26. Lebih Dari Dejavu

809 126 60
                                        

Note: moggo didengarin lagunya :))








Dejavu. Satu kata yang dapat menggambarkan apa yang dialami oleh Kim Jibeom. Kejadian ini membuat Jibeom teringat dengan hari di mana dia mendapatkan kabar kalau bundanya dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. Dan hari ini kejadian itu terulang kembali, dia mendapatkan sebuah panggilan yang mengabarkan bahwa bundanya ada di rumah sakit tanpa kejelasan dengan apa yang terjadi pada bundanya.

.

Setelah keluar dari kelas Kim Jibeom berlari untuk pergi ke parkiran motornya. Karena banyak orang berlalu lalang di jalan setapak sempit yang sedang Jibeom lewati, Jibeom tidak sengaja menyenggol orang lain.

"Hati-hati woi!" tegur orang itu.

Kim Jibeom tidak ada waktu untuk meminta maaf. Dia terus berlari agar sampai ke parkiran motornya tapi tanpa Jibeom sadari tali sepatunya terlepas sehingga Kim Jibeom pun––brug!!

Jatuh ke tanah.

.

Orang-orang memperhatikan Jibeom yang jatuh, ada yang menertawakan dan ada juga yang syok karena Jibeom kelihatan 'hilang'. Namun Jibeom tidak peduli dengan kata orang sehingga dia berusaha untuk berdiri lagi agar sampai ke parkiran. Tapi apa daya Jibeom merasakan perih karena telapak tangannya lecet akibat terjatuh dan juga karena kelalaiannya tangan kiri Jibeom terasa nyeri karena dia mengalami cidera akibat terjatuh ke tanah. Walaupun begitu Jibeom berusaha berdiri sendiri lalu setelah itu Kim Jibeom kembali berlari untuk segera menemui bundanya.

.

Sesampainya di parkiran Kim Jibeom pikir dia bisa menemui bundanya secepat mungkin namun kenyataannya dia kembali dilanda kesialan. Karena tangan kirinya sulit digerakan Jibeom tidak bisa menyentuh stang motor. Jibeom yang membenci dirinya sendiri karena lalai pun menendang motornya kesal. Dia berteriak layaknya orang gila sehingga orang-orang yang lagi di parkiran memandang heran Kim Jibeom.

"Kenapa harus sakit sih?!" pekik Jibeom.

Frustasi karena dilanda kebimbangan Kim Jibeom pun terjatuh ke tanah dan dia pun mulai menangis memikirkan nasib bundanya.

"Hiks.. Bunda.." isak Jibeom.

.

Di saat dirinya frustasi dan tidak berdaya Kim Jibeom mencari sebuah jalan keluar agar bisa menemui bundanya di rumah sakit. Dia ingat dirinya punya 3 sahabat di kampus ini. Jibeom pun mencoba menghubungi mereka satu persatu. Pertama, Jibeom mencoba menghubungi Bong Jaehyun. Namun beberapa kali dia menghubungi Jaehyun, pemuda itu tidak mengangkatnya. Jibeom merasa semakin down karena tidak ada respon dari Jaehyun tapi dirinya berusaha untuk menghubungi yang lain.

.

Kini target Jibeom adalah Hong Joochan. Joochan biasanya selalu memegang handphone bahkan di saat sedang belajar. Dia harap Joochan bisa mengangkat panggilannya akan tetapi––

"KENAPA PADA GAK BISA DIHUBUNGI SIH?" teriak Jibeom frustasi.

Berkali-kali dia coba menghubungi Joochan tapi sama seperti Jaehyun, Joochan tidak meresponnya. Kini harapan Jibeom hanya Kim Donghyun. Maka dari itu Jibeom langsung menghubungi Donghyun dan––

"Halo beom?"

"Hiks.. Kim Donghyun...."

.

Donghyun yang kebetulan baru saja duduk di kantin setelah memesan makanan mengangkat panggilan dari Jibeom. Tapi kali ini ada yang beda. Jibeom tidak terdengar seperti biasanya bahkan saat ini temannya itu terdengar seperti orang yang sedang menangis.

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang