5. Numpang Tidur

1.3K 229 14
                                        

Tok..tok..tok..

"Jibeom?!"

Sejak 3 menit yang lalu Bong Jaehyun terus menerus mengetuk pintu rumah Jibeom sembari berteriak memanggil nama si pemilik rumah. Setelah berusaha selama beberapa menit akhirnya pintu rumah sederhana itu terbuka dan menampilkan sosok Jibeom yang terkejut melihat kehadiran Jaehyun di rumah.

"Ngapain ke sini malam-malam?" tanya Jibeom.

"Suruh masuk dulu kek, ini udah ditanya aja apa maksud dan tujuan gue ke sini." balas Jaehyun.

"Ya udah masuk, kaya belum pernah ke sini aja." kata Jibeom mempersilakan Jaehyun untuk masuk.

.

Sekarang Jaehyun telah berada di dalam rumah Jibeom. Agar tidak masuk nyamuk Jibeom pun segera menutup pintu rumahnya. Si tamu pun duduk santai di sofa sambil celingak-celingukan mencari seseorang.

"Kenapa? Nyari bunda?" tanya Jibeom.

"Iya. Bunda mana?" tanya balik Jaehyun.

"Lagi buat makan malam di dapur." jawab Jibeom.

"Asik makan masakan bunda!! Gue lapar nih!" seru Jaehyun.

Jibeom menggelengkan kepalanya heran. Punya tamu kok tidak sadar diri? Untung aja teman sendiri jadi Jibeom bisa memaklumi kelakuannya.

"Tunggu di sini, gue bantu bunda dulu." kata Jibeom.

"Gue ikut!" celetuk Jaehyun.

"Ikut ngapa? Mau bantu motongi kangkung? Atau mau ngulek sambel?" tanya Jibeom.

"Tsk! Gue cuma mau lihat doang." balas Jaehyun.

"Heh... kurang kerjaan." rutuk Jibeom.

Kim Jibeom langsung meninggalkan Jaehyun sendiri untuk segera membantu bunda masak di dapur. Jaehyun yang tidak mau ditinggal sendirian pun segera menyusul Jibeom untuk melihat temannya dan bunda memasak makan malam mereka.

.

"Eh Jaehyun.. Malam-malam ke sini ada apa?" tanya bunda saat melihat si tamu yang sejak tadi mengetuk pintu dan memanggil nama anaknya adalah Bong Jaehyun.

Jaehyun senyum sambil melirik beberapa lauk yang sudah siap dimasak oleh bunda, "Jaehyun mau nginap di sini bun." jawab Jaehyun dengan santainya.

"Hah? Lo nginap di sini? Ngapain?" kaget Jibeom.

Jibeom kagetlah karena Jaehyun tiada angin tanpa hujan langsung datang ke sini dan bilang mau nginap di rumahnya.

"Ngapa? Gak boleh?" tanya Jaehyun.

"Boleh kok, siapa bilang gak boleh?" kata bunda sambil tersenyum kepada Jaehyun yang sudah dia anggap sendiri.

"Makasih bun!" serunya.

Kim Jibeom cuma bisa menggerutu dalam hatinya. Di kamarnya hanya ada satu kasur yang muat hanya untuk satu orang. Lagian kalau Jaehyun mau menginap kenapa harus di rumahnya, bukan rumah Joochan atau Donghyun yang lebih luas?

"Ih biasa aja kali cemberutnya." tegur Jaehyun yang menyadari kalau Jibeom tidak suka dengan kedatangannya.

"Hah.. iya iya.." gumam Jibeom.

"Bongjae belum makan malam kan? Makan bareng kita ya." ajak bunda.

"Iya bun, ini Jaehyun juga sudah lapar." jawab Jaehyun dengan senangnya.

"Hahaha.. ya udah Jibeom ambil piring untuk kita makan sana. Jaehyun duduk aja di ruang tengah, ya." kata bunda.

"Iya bun!" jawab Jaehyun dengan semangat 45.

Jibeom sendiri tidak berkata banyak. Dia hanya menuruti apa kata bundanya untuk mengambil piring agar mereka bisa makan malam sesegera mungkin.

.

Setelah makan malam Jibeom dan Jaehyun langsung masuk ke dalam kamar. Jaehyun dengan santainya berbaring di atas kasur Jibeom sementara si tuan rumah sedang sibuk membentang tikar dan kasur lipat untuk dia tidur di lantai. Ya, ujung-ujungnya Jibeom yang harus mengalah. Dia tidur di lantai sementara tamu tidak diundang itu menikmati empuknya kasur—walaupun tidak seempuk kasur mahal di rumahnya.

"Whoah... di sini lebih nyaman." gumam Jaehyun.

"Lo ngapa tiba-tiba datang ke sini? Kenapa harus rumah gue sih? Kenapa gak ke rumah Joochan atau Donghyun?" tanya Jibeom beruntun.

"Santai aja kali nanyanya," gerutu Jaehyun.

"Ya jawab!" kata Jibeom.

"Ya.. gak ada si, cuma kepikiran ke sini aja. Gue malas di rumah lagi ada orang." jawab Jaehyun.

"Orang siapa?" tanya Jibeom heran.

"Ya.. bokap.." katanya singkat.

"Jadi maksud lo, lo lagi malas di rumah karena ada bokap lo? Kaya gitu?" ulang Jibeom.

"Iya..." jawabnya lagi.

"Tsk gak tau diuntung ni anak. Bukannya seharusnya lo senang ya kalo papa lo pulang? Kan jarang-jarang bokap lo ada di rumah." kata Jibeom heran.

"Hm... gue lebih nyaman kalo di rumah gak ada siapa-siapa sih." jawab Jaehyun.

Jibeom menggelengkan kepalanya heran. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Bongjae karena di saat papanya yang super sibuk itu memiliki waktu luang di rumah, dia malah memilih untuk tidur di rumah temannya.

"Harusnya lo bersyukur Bong masih bisa ketemu sama bokap lo. Nah gue?" lirih Jibeom.

Si Jibeom mendadak baper karena ngomongi masalah ayah. Walaupun jarang bertemu setidaknya Jaehyun masih bisa mengetahui keberadaan papanya dan bertemu saat dia pulang kerja. Sementara Kim Jibeom? Dia sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya semenjak orangtuanya cerai.

"Beom.. gue gak maksud..." kata Jaehyun yang tidak enak hati karena menyinggung sisi sensitif seorang Kim Jibeom.

Kim Jibeom menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lirih, "Gapapa. Moga aja si bokap gue baik-baik aja walaupun gatau dia di mana sekarang." kata Jibeom.

Jaehyun hanya bisa diam karena tidak tahu harus berbicara apa lagi. Jibeom benar, seharusnya dia lebih menghargai waktu yang ada apabila dia masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan papanya. Bukannya seperti sekarang yang sengaja kabur karena malas bertemu dengan papanya sendiri.

....












Hi I am back........ :") Writer's block emang menghancurkan mood setiap kali mau ngetik kelanjutannya.. Hhhh.. Semoga aja next part aku gak lama-lama lagi updatenya, doakan aku cepat sembuh dari penyakit penulis ini T_T

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang