"Kei, Aldo nyariin nih," tiba tiba Karin kembali entah dari mana dan membawa Aldo. mau apa lagi? Haduh tobat gue punya dua pacar!
Gue menatap Aldo lalu bertanya kenapa dia ke sini. Emosi gue udah stabil dan juga gue ngga boleh cemburu berlebihan seperti itu ke Aldo nanti dia bisa ilfil ke gue. "Maaf deh Kei, tadi tuh aku cuma mau buat kamu cemburu aja, ngga ada maksud lain kok," ucap Aldo lalu duduk di depan gue, di susul juga oleh Karin yang langsung menagih nasi goreng nya. Ni bocah emang susah di ajak kompromi orang lagi punya masalah dia malah minta nasi goreng nya.
"nih nasi goreng lo kan masih bagus, makan aja gih," Gue menyodorkan nasi goreng yang sudah Karin tinggalkan tadi saat Arfan datang. Karin menatap gue tajam, "beliin yang baru, yang ini udah ngga enak," tolak karin, lalu menagih nasi goreng yang baru. Ya ampun bocah! gue kan mau nyelesain masalah sama Aldo, tapi malah ngurusin nasi goreng. Gimana sih!
Baru saja gue hendak berdiri dan memesan nasi goreng yang baru untuk Karin, namun Aldo memanggil nama gue. Gue menoleh "maafin gue ya? Ya? Maafin dong Kei, lo ngga berencana mutusin gue kan?" gue menahan tawa mendengar pertanyaan Aldo, padahal gue ngga kepikiran sampai mau mutusin dia. Gue kembali duduk.
Senyum tipis terukir di bibir gue, "aku maafin kok, lain kali jangan begitu lagi, kan aku nya cemburu terus juga aku ngga ke pikiran mau mutusin kamu kok," ucap gue dan terlihat aura kelegaan dari wajah Aldo.
"ekhem! Enak ya ngga ada nyamuk yang gigit, orang gue nya udah jadi obat nyamuk di sini. Nasi goreng gue jangan lupa woi! Bentar lagi bel bunyi nih," Ahh Karin mengganggu momen baikan gue aja. "dasar cerewet huh!" gue berdiri dan hendak melangkah, namun Aldo mencekal tangan gue. Gue mengernyit bingung Ada hal apa lagi?
"biar aku yang beliin deh nasi goreng nya, kamu mau juga Kei?" tanya Aldo, gue kembali duduk. Ah Aldo baik banget hehehe. "aku mau minum es teh lagi aja deh, makasih ya Al," Aldo mengangguk lalu tersenyum manis dan pergi memesan. "uh so sweet deh," Karin menyengir lalu mengusap pipi nya sendiri.
"lo ngapain? Makanya jadian sono sama Zaki biar ngga kesepian," canda gue yang mendapat hadiah pelototan mata dari Karin. Ahhh bunda Karin kalau begitu nyeremin!! Kayak hantuu hiiii!!! Gue menyengir lalu menoel hidung Karin.
"aaaa!!! Kei!!! Hidung gue mahal tauuu!"
"hahahahaha rasain makanya jangan melotot kayak gitu, serem tau!"
PACAR CUEK
Author POV
Jam menunjukkan pukul 7 malam. Kei sudah bersiap-siap dan sedang menunggu Arfan di depan gerbang rumahnya. Kei mengenakan dress se lutut berwarna hijau yang ber motif bunga, dan tidak lupa memoles kan makeup tipis di wajahnya. 3 menit berikutnya Arfan datang dengan mengendarai mobil nya. Kei masuk ke dalam mobil dan segera memasang seatbelt.
"ada yang ketinggalan nggak?" tanya Arfan yang tengah fokus menatap ke depan. Uh Arfan benar benar tidak ingin menatap Keila, ntah mengapa Arfan sangat terpesona saat Kei ingin masuk mobil tadi.
'sial! Gue mikir apaan si? Ngga mungkin seorang Arfanda suka dengan cewek kayak Akeila uh ngga mungkin!' batin Arfan terus berkecamuk.
"ngga ada yang ketinggalan kok, ayo berangkat!" ungkap Kei, Arfan mengangguk sebagai jawaban. Arfan melirik Kei yang sibuk dengan ponsel nya. Suasana di mobil sangat hening, Arfan dan Kei bukan seperti seorang pasangan. Tapi lebih seperti orang asing dalam satu mobil. Ah atau seperti supir dan majikan?
Arfan melirik Kei sekali lagi, entah kenapa mata Arfan tidak ingin berpaling sedikit pun dari Kei. Dan apa itu? Eh? 'Dress Akeila terlihat sangat pendek' pikir Arfan lalu mulai membuka suara. "dress lo ngga ada yang lebih panjang apa?" sinis Arfan kepada Kei.
Kei yang sibuk ber kutat dengan ponsel nya mulai menoleh ke arah Arfan "ada sih, emang nya kenapa?" tanya Kei bingung. Arfan memutar bola matanya malas, "kenapa ngga pakai yang lebih panjang aja? Temen gue itu pada mesum, lo sih ah! kependekan itu," gerutu Arfan tidak karuan. Akeila menatap bingung Arfan, apanya yang kependekan sih? Orang cuma sedikit di atas lutut kok, pikir Kei bingung.
"ya kan gue ngga tau temen kakak pada mesum, lagian ini ngga kependekan banget kok."
CITTT!
Arfan menghentikan mobil mendadak, terdengar bunyi decitan yang nyaring. Arfan menatap Kei tajam, Kei menelan ludah setelah menatap wajah Arfan, terlihat seram uh! Padahal tadi Kei ingin protes karena Arfan berhenti mendadak, namun setelah melihat muka Arfan nyali Kei langsung menciut.
Arfan mendekatkan wajah nya pada wajah Kei. Kei menyengir sambil menatap seram Arfan. 'ini kakel (kakak kelas) mau ngapain gue sih? Gue kan masih polos njir! Ah ini kenapa wajah ganteng nya makin dekat sihh? Jangan bilang dia mau nyium gue. Bunda jangan biarkan First kiss Kei di embat si muka datar, huwaaa! Bunda!' batin Kei terus mengoceh tiada henti. Arfan menyentuh dagu Kei lalu mengangkat nya perlahan.
Deg!
Jantung Kei tiba tiba berdetak makin Kencang. Kei meilhat jika Arfan memejamkan mata uhh Akeila menjadi tidak karuan memikirkan first kiss nya di curi Arfan. 'gue harus gimana nih? apa gue dorong aja yaa?' pikir Kei cemas. Se detik kemudian Arfan membuka matanya, masih dengan memegang dagu Kei, Arfan berucap, "lo bilang ini ngga kependekan? Lo itu pacar gue! Dan waktu gue lihat lo pakai pakaian pendek begini dan ingin bertemu sahabat gue yang mesum nya tingkat akut apa gue ngga khawatir?" Arfan menatap Kei, menunggu perkataan yang akan terlontar dari mulut, kei. 'Arfan bilang gue pacarnya? Dia khawatir ke gue? Tapi kenapa? apa jangan jangan? Damn! Gue ngga boleh mikir yang aneh-aneh' Ucap Kei dalam hati.
'apa gue banyak bicara ya? Sampai Kei jadi diam begitu?' pikir Arfan penuh selidik. Kei masih terdiam, bagaimana bisa Arfan yang dingin dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar bisa mengomel seperti itu? Apa Arfan salah makan? Atau ada yang berikan Arfan ramuan jadi baik?, tebak Kei dalam hati.
"uh ..." Arfan mundur dan kembali ke tempat nya semula. "sorry gue lagi pengin marah aja, jadi gue protes baju lo, dan juga jangan baper yang tadi gue cuma ... Iseng, ngapain juga gue protes baju lo," alibi Arfan lalu mulai menjalankan mobil nya lagi. 'idih dasar kulkas jalan, lagian siapa juga yang mau di protes sama lo. Ntar gue bales lo, sekarang sih gue diam aja dulu. Tapi nanti jangan harap lo bisa bebas dari gue bwahahahaha (ketawa jahat)' batin Keila bersorak riang.
"kak besok gue mau ketemu tante rere," ucap Kei, Arfan menoleh. "hm," hanya itu respons Arfan. Kei menatap Arfan geram "dasar cowok ngga peka," gumam kei pelan. Arfan hanya diam dan tidak lagi merespons Kei. 'uh memang ngga peka ya bilang kek iya, gue anterin besok atau bilang oh oke kita pergi sama sama, Lah ini malah cuma hm doang, emang ya realita lebih kejam dari ekspektasi.' batin Kei terus menggerutu.
TRING!
Suara chat masuk dari ponsel Kei. Kei segera membuka chat yang ternyata dari Aldo.
Aldo:
Kei mau makan malam sama aku?
Kei:
Eh, aku ngga bisa al, lagi ada acara sama kak Arfan.
Aldo:
OKE, kak Arfan yang saudara kamu itu kan?jangan ngelakuin yang aneh aneh ya, i trust you baby. Don't late back to home:*
Kei terdiam, sebegitu percaya nya Aldo pada Kei, Kei takut jika Aldo akan tahu semua kebenaran nya.
Kei tak lagi membalas chat Aldo. "i love you," gumam Kei menatap ponselnya.
"ha?" kaget arfan yang mendengar gumaman Kei.
Hay guys, gue up nih. Semoga kalian suka ya. Maaf jika masih terkesan gaje. Eh btw gue kok jadi geli ya pas si Kei sama Aldo pakai aku-kamuan.
Oke selamat menjalankan ibadah puasa, bagi yang menjalankan. Jangan lupa vomment. Thank you all
See you in the next chapter
Emuuuach :*
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Roman pour AdolescentsSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)