Nah meskipun Sayanee udah dapet id line Yuuri, tetep aja doi gabisa memulai percakapan. Banyak banget halangannya, sekalinya ada eh malah kelupaan, sekalinya inget lagi posisinya justru sibuk. Kehidupannya sebagai PA emang menguras waktu sama tenaganya sekaligus, apalagi nona muda yang jadi 'urusannya' ini tipe yang kadang gak bisa diatur.
Bebal. Keras kepala. Kadang seenaknya.
Ide-ide kabur yang selama ini sering dilakukan Kage maupun Memi adalah siasat dari Techi. Sok ide emang, tapi selalu berhasil anehnya.
Sayanee datang ke kamar Techi sambil nenteng sepatu nona mudanya. Hari ini ada pertandingan perempat final futsal dimana sekolahnya bakalan ngelawan sekolah kakak sepupunya, Jurina. Jadi Techi harus nonton.
"Yang ini kan?"
Techi ngelirik dari arah cermin, ngangguk pelan terus balik lagi fokus nyampul dasi sekolahnya.
"Ms. Sayaka!" Seru Techi tiba-tiba.
"Apa?"
"Nanti boleh minta tolong?"
Sayanee yang posisinya udah ada di ujung pintu balik lagi ke arah Techi.
"Apa?"
"Nanti tolong bilangin ke Ms. Miyuki kalo Memi hari ini harus nonton futsal bareng aku, jangan langsung pulang."
"Kenapa gak ngomong langsung? Kalian sekelas bukannya?"
Techi mendesah pelan. "Dia selalu ngehindar kalo aku ajak ngobrol di sekolah, alesannya pasti Ms. Miyuki udah nungguin."
"Terus?"
"Biar nanti Ms. Miyuki nahan Memi supaya enggak langsung pulang."
"Oohh.. oke. Tapi jangan lupa sore ini ada acara pertemuan, kamu harus ada disana." Ucap Sayanee mengingatkan dan di hadiahi anggukan sebagai jawaban.
.
.
.
.
.
.
.
"Prediksinya bener ya, ternyata Keyaki bakalan lolos perempat final." Ucap Aayan sambil nyedot es kelapa muda di kantin siang itu.
Mion sama Rikatii yang merupakan line up tim yang bakalan bertanding besok langsung ngangguk-ngangguk menyetujui.
"Btw soal mobil, udah bener kan?" tanya Cocona. "Gada masalah lain?"
Rikatii ngasih kode oke dengan tangannya "Sans. Kakaknya juga baik kok, malah dia sempet minta tolong sama gue."
"Minta tolong apaan?"
"Pas gue mau balikin sim, dia bilang nanti aja begitu perbaikan mobil selesai. Yaudah akhirnya gue keep sampe kemaren."
"Iya abis itu selain di bayar soal kerusakan, terus dikasih duit lebih." Ungkap Momorun ember.
"Anjir beneran?" Seru Kojirin gak percaya.
"Hehehe... iya. Gak banyak sih tapi lumayan lah buat jajan mah."
"Teraktir dong nyet jangan di nikmati sendiri." Ucap Aayan.
"Kuy lah. Balik sekolah ke mekdi atau kfc." Ajak Rikatii. "Tadinya itu duit mau gue pake buat beli harga diri lo pada, tapi mending gue sedekahin lah."
Momorun langsung noyor kening Rikatii sambil misuh. "Bangsat."
Rikatii senyum ke arah temen-temennya, terus tiba-tiba keinget Memi. Dia pernah janji kalo ada acara nongkrong bakalan diajak juga.
'Ajak aja apa ya? Hhmmm.... cobain dulu lah.'
"Btw..." celetuk Aayan. "Si kakak yang lo maksud juga anak futsal keyaki kan?"
