I Like You

3.3K 150 27
                                        

Akeila POV

Gue sedang berada di dalam mobil Arfan, beberapa menit yang lalu Arfan datang dan menjemput gue untuk pergi ke pesta yang diadakan di rumahnya. Sebenarnya, pesta ini akan diadakan di rumah kak Enal, namun papa kak Enal ngga boleh. Jadi rumah Arfan lah yang menjadi sasaran.

Gue melirik Arfan sekilas, melihatnya yang sedang fokus menyetir membuat gue tersenyum kecil, astaga kenapa gue malah senyum sih! Gue kembali melirik Arfan dan lagi lagi tersenyum. Ah gue kenapa sih?!

Gue ngga boleh liat Arfan lagi, pokoknya ngga boleh! Tapi kenapa mata gue pengin liat Arfan terus, gue curiga jangan jangan Arfan menggunakan jimat terlihat tampan, makanya gue pengin liat dia terus. Umm ... Tapi tanpa jimat apa pun Arfan udah tampan sih.

'Dari depan aku tampan, dari samping aku tampan dari mana mana aku tetap tampan ...' tiba tiba lagu itu terngiang di kepala gue dan membuat gue tersenyum sambil menatap Arfan.

"gue tau gue ganteng," ucap Arfan secara tiba tiba dan membuat gue sadar kalo dari tadi gue menatapnya, astaga malu banget gue. Dengan cepat, gue mengalihkan pandangan.

Setelah itu gue hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Arfan, lagian gue mau bilang apa lagi? Mau cari alasan juga Arfan ngga bakal percaya, atau gue harus marah dan bilang 'ish percaya diri banget lo kak!' ah gue ngga bakal ngelakuin itu. Intinya gue memilih diam.

"tumben diam," Arfan berucap lagi dan membuat gue menoleh ke arah nya. "emang ngga boleh diam?" tanya gue spontan, karena cuma kalimat itu yang ada di kepala gue untuk membalas ucapan Arfan.

"boleh sih, cuman sedikit sepi kalau lo ngga ngomong," jawab Arfan sambil melihat gue sekilas.

Gue tersenyum kecil, "ya udah nanti gue ngomong deh kak."

Arfan menghentikan mobil nya tepat pada saat lampu merah menyala, "lo cantik," ucapnya dan membuat gue kaget. Arfan memang hebat membuat jantung gue balapan, gue langsung melihat ke arah Arfan dan tertawa garing untuk menutupi rasa malu yang tiba tiba saja muncul, "ahahaha makasih kak," jawab gue tepat pada saat Arfan kembali menjalankan mobil nya. Arfan tersenyum kemudian mengelus rambut gue. Wait! Gue ngga mimpi kan?

PACAR CUEK

Suasana pesta sudah terasa dari depan pintu rumah Arfan. Saat gue sudah masuk ke dalam rumah bersama Arfan, gue langsung melihat Karin dan Yumi sedang berada di dekat kolam renang. Gue tersenyum dan melambaikan tangan kepada mereka.

"kak, gue ke sana dulu ya," ucap gue pada Arfan yang tepat berada di samping gue.

Arfan melihat gue sebentar, "drees lo kependekan deh, mau ganti pakai punya mama gue nggak?"

Gue mengernyit dan melihat Little Black Dress yang gue kenakan, ini tidak terlalu pendek. Gue menggeleng dan hendak memprotes ucapan Arfan, namun Tasya datang mengenakan dress yang bahkan lebih pendek dari yang gue kenakan, kemudian dia menyapa Arfan.

"Hai Fan, dekorasi pestanya bagus. Selera lo keren," Tasya menampilkan senyuman manis nya sedangkan gue memutar bola mata jengah. Apakah dia harus selalu dekat dengan Arfan? Benar benar menjengkelkan.

Kemudian, gue melihat Arfan tersenyum kecil, "yang ngedekorasi ini Kei, bukan gue," jawaban yang Arfan lontar kan membuat gue tersenyum bangga. "senang deh, kalo kak Tasya suka dekorasi nya," ucap gue sambil menampilkan senyuman manis yang sebenarnya tidak ingin gue tampilkan.

"Fan, mau temenin gue bentar ngga? Temen gue belum pada datang nih," Tasya mengabaikan ucapan gue dan malah berucap sambil memegang tangan Arfan.

Astaga, gue emang ngga habis pikir sama nih orang, masa seenaknya aja pegang pegang tangan Arfan. Dengan kesal gue hendak melangkah pergi, namun Arfan menahan tangan gue.

"sorry ya Sya, gue harus pergi bareng Kei nih, ada hal yang harus di urus," ucap Arfan dan merangkul bahu gue, gue tersenyum mengangguk kemudian menatap Arfan dan mendapati jika dirinya sedang melihat dress yang dikenakan oleh Tasya. Dasar mesum!

Mendengar jawaban Arfan, Tasya langsung pergi sedangkan gue langsung melepaskan rangkulan tangan Arfan dari bahu gue.

"dasar mesum!" ucap gue sedangkan Arfan mengernyit bingung. "maksud lo?" tanya nya sambil menatap gue.

"gue tau, tadi kak Arfan ngeliatin dress nya kak Tasya yang super sexy itu kan," gue memasang wajah sebal. Sedangkan Arfan tertawa kecil. Kenapa dia tertawa? Apa yang lucu?

"lo cemburu ya? Lagian gue liat bentar kok. Dan gue senang aja, kalo baju lo ngga kependekan kayak dia. Gue lebih tertarik ke lo dari pada ke dia," balas Arfan.

Gue tersenyum, dan tiba tiba pipi gue terasa panas. Astaga! Gue blushing! Gue langsung menutup pipi gue menggunakan tangan kemudian pergi dengan jantung yang berdebar kencang. Dari belakang punggung gue, terdengar Arfan berbicara, "awas pipi nya makin merah nanti."

Gue hanya tersenyum. Hari ini gue harus ngungkapin perasaan gue ke Arfan. Pokoknya harus!

PACAR CUEK

Gue sedang asik mengobrol bersama Karin dan Yumi. Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, "gue ke Arfan dulu ya," ucap gue dan di iya kan oleh Karin dan Yumi.

Gue pergi menemui Arfan dan mengajak nya pergi ke tempat yang jauh dari keramaian.

Dan sini lah gue dan Arfan, berdiri berhadapan di halaman belakang rumahnya. "mau ngomong apa?" tanya Arfan yang membuat jantung gue berdebar kencang.

Ketika memikirkan kata kata yang akan gue ucapkan saja membuat tangan gue lemas dan perut gue terasa tergelitik. Bagaimana ini ....

Gue menatap Arfan yang juga tengah menatap gue. Gue menelan saliva dan membuka mulut. Lakukan lah Kei katakan kalau lo suka ke Arfan.

"gue mau bilang ...."

"mau bilang apa? Bilang aja," kata Arfan dengan santai nya, sedangkan gue sudah berkeringat dingin. Apakah sangat susah menyatakan perasaan ini? Argh!! Ayo lah katakan saja Kei katakan!!!

"gue itu, gue mau ... Sebenarnya gue ...."

Arfan menunggu lanjutan ucapan gue dan gue menarik napas perlahan kemudian menghembuskan nya.

"gue suka sama kak Arfan," satu kalimat itu gue ucapkan dalam satu tarikan nafas.

Gue menatap Arfan yang menampilkan wajah kebingungan, gue melihat jika dirinya ingin mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia hanya  diam dan menyisakan keheningan. Sekarang gue harus gimana? Jadi Arfan nenolak gue? Kenapa dia tidak menjawab?

Ahh kenapa gue harus bilang suka sih ke dia, seharusnya gue tau, ngga mungkin Arfan suka sama gue. Ini cuma buang buang waktu, lebih baik gue pulang dan merutuki kebodohan gue.

Beberapa menit telah berlalu, sekarang gue bener bener malu. Bahkan hingga sekarang pun Arfan masih diam, dan hanya menatap gue. Dia pasti menertawakan gue dari dalam hatinya. Dasar Kei! Dia ngga suka sama lo! Ngga akan pernah suka! Sadar Kei!

Karena perasaan sedih bercampur marah terhadap diri gue sendiri, gue langsung meninggalkan Arfan dan pergi untuk pulang ke rumah. Gue benar benar malu! Bahkan Arfan saja tidak menanggapi ucapan gue. Gue keluar dari rumah Arfan dengan terburu buru sambil menahan tangis.

Dengan langkah cepat, gue pergi meninggalkan rumah Arfan dengan berjalan kaki dan tidak sempat memesan taxi. Gue sudah terlanjur malu! Benar benar malu!









Heyyo gesss gue udah up. Semoga suka maaf kalo gaje ya. Gue bener berharap kalian bakalan suka.

Makasih yang udah baca dan berikan vomment. Kalian bener bener buat gue semangat. Jangan lupa vomment terus yaa makasih.

Bagi yang menjalankan ibadah puasa, semoga lancar yaa

Big hug 💙

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang