Kei tengah berdiri tepat di tengah lapangan basket, Aldo yang menyuruh nya untuk datang ke lapangan, entah untuk apa Kei pun tidak tau.
5 menit kemudian Aldo datang sambil membawa bola basket tepat di hadapan Kei. Kei mengernyit kebingungan.
Aldo menatap kei sambil tersenyum "tau ngga kenapa gue nyuruh lo ke sini?" tanya Aldo. Kei menggeleng pelan. Aldo semakin melebarkan senyuman nya. Lalu berdeham "ekhem."
"HAI GUYS! KALIAN BISA BERKUMPUL DI SINI SEBENTAR? ADA SESUATU YANG HARUS GUE LAKUKAN DI SINI!" teriakan Aldo membuat semua orang menatap ke arah nya berdiri, lalu mulai melangkah mendekati Aldo dan Kei, kemudian mereka mulai mengelilingi Kei dan Aldo, mereka sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Aldo.
"heh! Aldo kenapa yang lain lo suruh kumpul ke sini? Mau apa?" tanya Kei bingung. Aldo hanya mengedikkan bahunya acuh. Sedangkan Kei mulai kesal sendiri saat menerima jawaban Aldo yang acuh.
"kenapa Do?"
"kenapa di suruh kumpul di sini?"
"ada hal penting ya?"
Banyak pertanyaan ter-lontar dari para siswa yang mulai mengelilingi Aldo dan Kei. Aldo tersenyum manis ke arah Kei. Jantung Kei berdebar saat melihat senyuman Aldo. Kei menjadi gugup sendiri.
"Kei," aldo berucap pelan dan lembut.
"ekhem, kayak nya gue tau apa yang mau aldo bilang nih!" ucap salah satu teman aldo.
"oh gue paham-paham."
"iya gue juga paham," Sambung salah seorang teman aldo lainnya.
"plagiat lo!" Sahut yang lainnya.
"semangat ya babang aldo" Nah kalo yang ini ucapan dari cewek ter-alay.
"hushh diam dulu woi" Sergah Aldo, karena tiba-tiba dia menjadi gugup. Semuanya kembali hikmat menatap ke arah Aldo dan Kei. Bahkan ada yang mulai merekam mereka.
"Kei, gue suka ke lo, gue selalu cari tau tentang lo, coba mengenal lo lebih, menjadi teman yang baik buat lo dan sekarang gue mau kita punya hubungan yang lebih dari sekedar teman," Aldo memberi jeda pada ucapannya. Sedangkan Kei? Jangan ditanya dalam hati nya bersorak gembira, karena Aldo laki-laki yang selama ini dia suka telah mengungkapkan perasaan yang sama dengannya.
"cie ..."
"cie-cie ..."
"ekhem!"
"ekhem, ekhem, ekhem, ekhem, uhuk-uhuk," Deheman dari seorang teman sekelas Kei dan Aldo yang bernama Zaki.
"awas tenggorokan lo lepas" Sahut yang lainnya.
"Yee ... Sirik aja Lu kolor miper," balas zaki Sewot.
Aldo kembali melanjutkan ucapan nya, "so Kei, will you be my girlfriend?" tanya Aldo sambil menyerah kan bola basket, murid yang lain bersorak ria.
Kei senang sekali aldo mengucapkan semua kata-kata itu namun ada hal yang membuat nya bimbang. Ya itu Arfan.
Kei menerima bola basket yang di ulur kan Aldo. "untuk apa bola basket ini?" tanya Kei yang mulai membuka suara. "jika lo terima gue, lo buang bola itu, tapi kalo lo tolak gue lo kembalikan bola itu ke gue," jelas Aldo membuat kei semakin bingung.
Bagaimana hubungan kei dengan Arfan jika dia menerima aldo?
Sebuah notifikasi muncul di layar ponsel Kei. Dia segera membuka chat yang ternyata dari Arfan.
Arfan:
Terima aja.
Kei melihat ke sekeliling dan tepat di belakang aldo ada Arfan yang juga tengah menatap nya.
Keila:
Tapi kak, gue kan udah jadian sama lo.
Arfan:
Gue bilang terima aja
Keila:
Kakk, nggak bisa gitu dong.
Arfan:
TERIMA!
Setelah mengirim chat itu, Arfan pergi meninggalkan tempat tanpa menoleh ke arah Kei. Ada sedikit rasa tidak nyaman saat Arfan menulis pesan terakhir itu. Seperti sesuatu yang tidak mengenakkan perasaan.
"jadi gimana Kei?" tanya aldo lembut dan menatap dalam ke mata Kei. Melihat itu Kei langsung di terpa dilema sesaat, sangat sulit untuk memutuskan pilihan pada situasi seperti ini.
"terima!"
"terima!"
"terima aja Kei!!"
Sorak sorai dari para siswa membuat Kei bertambah bingung. Kei memejamkan matanya untuk meyakinkan pilihannya, setelah merasa yakin, Kei langsung menghempaskan bola itu ke bawah.
DUB!
DUB!
DUB!
Bunyi pantulan bola basket yang menggema sudah menjadi pertanda jika Kei telah menerima Aldo sebagai pacarnya. Tepukan tangan yang meriah terdengar sangat keras. Aldo tersenyum bahagia dan langsung memeluk Kei, sedangkan Kei hanya diam berharap keputusan yang di ambilnya tidak salah. Dan Kei harus segera menemui Arfan. Ada sesuatu yang ia ingin tanyakan pada Arfan.
PACAR CUEK
Di sinilah Aldo, Kei dan teman-teman sekelas mereka berkumpul. Aldo mentraktir mereka sebagai tanda peresmian bahwa dia dan Kei sudah resmi pacaran. PJ 'pajak jadian' lah istilahnya. Pj ini tidak asing lagi bagi para siswa SMA yang sedang sibuk sibuknya memulai hubungan pacaran mereka. Bukan mendapat untung, tetapi malah buntung jika kalian melakukan PJ ini. Namun, jika ikhlas pahala juga pasti dapat.
"mau makan apa Kei?" tanya Aldo. Kei tersenyum, "nggak usah Al, aku masih kenyang," jawab Kei senang sekaligus Bingung. Senang karena sudah menjadi pacar Aldo, dan bingung karena memikirkan Arfan dan Aldo, Kei sedang berada di tengah tengah mereka.
Kei juga senang dapat bersama dengan orang yang sudah lama ia sukai. Namun di sisi lain ada Arfan yang juga telah menjadi pacar nya. Sekarang kei merasa menjadi seorang wanita yang jahat. Ya, wanita jahat yang memiliki hubungan dengan dua orang pria sekaligus.
"ciee, udah pakai aku-kamuan ya manggil nya," ucap Yumi sahabat Kei yang memang selalu mendukung hubungan Kei dan Aldo.
"diam deh lu Yum!" sergah Karin yang tak setuju jika Kei jadian dengan Aldo, kan Karin pengin nya Arfan dengan Kei aja. Tapi tak urung, Karin juga senang jika melihat Kei bahagia bersama Aldo.
"aciee ... Karin sewot," Yumi Meledek Karin sambil tersenyum jahil. Karin hanya diam dan tak mempedulikan Yumi yang terus mengoceh.
Kei melihat Arfan tengah duduk di pojok kantin sambil memegang minuman bersoda. Tatapan Arfan tertuju pada botol minumannya, ia duduk sendirian di sana, entah apa yang sedang ia pikirkan.
Karena melihat ada Arfan di sana, Kei kemudian pamit ke Aldo untuk pergi menemui Arfan, dengan alasan bahwa Kei ada urusan sebentar dengan Arfan, Aldo mengizinkan Kei tanpa banyak tanya. Kei pun membeli seulas senyum pada Aldo dan mulai berjalan menuju meja Arfan.
"kak," panggil Kei. Arfan menoleh, Kei langsung duduk tepat di hadapan Arfan.
"hm?" jawab Arfan sekenanya. "kenapa kakak nyuruh gue terima Aldo?" tanya Kei to the point. Arfan memasang wajah datar, sebenarnya Arfan enggang menjawab pertanyaan ini, namun ya bagaimana lagi, "karena lo suka dia," jawab Arfan singkat padat dan menohok Kei.
Dari mana Kak arfan tau gue suka sama aldo? Pikir Kei.
"dari mana kakak tau?" Arfan menantap Kei sebentar untuk memastikan bahwa memang benar pertanyaan itu ter-lontar dari mulut Kei.
"dari ..."
Heyya!! gaes, gue baru update nih, read yaa, makasih udah mau baca cerita gue yang semakin gaje ini. Hope you like my story. Don't forget to vomment.
Big hug for all my readers 😘
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Teen FictionSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)