Jebakan

2.3K 113 20
                                        

Mobil Arfan berhenti tidak jauh dari rumah Tasya. Setelah sampai, Rendy segera keluar dari mobil untuk masuk ke rumah Tasya.

Sebelum masuk ke dalam gerbang rumah Tasya, Arfan, Rendy serta Enal telah membuat rencana. Arfan dan Rendy melakukan panggilan telepon, lalu panggilan telepon itu akan di biarkan saja, sehingga Enal, Kei dan Arfan dapat mendengarkan obrolan antara Rendy dan Tasya.

Rendy bilang, jika dia mematikan sambungan telepon, itu tandanya Arfan, Enal dan Kei harus datang untuk menghampirinya.

Semua sudah berada di posisi, Rendy mulai melangkah sambil menggenggam ponsel, lalu ia sampai di depan pintu rumah Tasya. Kemudian dia menekan bel dan tak lama keluar Tasya sambil memakai baju tidur. "loh Rendy, kenapa?" tanya Tasya heran. "ini gue mau cerita Sya," jawab Rendy.

Arfan, Kei dan Enal mendengarkan semua obrolan Rendy dengan Tasya, mereka berusahan untuk tidak membunyikan suara apapun. Mereka diam dan fokus dengan obrolan Rendy.

"ya udah ayo sini masuk," ucap Tasya yang mempersilakan Rendy masuk.

"duduk di luar aja deh Sya, gue lagi butuh udara segar," Rendy menyengir, melihat hal itu Tasya mengernyit kemudian menuruti keinginan Rendy.

Mereka duduk di bangku depan rumah Tasya. "lo mau cerita apa?" tanya Tasya. "eh bentar deh, lo mau minum apa? Biar gue ambilin," Tasya berucap lagi.

Rendy kembali menyengir, "ngga usah Sya, gue cuma mau cerita," tolak Rendy halus. Tasya mengangguk dan segera meminta Rendy untuk bercerita.

Rendy masih tetap menggenggam ponselnya dan mulai bercerita.

"Arfan sama Kei tadi habis berantem besar besaran," Rendy mulai bercerita. Tasya memasang tampang kaget dan pura pura prihatin.

"beneran? Terus mereka gimana?" tanya Tasya.

Rendy menatap wajah Tasya untuk melihat ekspresi Tasya, dapat Rendy lihat jika Tasya seperti benar benar khawatir.

"iya begitu deh, tapi gue senang mereka berantem," bohong Rendy yang sengaja memancing Tasya untuk masuk dalam jebakannya.

"hah? Lo senang?" kaget Tasya.

Rendy mengangguk, "lo jangan bilang siapa siapa ya, sebenarnya gue suka Kei, tapi Arfan malah jadian sama Kei. Gue sakit hati banget, dan berniat buat menghancurkan hubungan mereka, tapi ternyata udah ada orang yang melancarkan niat gue, seandainya gue ketemu sama orang itu, gue pasti benar benar akan berterimakasih," Rendy berucap panjang lebar.

Hal itu membuat Tasya makin kaget, "yang lo bilang tadi itu serius?" tanya Tasya yang masih tidak percaya. Rendy mengangguk mantap sebagai jawaban.

"tapi kan lo teman Arfan ..." kata Tasya.

"gue tau Sya, tapi gue juga sakit hati ngeliat Arfan bareng Kei. Gue mungkin memang playboy tapi semenjak gue liat Kei gue berinisiatif buat berubah," balas Rendy yang memasang wajah sedih.

Arfan dan Enal sedang mendengarkan ucapan Rendy yang  terdengar sangat ngawur, mereka sedari tadi mencoba menahan tawa mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Rendy. Sedangkan Kei hanya diam dan berekspresi datar, namun dalam hati Kei, dia tengah mati matian menahan tawa dan mencoba mengatur ekspresinya.

Sementara itu, Tasya terlihat sudah masuk ke dalam jebakan Rendy, dia prihatin dengan keadaan Rendy dan mencoba berterus terang. "gue mau jujur Ren," ucap Tasya.

"jujur apa Sya?" tanya Rendy yang tetap memasang tampang untuk dikasihani.

Tasya terdiam sebentar, kemudian dia menarik napas dan berucap, "gue suka sama Arfan, dan gue juga kesal pas tau dia sama Kei, waktu itu gue yakin Arfan pasti ngga suka sama Kei, tapi lama kelamaan gue sadar, kalo ternyata Arfan suka ke Kei," Tasya memberi jeda pada penjelasan nya. Mendengar itu Rendy pura pura kaget dan ikut prihatin dengan kondisi Tasya.

"wah ternyata kita kayak sad boy dan sad Girl, gimana kalo kita jadian aja?" Tasya mengernyit kemudian tertawa kecil menanggapi ucapan Rendy. Sifat playboy nya masih melekat walau di kondisi apa pun.

"haha ada ada aja lo Ren, tapi gue punya suatu rahasia tentang Kei dan Arfan," Tasya menunduk dan diam.

"rahasia apa?" pancing Rendy yang mulai mencium aroma keanehan dari ucapan Tasya.

"sebenarnya gue yang buat mereka berantem, itu semua gue lakukan karena gue kesal ke Arfan dan juga ke Kei," Tasya mengaku dan membuat Rendy membulatkan mata kaget. Secepat kilat, Rendy mematikan sambungan telepon.

Sementara itu, Arfan, Enal dan Kei langsung keluar dari mobil dengan kondisi yang masih kaget setelah mendengar pengakuan dari Tasya. Mereka bergegas masuk ke dalam gerbang rumah Tasya yang tidak di kunci itu dan langsung menemui Tasya yang sedang duduk bersama Rendy.

Tasya kaget melihat Arfan datang bersama Kei dan Enal. "loh Ren kenapa mereka di sini?" Tasya bingung dan tidak dapat berpikir panjang. Dia terlihat panik dan tidak karuan, takut jika Arfan mendengar pengakuannya tadi.

"suprise!" teriak Rendy garing. Tasya panik dan berniat untuk masuk ke rumah. Namun Enal memegang pergelangan tangan Tasya dan membuat gadis itu terdiam.

"jadi lo yang buat gue sama Kei berantem?" tanya Arfan dingin.

"kalian jebak gue? Dasar!" Tasya mengabaikan pertanyaan Arfan dan berteriak kesal.

"gue ngga nyangka lo bisa berbuat seperti ini Sya, gue kira lo itu baik ternyata ... Lo licik," Arfan menatap Tasya tajam. Melihat Arfan penuh dengan emosi, Kei segera mengusap lengan Arfan, mencoba menenangkan. "udah kak, yang pentingkan kita udah tau kalo ini cuma salah paham dan kak Tasya juga pasti menyesal dengan perbuatannya," Kei berucap sambil berusaha memaafkan. Namun jika boleh jujur, Kei masih belum bisa melupakan perbuatan jahat Tasya kepadanya.

Namun Kei sadar, kalau semua itu telah terjadi, itu juga tidak akan dapat disesali olehnya. Yang terpenting bagi Kei adalah Kei tau kalau Arfan benar benar suka padanya.

Arfan melihat Kei, kemudian dia beralih melihat Tasya, "Kei benar, gue bakalan maafin lo, tapi gue ngga bakalan bisa bersikap seperti biasa ke lo, gue harap lo bisa menyesal dengan tindakan lo," Arfan pergi sambil menggenggam tangan Enal.

"woy! Ini tangan gue!" teriak Enal yang geli melihat adegan Cool Arfan yang gagal.

"eh, salah," Arfan memasang tampang datar dan langsung menggenggam tangan Kei sambil menahan malu.

Tasya yang hendak menangis malah menjadi tersenyum dan menyadari segala kesalahannya.

Setelah Kei dan Arfan pergi, Enal segera melihat wajah Tasya yang sedih. "gue tau perasaan lo Tasya, tapi ini memang yang tebaik, di luar sana banyak orang yang bakalan suka sama lo, gue akui lo itu cantik dan pintar, tinggal lo perbaiki aja sikap lo," Enal menepuk pundak Tasya.

"gue minta maaf Sya udah ngejebak lo, gue cuma mau nolong hubungan Arfan sama Kei, lo cantik jadi lo harus bahagia walau bukan Arfan pasangan lo," Rendy tersenyum dan mencoba menguatkan Tasya.

Mendengar ucapan dari Rendy dan Enal, Tasya tersenyum tulus dan berterimakasih. Tasya sadar jika dirinya salah. Dan juga Tasya akan mencoba menjadi pribadi yang baik.

Walaupun Tasya telah berbuat jahat, namun Enal dan Rendy pun mengerti perasaan Tasya. Jadi mereka tidak boleh men judge Tasya begitu saja.

Sekarang semua masalah telah selesai, Rendy dan Enal kembali menuju tempat Arfan memarkir kan mobil. Namun yang mereka dapati adalah kosong. Tidak ada mobil Arfan yang ter parkir lagi.

"Arfan kampret! Kita di tinggal!" teriak Rendy frustrasi. Sementara Enal memasang wajah kesal.


Heyyoo gue up nih! Semogs suka. Dan maaf kalo kurang nyambung gitu. Terimakasih yang udah comment dan vote.

Jangan lupa vote lagi yaa:*

Big kiss 💙

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang