Tunangan

2.3K 116 6
                                        

Satu tahun telah berlalu, kini Kei sudah menjadi seorang mahasiswi di universitas yang  sama dengan Arfan.

Saat ini Kei sedang menatap wajahnya di depan cermin. Secara tak sadar, Kei tersenyum mengingat acara hari ini, hari di mana ia akan bertunangan dengan Arfan. Seorang laki laki bernama Arfan yang dulunya selalu membuat dirinya kesal.

Menjalin sebuah hubungan yang berawal dari paksaan hingga sampai pada titik ini bukan lah hal yang mudah. Tentunya banyak bahagia dan tak sedikit pula ada luka seperti munculnya salah paham, perasaan kesal, cemburu dan rasa lainnya yang tak dapat di ungkapkan hanya dengan kata.

Kini Arfan tak berubah banyak, dia tetap cuek dan dingin pada orang lain yang belum terlalu ia kenal, tapi beda cerita dengan Kei, kini Arfan sudah mulai manja, mulai sering tertawa dan secara terang terangan memberikan perhatian pada Kei.

"Kei sudah siap kan?" tanya bunda Kei sambil tersenyum hangat.

Kei mengangguk dengan mantap disertai senyuman. "semoga acara hari ini berjalan dengan lancar," bunda Kei segera memeluk singkat putrinya. Kei membalas pelukan dari bundanya.

Sebenarnya Arfan lah yang mengusulkan agar melaksanakan acara pertunangan ini, Arfan sungguh tak sabar untuk menjadikan Kei sebagai istrinya. Dan Kei mau saja karena Kei sudah sangat tidak suka melihat banyak perempuan yang selalu mendekati Arfan.

"ayo," bunda Kei segera memperbaiki riasan serta gaun berwarna putih yang Kei kenakan. Kemudian mereka bersiap untuk melangkah dan bertemu dengan Arfan serta keluarga Arfan.

PACAR CUEK

Arfan masuk ke dalam rumah Kei dengan senyuman yang mengembang. Setelan jas yang ia gunakan benar benar menambah karisma nya. Tak urung, Danu dan juga Rere selaku orang tua Arfan juga selalu memancarkan aura kebahagiaan.

Acara pertunangan memang dilaksanakan di rumah Kei, dan mereka hanya mengundang orang orang terdekat saja. Untuk dekorasi, Kei dan Arfan memilih dekorasi yang sederhana saja, ini semua mereka lakukan karena mereka tidak mau terlalu bermewah mewahan. Bagi mereka yang terpenting adalah kenangan dan moemen bahagia mereka. Itu sudah cukup bagi mereka.

Rumah Kei sudah ramai oleh kerabat kerabat dari kedua belah pihak. Di sudut ruangan, ada Enal dan Rendy yang berdiri dengan senyuman bangga melihat dekorasi yang telah mereka kerjakan. Ya walaupun mereka hanya membantu untuk menata bunga, tapi mereka sudah sangat bangga dengan hasil karya mereka.

"ini benar benar keren," ucap Rendy sambil tersenyum.

"lain kali gue bisa jadi penata bunga," sambung Enal lagi.

Sementara itu, sedari tadi Karin terus terusan menatap wajah Enal, "serius, kak Enal ganteng banget," puji Karin yang sibuk memandangi Enal.

Yumi yang berada di samping Karin langsung tertawa, "tapi dia kayak nya lagi  ngga suka sama siapa siapa deh," ungkap Yumi.

"ya makanya itu kesempatan gue Yum," Karin semringah. "Zaki gimana dong?" Yumi tertawa geli mendengar pertanyaannya sendiri. Mendengar nama Zaki, Karin langsung cemberut, "ambil aja buat lo," balas Karin sewot.

Beberapa menit kemudian, Kei turun dari tangga rumahnya menuju tempat di mana acara pertunangan dilangsungkan. Semua mata langsung tertuju padanya, termasuk Arfan.

Kei berjalan dan duduk di samping Arfan. "cantik," bisik Arfan dan membuat pipi Kei memerah. Hanya satu kata yang Arfan berikan namun membuat Kei menjadi salah tingkah. Setelah memuji Kei, Arfan tak henti hentinya menatap wajah Kei yang berada di sampingnya.

Kei benar benar gugup sekaligus takut membayangkan jika ada noda atau apa pun yang menempel di wajahnya dan membuat Arfan ilfeel. Kei berdoa semoga saja wajahnya dalam kondisi aman.

Acara pertunangan pun di mulai, serangkaian acara telah berlangsung dan waktunya untuk pertukaran cincin.

Arfan memasangkan cincin tersebut di jari Kei, begitu pun sebaliknya. Setelah selesai, Arfan langsung memeluk Kei dengan senyuman yang merekah. Arfan benar benar bahagia, dulu mungkin dia pernah jatuh cinta sesaat tapi saat ini dia benar benar sudah sangat jatuh cinta pada Kei. Entah kapan dia mulai merasakan hal ini, Arfan sungguh tak tau. Yang jelas dia sudah mencintai Kei.

Orang tua Arfan dan Kei sangat bahagia melihat anak mereka bahagia. Danu kini bersyukur karena istrinya sudah sehat seperti semula dan mendapatkan calon menantu seperti Kei. Begitu pula dengan Zakky selaku papa Kei yang juga sangat bahagia melihat Putri yang ia sayangi tersenyum dengan bahagia.

Karin dan Yumi terus terusan tersenyum menatap Arfan dan Kei yang sangat serasi.
"gue jadi pengin," ucap Yumi. "sama gue juga pengin, lama lama bosan juga gue jomblo," balas Karin yang menatap Kei dan Arfan dengan muka mupeng.

"gimana kalo lo sama kak Enal, gue sama kak Rendy?" Yumi berucap dan memberikan usulan. Karin terlihat berpikir sebentar, "tapi kan Rendy playboy, lo mau ditigain? Eh maksud gue di seratusin?" Karin menatap Yumi dengan bingung.

"lo tenang aja, kalo sama gue kak Rendy pasti insaf, dan lo urus aja kak Enal," ucap Yumi. Dan karin langsung setuju dengan menyengir. Mereka telah membuat rencana penaklukan, benar benar aneh. Tapi apa Enal bakal luluh sama Karin?  Hmm gue ngga yakin sih, tapi kalo Rendy pasti mau mau aja sama Yumi. Masalahnya itu, bisa atau tidak Yumi menjadi satu satunya bukan salah satunya di hati Rendy wkwk.

Enal dan Rendy sibuk menata rambut mereka yang cetar badai, tak lupa mereka terus tersenyum melihat Kei dan Arfan yang sangat cocok. "Kei cantik banget," ucal Rendy sambil menatap Kei. "ingat itu udah punya Arfan," sanggah Enal.

Rendy menggerutu tak jelas kemudian kembali berucap, "Arfan juga terlihat beribawa pake jas begitu."

"nah makanya itu mereka serasi," balas Enal sambil menatap seorang gadis yang menurutnya menarik.

"emang kalo Kei sama gue ngga serasi ya?" tanya Rendy bingung. Enal mendengus nafas pelan kemudian menjawab, " bukan ngga serasi cuma ngga cocok aja."

Rendy mengumpat kemudian kembali tersenyum menatap Arfan dan Kei yang sedang berbahagia.

PACAR CUEK

Sekarang, Kei dan Arfan tengah melihat para tamu yang sedang memakan hidangan. Mereka tersenyum dan Arfan segera menggenggam tangan Kei. "sekarang masih calon istri, beberapa tahun lagi udah jadi istri," Arfan menggenggam tangan Kei dengan erat.

"makasih kak," ucap Kei sambil tersenyum.
"makasih juga Kei, lo udah jadi warna di masa SMA gue sekaligus bakal jadi warna di masa masa gue nantinya," Arfan tersenyum dan menatap langsung ke manik mata Kei.

Tentunya, masa yang akan datang tidak akan mudah dilewati, tapi Arfan dan Kei sudah yakin untuk melewatinya secara bersama sama. Dan mereka percaya, jika ingin hubungan tetap awet, caranya hanya saling terbuka dan saling percaya.

Semua bisa dilewati asalkan tak pernah mengucapkan kata bosan. Semua bisa berjalan lancar dengan berdoa dan selalu yakin dengan rencana yang Allah berikan.

Kei dan Arfan sudah percaya, jika semua yang berawal dengan ketidakpaksaan belum tentu buruk. Contohnya mereka, mungkin di awal terasa berat, namun,  jika tetap konsisten untuk menjalankannya semua bisa saja berubah, dan ayolah! Tidak ada manusia yang tau tentang takdir mereka. Yang terpenting hanyalah menerima dan menjalankan takdir tersebut dengan hati yang ikhlas.







Heyyoo gaes! Gue up nih makasih udah kasih Vote dan Comment. Ngga kerasa cerita ini bakal tamat satu chapter lagi. Ayoo Kasih Vomment lagi yaa. Vomment kalian bener bener buat gue semangat. Makasih banget ya^^

Semoga sukaa^^

Big hug 💙

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang