36. Kerja Paruh Waktu

631 101 4
                                        

Akhir-akhir ini uang menjadi beban pikiran seorang Kim Jibeom. Bukan karena ayahnya tidak memberikan uang. Malah karena ayahnya memberikan uang berlebih kepadanya membuat Jibeom jadi kepikiran. Jibeom yang hampir sebulan tinggal bersama keluarga barunya masih merasa tidak enak karena takut membebani.

.

Jibeom pribadi memegang rekening bank almarhumah bundanya yang selalu bunda bilang sebagai pegangan untuk masa depan Jibeom. Maka dari itu untuk sehari-hari Jibeom tidak pernah menggunakan yang dari bundanya. Tapi di sisi lain Jibeom butuh uang untuk membeli keperluan pribadinya namun tetap tidak ingin merepotkan ayahnya. Pengeluaran untuk keluarga cukup besar jadi Jibeom tidak ingin merepotkan ayah dan istri baru ayahnya dengan meminta uang untuk beli baju atau pun keperluannya yang lain.

.

"Kenapa melamun Beom?"

Donghan yang dari tadi memperhatikanku Jibeom melamun menegur temannya. Takutnya bila dibiarkan lebih lama Jibeom bisa kesambet setan.

"Gapapa sih.. cuma lagi mikir aja," gumamnya.

"Mikirin apa?" Tanya Donghan.

"Pengen nyari kerjaan tapi kerja apa ya yang bisa disesuain dengan jadwal kuliah?"

Mengetahui apa yang dari tadi dipikirkan oleh sohibnya membuat Donghan mengangguk-anggukkan kepalanya. Ternyata itu toh yang jadi beban pikiran Kim Jibeom.

"Jadi lo mau cari kerja?" Tanya Donghan.

"Iya,"

"Ayo ikut gue kalo mau kerja!" ajak Donghan.

Donghan berdiri dari kursi dan menyandang tasnya. Jibeom yang masih duduk di kursi menatap Donghan heran karena mau diajak ke mana entah.

"Nyari kerja? Kerjaan apaan nih?" Tanya Jibeom.

"Ikut aja dulu!" Desak Donghan.

"Halal gak??" Tanya Jibeom lagi.

Pertanyaan Jibeom membuat Donghan melotot. Kalau bukan dia anggap teman si Jibeom ini, sudah dia kasih bogem mentah dari tadi.

"Buruan mau kerja gak lu?!"

"Iya iya gue mau!"

.

Motor Jibeom berhenti di sebuah bengkel dan juga tempat cuci motor yang berada di samping rumah seseorang. Sepanjang jalan Jibeom hanya mengikuti arahan motor Donghan yang berakhir ke tempat ini. Dilihatnya Kim Donghan turun dari motor lalu menghampiri seseorang yang terlihat sedang memperbaiki motor. Donghan berbicara dengan orang itu, sesekali Donghan dan orang tersebut melirik ke arah Jibeom.

.

"Beom sini!!'

Setelah 5 menit duduk di atas motornya Jibeom dipanggil oleh Donghan. Si pemilik nama Jibeom itu langsung melepas helmnya dan menghampiri Donghan beserta orang tua itu.

"Beom kenalin ini bokap gue," kata Donghan.

"Oh.. om.. kenalin saya Jibeom," ucap Jibeom memperkenalkan dirinya.

Jibeom mau salam dengan ayah Donghan tapi beliau memberikan kode kepada Jibeom bahwa tangannya penuh dengan oli. Jadinya Jibeom mengurungkan niatnya untuk bersalaman dan kembali berbicara.

"Maaf om baru sempat mampir," lanjutnya.

"Gapapa, gapapa. Kamu teman pertama Donghan yang diajakin main ke rumah,"

Mendengar itu Jibeom pun membulatkan matanya tak percaya. Masa seorang Donghan yang dulu banyak teman tidak pernah membawa temannya ke rumah?

"Om cuci tangan dulu ya biar enak ngomongnya. Han bawa teman kamu masuk aja ke rumah," ucap ayah Donghan.

Googoo Child Squad | FRESHMANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang