Suka?

3.8K 150 10
                                        

Sore tadi, saat mengantar Kei pulang Arfan meminta Kei ikut  dengannya untuk menjenguk tante Rere. Dan saat ini di sini lah mereka di ruangan rawat tante Rere. Arfan duduk di sebuah sofa di dalam ruangan tersebut sedangkan Kei duduk di kursi yang terletak tidak jauh dari Arfan.

Suasana di dalam ruangan tersebut sangat hening. Namun Kei teringat ingin menanyakan sesuatu kepada Arfan. Kei melirik Arfan yang sibuk dengan laptop yang berada di pangkuannya. "kak lagi ngapain?" sebelum menuju ke pertanyaan inti, Kei mencoba berbasa basi.

"lagi ngerjain tugas."

Melihat Arfan yang sangat fokus menatap laptop di hadapannya membuat Kei membatalkan keinginannya untuk bertanya. Tak lama kemudian Arfan menaruh laptop nya dan menatap Kei yang berada tak jauh darinya. "kenapa emang nya?" tanya Arfan yang membuat Kei bingung.

"kenapa apa?"

"kenapa lo nanya gue lagi ngapain tadi? Pasti ada yang mau di omongin kan?" Kei menyengir lalu mengangguk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Arfan. "tumben peka," gumam Kei.

"jadi lo mau ngomongin apa?"

"kak Arfan kemarin ke rumahnya Yumi ya kak?" tanya Kei dengan nada pelan. Arfan terdiam, mencoba memperbaiki cara duduk nya dan memasang tampang tidak peduli.

"iya gue ke sana," dengan cuek Arfan menjawab pertanyaan Kei.

Kei mencoba menahan senyum, "oh ngapain kak Arfan ke rumah Yumi?" tanya Kei lagi.

Kini Arfan tidak menjawab, dia hanya menaikkan kedua bahunya. Kei cemberut dan mendekat duduk di samping Arfan.

"jawab dong kak, kak Arfan kenapa ke rumah Yumi?"

Arfan menoleh ke arah Kei dan menaikkan alis kanannya, "bukan urusan lo," Arfan menjauh dari Kei dan melirik Kei yang tetap pada posisinya.

Kei dengan otak cerdasnya kini berpikir keras mengenai sikap Arfan yang kadang baik dan kadang jadi ... Dingin dan cuek seperti ini. Kei mengira apa Arfan memiliki dua kepribadian? Atau Arfan hanya baik saat waktu tertentu? Kei benar-benar tidak mengerti tentang Arfan.

PACAR CUEK

Hari ini sesuai rencana, Karin telah mengatur cara untuk mendamaikan Kei dan Yumi. Pukul empat sore, Karin dan Kei  sudah duduk di sebuah kafe dan menunggu Yumi. Setelah lima belas menit berlalu, Kei melihat Yumi datang.

Yumi duduk di hadapan Kei tepatnya di samping Karin. "udah lama nunggu?" tanya Yumi. Kei hanya terdiam, bingung bagaimana menjawab pertanyaan Yumi, karena menurut Kei ini sedikit ... Canggung.
 
Mengerti akan keadaan, Karin segera menjawab, "lumayan sih, lo dari mana? Kok telat?"

"tadi gue pergi ke mall temenin mama gue," jawab Yumi.

Kei hanya mengangguk mendengar jawaban Yumi, sedangkan Karin sedang memberikan kode kepada Yumi untuk segera meminta maaf kepada Kei.

Sebelum mengajak Yumi datang ke kafe, karin telah berdiskusi dengan Yumi agar Yumi segera berbaikan dengan Kei. Dan Yumi pun setuju, karena jujur saja Yumi benar-benar merasa bersalah kepada Kei.

Kei mencoba memperbaiki posisi duduknya. Se detik kemudian Yumi berdeham, sehingga Kei dan Karin memfokuskan pandangan mereka ke Yumi.

"Kei gue minta maaf."

Mendengar permintaan maaf yang terlontar dari Yumi, Kei tersenyum lega, ternyata situasi canggung ini akan berakhir. "gue juga minta maaf sama lo Yum, gue memang salah ngga pernah tau perasaan lo."

Kini, Yumi dan Karin lah yang memancarkan senyuman lebar. Mereka sangat senang hubungan persahabatan mereka akan kembali seperti semula. "sekarang, kita lupain semuanya bersahabat seperti semula," ucap Yumi sambil mendekat dan memeluk Kei disusul oleh Karin. Kei sangat senang, karena saat ini semua bebannya terasa hilang dan lenyap seolah di telan kebahagiaan.

Setelah beberapa detik berpelukan, Yumi melepaskan pelukannya, "semua ini karena Karin sama kak Arfan Kei, gue sadar setelah kak Arfan bilang 'masa cuman gara-gara rasa suka, hubungan persahabatan kalian yang udah lama banget harus kandas' setelah dia bilang begitu, gue langsung malu sama perbuatan gue Kei. Gue pengin banget kita kek dulu lagi," Yumi berucap secara panjang lebar dan membuat Kei berpikir mengapa Arfan melakukan ini semua untuknya? Apa Arfan kasihan padanya?

"yang udah terjadi biarin aja, kita tetap sahabat kok," Kei tersenyum ke arah Yumi.

Karin yang sibuk melihat drama persahabatan tersebut menoleh ke arah pintu kafe dan melihat Arfan dan temannya memasuki kafe. "Kei, ada Arfan tuh"

Kei segera menoleh ke arah pintu masuk dan melihat Arfan tertawa bersama teman temannya. Melihat Arfan tertawa membuat Kei secara otomatis tersenyum.

"balas senyuman adek dong bang," goda Karin yang melihat Kei tersenyum ketika  Arfan masuk ke kafe. sedangkan yang di goda memasang tampang cemberut nya disusul oleh gelak tawa Karin yang cetar melihat ekspresi Kei.

Jujur saja, sekarang perasaan Yumi ke Arfan sudah hilang total. Yumi hanya ingin fokus ke pelajaran dan sahabatnya.

"btw Kei, lo ngga ada perasaan gitu ke arfan?"

Pertanyaan dari Karin membuat Kei kebingungan untuk menjawabnya. Kei tidak tau apakah dia mempunyai rasa suka ke Arfan atau tidak. Huh! itu sungguh membingungkan.

"gue bingung, kadang gue nyaman aja gitu kalo dia baik ke gue, kadang pas dia cuek gue merasa kesal ,cuman di balik cuek nya itu, dia selalu buat hal yang ngga pernah gue duga. Yang selalu buat gue senyum. Pernah sih gue muji dia ganteng dalam hati, tapi gue nggak pernah bilang secara langsung  nanti giginya ngembang lagi. Jadi menurut kalian gimana? Itu bukan suka kan?"

"ya perasaan lo itu masih di antara suka dan tidak, ya bisa di bilang masih ngambang kayak tai. Mungkin aja bentar lagi suka."

Kei terdiam memikirkan bagaimana jika dia suka ke Arfan? Mana mungkin Arfan suka padanya, sedangkan gadis yang lain masih banyak yang lebih cantik darinya.

Kini Kei memperhatikan Arfan yang sibuk bercanda dengan temannya. Harapan Kei, Arfan bisa selalu tertawa lepas seperti itu dengannya. Namun itu hanya harapan.

Kei tau, tidak masalah jika dirinya menyukai Arfan. Karena Kei tidak bisa menghentikan perasaannya. Soal perasaan Arfan untuknya itu tidak penting. Jika patah hati, Kei tidak masalah karena itu resiko untuk menyukai seseorang. Jika tidak ingin patah hati, tidak usah punya perasaan ke siapapun. Karena patah hati itu tidak gampang obat nya. Cara untuk menyembuhkan patah hati yaitu, 'Cari yang baru dan buat diri fokus ke hobi' itu lebih baik dari pada harus merana sendirian.









Heyooo gaess. Gue kembaliiiii maaf maaf maaf maaaf maaf maaf maaf maaf gue selalu telat up. Kemaren udah mau pusblish cuman ke delete. Di situ gue kesel bangett. jadi ini baru gue buat tadi maaf banget yaa

Kalian pasti kesel sama gue. Tapi tugas ngga pernah berhenti menghampiri gue. Apalagi kalo udah mikir tugas mtk, jadi pengin garuk dinding gue. Gue tau di part ini gaje banget. jadi gue minta maaf banget.

Oke maaf gue banyak omong

Love you 💙

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang