Ujian Nasional telah berlalu, Arfan merasa lega dan tidak sabar akan mulai berlatih bermain gitar. Dengan tergesa gesa Arfan berjalan keluar kamar sambil membawa gitar dan kunci mobil lalu berangkat menuju rumah Enal.
Sesampainya di rumah Enal, Arfan langsung masuk dan di ruang tamu sudah ada Enal yang sedang memakan nasi goreng bersama Rendy.
"lo mau nasi goreng nggak?" tawar Enal saat Arfan sudah duduk di sofa. Arfan menggeleng dan mengamati gitar yang dibawanya. "kek nya udah ngga sabar aja lo mau main gitar," cetus Rendy lalu tertawa.
Arfan mengabaikan Rendy dan fokus menatap senar gitar, "main gitar ada rumus nggak Nal?" tanya Arfan bingung.
Enal kaget ketika mendengar pertanyaan dari Arfan, sehingga ia tersedak nasi goreng, di ikuti Rendy yang tertawa terbahak bahak. "maksud lo rumus Matematika? Atau rumus Fisika?" tanya Rendy sambil tertawa, Enal meminum air dan terbatuk batuk sambil menahan tawa. Kini Arfan menatap temannya bingung, apa yang salah dengan pertanyaannya?
"eh Fan, mana ada main gitar pakai rumus. Lo jago basket, masa yang beginian aja lo ga tau sih," Enal melanjutkan kegiatan memakan nasi goreng nya. Arfan mengedik kan bahu nya acuh kemudian kembali mengamati gitar yang berada di tangannya.
Beberapa menit kemudian Enal dan Rendy selesai memakan nasi goreng dan mulai mengajari Arfan bermain gitar. Dengan kesabaran yang penuh Enal mengajari Arfan, "ini tangan lo tekan senar nya," ucap Enal.
Hingga satu jam kemudian Enal sudah lelah, Mulutnya sudah hampir berbusa karena menjelaskan berbagai hal pada Arfan, "udah lah, lanjut nanti aja. Gue udah capek," Enal menaruh gitarnya di samping kemudian membuka ponsel.
"emang lo kenapa tiba-tiba mau main gitar?" tanya Rendy yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya. Arfan menghembuskan nafas pelan, Arfan bahkan tidak tau kenapa dia sangat ingin bermain gitar, Arfan hanya merasa senang ketika dia dapat membuat Kei tersenyum.
Arfan melirik Rendy yang masih menunggu jawaban darinya, "gue bahkan ngga tau kenapa gue mau belajar main gitar, mungkin cuma karena mau buat Kei senang," jawab Arfan yang membuat Rendy tercengang.
"Kei suka sama cowok yang main gitar?" tanya Rendy dan Arfan mengangguk.
"wahh kesempatan gue nih buat dekat sama Kei," ucap Rendy dengan tersenyum bangga karena dia lumayan jago bermain gitar. Arfan hanya menatap Rendy tajam.
"Ren, gue mulai curiga nih. Jangan jangan Arfan mulai suka sama Kei, soalnya kan dia baru pertama kali mau berbuat suatu hal yang menyenangkan untuk perempuan," ucap Enal kepada Rendy, seolah mereka sedang bergosip padahal Arfan berada tepat di hadapan mereka. Ini yang namanya main depan.
"iya nih Nal, akhirnya pangeran es bertemu dengan peri matahari," balas Rendy sambil terkekeh. Arfan menatap Enal dan Rendy dengan tatapan datar. "kalian berdua berisik," ucap Arfan kesal.
"lo jangan bohong deh Fan, lo pasti udah suka sama Kei. Dari tatapan dan tindakan lo, gue udah dapat menyimpulkan semuanya," ucap Enal yang membuat Arfan bingung. Apa benar dia menyukai Kei?
"kalau suka sama orang tandanya apa aja?" tanya Arfan yang ingin memastikan perasaannya pada Kei.
Baik Rendy maupun Enal tampak berpikir, "mungkin lo sering memikirkan tentang dia, terus suka kalau dekat sama dia, dan selalu mau buat dia tersenyum," jawab Enal yang sudah seperti seorang pakar cinta.
"oh iyaa, kalo lo suka sama seseorang lo pasti cemburu kalo liat dia dekat sama cowok lain, dan lo pengin dia selalu berada di samping lo setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap bulan setiap tahun bahkan selam-" Rendy menghentikan ucapannya ketika Enal menyumbat mulutnya dengan kertas yang sudah tidak di pakai. "ngga usah alay juga bisa kan?" sergah Enal.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Teen FictionSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)