun yang sadar diperhatiin langsung noleh ke Hyeseong.
"Oh sorry, gue lupa lo belum tau apa-apa soal keadaan rumah gue. Keseringan ngomong sama anak-anak sih hehehe." cengirnya.
"Memang rumah lo ngapa?" tanya Hyeseong penasaran.
"Hmm... Sepi. Jadi gue udah biasa sendiri,"
"Oh..."
"Orangtua gue sibuk. Mereka gapernah stay di rumah lebih dari seminggu," kata Jaehyun.
"Hm... Dari dulu kaya gitu?" tanya Hyeseong.
Jaehyun menganggukkan kepalanya, "Dari gue kecil,"
"Lo gapapa?" tanya gadis itu prihatin.
"Gue udah terbiasa untuk gak kenapa-napa kok," jawab Jaehyun.
Setelah mendengar jawaban Jaehyun barusan Yang Hyeseong langsung diam. Ia menutup rapat bibirnya dan berpikir, "Ternyata jadi orang kaya gak selamanya enak."
"Oh iya, gue ada hadiah untuk lo!" celetuk Jaehyun yang teringat soal lipstik yang ia belikan untuk Hyeseong.
"Hadiah apaan?" heran Hyeseong.
"Tunggu bentar ya, gue ambil dulu di kamar!" pamit Bongjae.
Jaehyun meletakan hpnya di atas meja lalu kemudian berlari untuk mengambil lipstik yang ia beli untuk Hyeseong di kamarnya. Kembali sendirian di tempat ini, Hyeseong hanya bisa bergumam dan melihat-lihat barang yang di paviliun ini. Bahkan ruang pribadi saja terlihat elegan dan bagus ditata, tidak bisa Hyeseong bayangkan bagaimana ruangan lain yang ada di dalam ruang.
Line!
.
Saat Hyeseong mendengar bunyi line berbunyi, ia langsung mengambil handphonenya dari kantong. Tapi setelah Hyeseong cek, dia tidak melihat satu pesan pun masuk ke hpnya. Hyeseong lantas mencari sumber line yang berbunyi itu dan ternyata bunyinya berasal dari ponsel Jaehyun yang ia tinggal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Googoo Child Squad | FRESHMAN
FanfictionJaehyun, Jibeom, Donghyun, dan Joochan telah lulus SMA! Kini keempat pria itu menjadi mahasiswa baru di perguruan tinggi yang sama. Dapatkan Googoos mempertahankan solidaritas mereka atau hubungan itu merenggang karena berbagai faktor tak terduga? ...
