Lulus, satu kata yang paling di tunggu oleh beberapa siswa di akhir tahun sekolahnya. Begitu pula dengan Arfan, lulus dengan nilai yang sangat memuaskan benar benar menjadi kebanggaan tersendiri untuk dirinya.
Saat ini, Kei sedang berada di depan pintu rumah Arfan. Mendengar Arfan lulus dengan nilai tinggi membuat Kei senang dan berniat untuk mengucapkan selamat. Rencananya Kei akan mengucapkan selamat saat berada di sekolah tadi, namun ternyata Arfan sudah pulang duluan bersama teman temannya. Jadilah Sekarang Kei datang ke rumah Arfan sambil membawa beberapa makanan.
Kei menekan bel beberapa kali, tak lama kemudian Arfan membuka pintu dan mendapati jika Kei berada di hadapannya sabil tersenyum lebar.
"congratulation on your graduation," ucap Kei riang.
Arfan tersenyum tipis lalu memeluk Kei, "makasih," jawab Arfan.
Setelah melepas pelukan nya, Arfan mengajak Kei masuk ke dalam rumah dan mengarahkan Kei menuju ke kamarnya. Kei sedikit bingung, kenapa Arfan tidak mengajaknya untuk duduk di ruang tamu saja? Apa jangan jangan Arfan ingin melakukan ... Astaga tidak, itu tidak mungkin.
Kei menggelengkan kepalanya sambil menatap Arfan dengan waspada, Kei takut tiba tiba saja Arfan akan melakukan sesuatu kepadanya.
Arfan menolehkan kepalanya dan melihat Kei yang sedang memandangnya dengan tatapan was was. Melihat itu Arfan segera menghentikan langkahnya dan menyentil kepala Kei. "aw," ringis Kei yang kemudian menatap Arfan dengan kesal
Baru saja Kei ingin protes atas tindakan Arfan, namun Arfan telah mendahuluinya dan berucap, "pikiran lo harus di bersihkan. Banyak file kotor."
Arfan melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya, di ikuti oleh Kei yang menggerutu kesal.
"gue ngga bakal buat macam macam, lo tenang aja," sambung Arfan yang sekarang tengah membuka pintu kamar.
Kemudian, Arfan masuk ke dalam kamarnya dan berjalan menuju meja belajar tanpa menoleh ke arah Kei. "sorry agak berantakan, gue lagi beres beres kamar," Arfan berucap sambil mengemas buku yang berantakan.
Kei berdiri di dekat pintu dan mengangguk memaklumi, kemudian mulai mengamati kamar Arfan yang menurut Kei sangat keren.
Selesai mengemas buku, Arfan segera menoleh ke arah Kei dan melihat jika gadis itu masih setia berdiri di depan pintu. Arfan menghela nafas pelan, "lo kenapa masih berdiri di situ? Masuk aja," ucap Arfan.
Kei menuruti ucapan Arfan dan duduk di depan TV kamar. Kei melihat jika kamar Arfan masih berantakan, dan hati Kei tergerak untuk membantu Arfan beres beres kamar, "mau di bantuin ngga kak?" tanya Kei dan Arfan pun langsung mengangguk semangat. Siapa yang mau menolak bantuan secara gratis?
Sebenarnya Kei agak sedikit bingung dengan dirinya, kenapa mau saja membantu membereskan kamar Arfan, sedangkan kamarnya saja sangat jarang dibereskan, dan tentu saja bunda Kei lah yang akan membereskan kamarnya.
"kak, baju kak Arfan kok ada di sini sih?" tanya Kei ketika mengemas kasur Arfan dan menemukan baju Arfan.
"mungkin dia sembunyi," jawab Arfan asal.
"iya si, takut di pakai sama kak Arfan nih," balas Kei sambil menaruh baju itu di keranjang kain kotor.
"apa lo bilang?" Arfan menatap Kei sadis, sedangkan Kei yang ditatap seperti itu hanya cengengesan.
Menit demi menit terus berlalu, Arfan dan Kei benar benar bekerja sama membereskan kamar Arfan tersebut. Hingga pada akhirnya semuanya selesai. Arfan terduduk di kasur dan memandang Kei yang sedang sibuk dengan ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Teen FictionSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)