47. Konferensi JJD

445 88 1
                                        

Hari ini Donghyun meminta Jibeom dan Jaehyun meluangkan waktu untuknya karena ada beberapa hal yang ingin dia bicarakan. Seperti biasa, tidak sulit mengumpulkan dua orang itu jika dibandingkan dengan temannya yang tak diundang—Hong Joochan. Ketiga orang ini pun berkumpul di apartemen baru Jaehyun yang berada di dekat kampus karena letaknya paling strategis. Ini menjadi kunjungan pertama Jibeom dan Donghyun ke tempat beristirahat Bong Jaehyun bila penat kuliah setelah kurang lebih Bong Jaehyun merahasiakan apartemen ini dari mereka.

"Jiah.. Lo dari kapan punya tempat di sini?" Tanya Donghyun yang berdecak kagum karena tak menyangka Jaehyun memiliki apartemennya sendiri.

"Baru-baru ini kok. Ini kado ultah," jawab Jaehyun.

Benar, apartemen ini kado ulang tahun Jaehyun. Dia juga sengaja meminta apartemen yang dekat dari kampus agar bisa beristirahat jika memiliki kelas gantung.

"Jadi kita yang pertama datang ke sini?" Tanya Jibeom.

Donghyun dan Jibeom pun berkeliling melihat perabotan yang ada di apartemen Jaehyun. Si pemilik apartemen itu hanya mengamati kedua temannya dari belakang sembari menjawab wawancara dadakan mereka.

"Yang kedua dan ketiga?" Jawab Jaehyun santai.

"Yang pertama siapa?" Tanya Donghyun.

Kim bersaudara yang tadinya sibuk melakukan room tour langsung menoleh ke belakang. Mereka saling pandang karena merasa memiliki jawaban yang sama. Siapa lagi kalau bukan pacar Jaehyun?!

"Yang Hyeseong?!" Teriak keduanya.

Malu karena teman-temannya dapat menebak, Jaehyun melihat ke arah lain sambil mengiyakan ucapan mereka, "Eoh..." Gumamnya.

"Lo gak ngelakuin apa yang gue bayangkan, kan?" Selidik Donghyun.

"Y-ya mana berani lah anjir! Jangan sembarang ngomong!" balas Jaehyun nge-gas.

Jibeom yang mendengar percakapan Jaehyun dan Donghyun hanya bisa menghela napas. Sekarang dia ngerti kenapa sering sekali Hyeseong pulang malam padahal dari pagi dia sudah di kampus. Ternyata saudarinya itu memiliki tempat singgah di apartemen Bong Jaehyun.

"Bong.. jangan kelewatan batas!" Ucap Jibeom menasehati.

"Enggak, sumpah! Suer! Kita di sini cuma nonton, makan, atau ngerjain tugas doang kok!" jawab Jaehyun bersungguh-sungguh.

"Ya ya ya, anggap aja iya.." celetuk Donghyun.

.

Biar lebih enak bercerita, ketiga orang ini tak lupa memesan makan terlebih dahulu agar pembicaraan lebih santai. Sembari menunggu makanan pesanan mereka tiba, percakapan pun di mulai. Namun sebelum masuk ke pembicaraan yang hendak diceritakan oleh Donghyun, Si Dudung malah tertarik untuk bertanya kepada Jaehyun apa yang terjadi dengan wajah sahabatnya itu karena muka Jaehyun lebam seperti habis dipukul.

"Muka lo ngapa, Bong?" Tanya Donghyun pada akhirnya.

"Ah.. ini.."

Jaehyun menyentuh luka yang terdapat di wajahnya. Ia lalu melirik Jibeom yang mengetahui alasan dibalik itu karena bingung harus bagaimana mengatakan kepadanya Donghyun. Jika dia menceritakan segalanya ke Donghyun bisa-bisa Donghyun ikutan murka karena dia tidak pernah suka kalau Jaehyun terlihat masalah dengan musuh lamanya.

"Kemarin habis dihajar begal—"

"Bonyok karena Haknyeon." Potong Jibeom.

Mata Donghyun melotot mendengar apa yang disampaikan oleh Jibeom. Setelah sekian lama dia tidak mendengar nama Haknyeon hari ini Donghyun kembali mendengarnya.

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang