Gue dan Arfan baru saja keluar dari rumah sakit tempat tante Rere dirawat. Ada satu kabar yang membuat Arfan tak henti hentinya tersenyum. Kabar itu dari dokter yang menyatakan jika kondisi tante Rere mulai membaik.
Arfan sangat bahagia dan tentu saja gue ikut bahagia ini kabar yang baik. Sangat menyenangkan melihat Arfan selalu tersenyum. Entah mengapa gue merasa bodoh, kadang gue kesel kalau ngelihat Arfan, dan kadang hati gue selalu suka liat Arfan. Ya ampun wahai perasaan semoga kau berlabuh pada orang yang tepat. Eaaa:v
Arfan mengantarkan gue pulang ke rumah, di dalam mobil pun suasana seperti biasa hanya keheningan, namun lengkungan senyum tak pernah pudar dari bibir Arfan.
PACAR CUEK
Waktu telah menunjukkan pukul delapan malam. Gue tengah berdiri di balkon, sedari tadi gue bolak balik ngecek ponsel, siapa tau ada pesan dari Aldo namun hasilnya nihil. Saat gue ingin kembali mematikan ponsel, tangan gue yang cantik ini ngga sengaja mencet story whatsapp nya Dinda. Dinda memposting foto nya bersama Aldo di sebuah taman sambil makan ice cream. Oh rubah betina kenapa kau licik sekali?!
Dengan perasaan emosi gue langsung chat Aldo.
Kei:
Lo lagi jalan2 sama cewek lain ya??, mau lo apa sih?!
Aldo:
Wait! Maksud lo apa? Gue lagi di rumah kok
Nah masa Aldo juga ikut panggil gue-lo ihhhh kesel!!!!
Kei:
Bohong!
Aldo:
Ya ampun beneran gue lagi di rumah
Gue hanya membaca pesan dari Aldo, lalu beralih mengechat Dinda. Gue ngga tau harus ngapain lagi, gue bingung Aldo bohong atau ngga gue ngga tau. Intinya perasaan gue memang lagi campur aduk. (adonan kali di aduk:v)
Kei:
Maksud lo apaan posting foto Aldo sama lo?
Dinda:
Cemburu yaa, haha kasian Aldo juga udh bosen sama lo. Mampussss!!!
Kei:
Dasar rubah licik, amit² semoga anak lo ngga kayak lo yaa, najiss banget anjirr.
Dinda:
Mampusssss!!!
Dengan penuh amarah, gue menutup pintu balkon lalu berjalan tergesa gesa menuju kasur dan ....
"Hwaaaaaaaa!!!!!! Bundaaaaa!!!!" teriak gue secara cetar membahana.
Gue jatuh telungkup akibat tersandung kaki gue sendiri ditambah lagi kepala gue terbentur dengan nakas di samping tempat tidur. Yaa tuhan kenapa gue apes banget hari ini? Gue mendengar banyak suara langkah kaki, dan tak lama kemudian bunda, ayah dan bi Jeje masuk ke kamar gue.
"loh Kei kenapa teriak? Terus kenapa kamu nyantai di lantai begini?" bunda menatap gue dengan ekspresi penasaran. Astagaa!! Gue kesakitan begini di bilang nyantai. "Kei jatuh bunda, jatuhhh bukan lagi nyantai, bunda gimana sih ngga peka," gue cemberut sambil mencoba duduk. "ohh astaga anak bunda jatuh, yah panggil ambulans buruan!" panik bunda. "apa sih, bunda lebay, buruan Kei biar ayah bantu naik ke kasur," ucap ayah sambil membantu gue duduk di atas kasur, seperti nya kaki gue terkilir.
"ish ya udah deh di suruh manggil ambulans ngga mau, bik tolong panggil tukang urut aja yaa, sama tolong ambilin obat merah kepala Kei luka sedikit nih," bunda berjalan dan duduk di samping gue. Sedangkan bi Jeje pergi ke luar kamar gue.
"bun, biar ayah aja yang panggil tukang urut nya," tawar ayah, bunda hanya mengangguk. "eh bun kalo di urut sakit tauuu," gue memegang dahi gue yang sedikit luka dan mulai terasa perih. Bunda tertawa pelan "ngga sakit kok, tenang aja."
Ayah segera pergi menjemput tukang urut yang akan mengurut kaki gue. Semoga ngga sakit aamiinn.
"Kenapa bisa jatuh?" tanya bunda. "kesandung kaki sendiri," jawab gue seadanya.
"hahaha, mikir apaan sih sampai kesandung kaki sendiri, mikir Arfan yaa," goda bunda yang membuat gue berdecak sebal. Bukan mikir Arfan tapi Aldo, bunda kan ngga tau gue punya dua pacar. Kalo bunda tau gimana ya reaksi bunda? Kasih tau ngga yaa? Kalo ngga cerita rasanya ada yang ngeganjal.
"ini obat merah nya, bibi permisi dulu ya non, lain kali hati-hati looh," gue mengangguk sambil tersenyum ke arah bi Jeje.
Bunda mulai mengobati luka yang berada di dahi gue. "aww bun perih," cicit gue pelan sambil meringis. "bun, Kei mau cerita," ucap gue dengan nada manja setelah bunda selesai mengobati luka gue.
"ya udah cerita aja," kata bunda seraya mengelus rambut gue. "tapi kalo Kei cerita bunda janji jangan marah yaa, dan jangan bilang ke ayah nanti kei di marahi."
"ihhh iya bunda janji, buruan dong cerita bunda penasaran ini."
Dan mulai lah gue bercerita dari bagaimana rasa gue ke Aldo lalu muncul peristiwa perjodohan, dan bagaimana gue jadian sama Arfan dan Aldo semua gue ceritain ke bunda, dan tentu saja gue ngga ceritain perjanjian konyol yang Arfan buat di kafe waktu itu, bisa-bisa bunda langsung marah.
"jadi yang nyuruh kamu pacaran sama Aldo itu Arfan?" tanya bunda memastikan setelah gue bercerita panjang lebar. Gue mengangguk secara antusias, "aneh banget kan bun?? Masa iya dia nyuruh Kei jadian sama cowok lain, walaupun Kei suka sama Aldo ngga mungkin Kei mau pacaran sama Aldo karena Kei kan udah jadian sama Arfan tapi Arfan tetap maksa Kei agar menerima Aldo. kata sahabat Kei sih itu karena Arfan ngga suka sama Kei bun makanya dia biarin Kei sama cowok lain," gue terdiam lalu gue mengernyit ketika melihat bunda tersenyum.
"ngga aneh kok Kei, mungkin Arfan mengerti perasaan kamu makanya dia nyuruh kamu terima Aldo, dan mungkin saja dia ngga mau kamu makin merasa terpaksa karena kamu harus pacaran sama dia, dan barangkali dia suka sama kamu, dan bayangkan deh kalo kamu di posisi Arfan atau Aldo, pasti sakit hati kan? Jadi coba pikirkan lagi, mana jalan terbaik untuk kamu, Arfan dan juga Aldo," bunda mencubit pipi gue pelan.
"ihh bunda masa iya kulkas berjalan itu suka sama Kei, lagian Kei pasti akan memikirkan jalan yang terbaik buat semuanya kok bunda," ngga tau kenapa pipi gue memanas, mungkin karena di cubit bunda.
"kulkas berjalan siapa? Kulkas kok bisa jalan," bunda menggeleng geleng sambil tertawa. "kulkas berjalan itu Arfan bun, Arfan kan kayak kulkas bedanya Arfan bisa jalan, sedangkan kulkas ngga bisa bun," Jawab gue.
"lalu persamaannya apa?" tanya bunda. "persamaannya mereka susah di ajak ngomong bun," bunda tertawa terbahak bahak. Tak lama kemudian tukang urut datang. Bunda hendak berdiri saat melihat tukang urut masuk ke kamar gue, namun secara cepat gue mengatakan, "thanks bun, Kei merasa lebih baik sekarang," bunda tersenyum, "sama-sama sayang," balas bunda.
Dan mulai lah kaki gue di urut, tapi rasanya seperti di pelintir. Hwaaa!!!! someone help me!
Heyyy gaess, aing back membawa kelanjutan cerita gaje ini, mohon maap ya karena aing update nya lama banget, makasih banget loh yang udah mau baca dan vomment. Kalian tuh kayak penyemangat gue eaaa:v maaf ya kalo ngga nyambung, eh bentar lagi mau menuju konflik nih:" eh maaf juga ada kata² kasar antara Kei dan Dinda:v
btw rencana nya gue mau update 2 chapter tapi satu dulu aja deh, yang satu lagi belum gue baca jadi takut ngga nyambung. Intinya makasih aduuuuhhh gue kebanyakan bacot:v
Big kiss:*
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Teen FictionSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)