Setelah pergi dari rumah Enal, Arfan mengajak Kei ke sebuah kafe karena Kei sudah sangat lapar, perut nya benar benar sudah tidak bisa diajak diskusi. Selesai memesan menu, Kei dan Arfan menunggu makanan mereka di sebuah meja.
Arfan sibuk dengan ponsel nya, sedangkan Kei asyik mengamati para pengunjung kafe yang sedang makan maupun mengobrol ringan. Namun, yang paling Kei perhatikan adalah tingkah salah satu pasangan yang berada tepat di sampingnya, "makanya, kamu itu kalo ada masalah jangan di pendam, apa gunanya aku kalo ngga bisa ada buat kamu? Lain kali jangan gitu lagi," samar samar Kei mendengar ucapan pria tersebut sambil tersenyum dan mengelus pipi sang wanita. Melihat itu Kei tertawa pelan dan berharap jika Arfan akan bersikap seperti itu kepadanya.
Melihat Kei yang sedang tertawa Arfan segera membuka kamera ponsel nya dan mencoba untuk mengambil foto Kei secara diam diam.
CEKREK!
Namun sialnya, ponsel Arfan berbunyi dan membuat Kei sadar jika baru saja Arfan mengambil foto nya. "loh kak Arfan barusan fotoin gue ya?" tanya Kei yang membuat Arfan kaget.
"nggak ah, mana mungkin gue fotoin lo, kayak nggak ada objek lain aja," sanggah Arfan cepat karena dirinya benar benar malu saat ini.
"tapi tadi-"
"permisi, pesanan sudah datang," ucapan seorang waiter membuat ucapan Kei terhenti. Arfan bernafas lega, "buruan makan lo bilang tadi udah lapar banget," Arfan mengalihkan pembicaraan dan membuat Kei bersungut. Kei yakin jika tadi Arfan memang mengambil foto nya, namun Arfan masih saja tidak mau mengaku. Sungguh menyebalkan, pikir Kei.
PACAR CUEK
Selesai makan, Arfan mengajak Kei ke sebuah taman yang ramai dengan anak-anak. "kak Arfan ngga mau lanjut belajar aja? Ke taman nya kan bisa lain hari, sekarang pulang aja deh supaya kak Arfan bisa fokus belajar," ucap Kei dan Arfan hanya menggeleng sebagai jawaban. Sudah sekitar 6 kali Kei mengajak Arfan pulang, namun selalu ditolak oleh Arfan.
"emang mau ngapain sih di taman?" Kei berdiri tepat di samping mobil. Di ikuti Arfan yang berdiri tepat di samping Kei. "mau santai," jawab Arfan dengan enteng. Kei menggelengkan kepala, dia tidak habis fikir dengan Arfan, orang pada sibuk belajar namun Arfan malah mau bersantai. Kei benar benar tidak mengerti dengan jalan pikiran orang pintar seperti Arfan ini.
"ayo," ajak Arfan sambil memegang tangan Kei.
Kei membulatkan matanya melihat tangan Arfan yang kini sudah menggenggam tangannya, kaget bercampur senang itu lah yang Kei rasakan.
Puas mengitari taman, Kei dan Arfan memilih duduk di bangku taman, tak jauh dari mereka ada seorang pria memainkan gitar dengan pesona yang menarik. Dengan mata yang berbinar, Kei menatap pria tersebut, "kak itu yang main gitar keren banget kak, liat ke sana yuk kak," dengan tidak sabar, Kei berdiri dan menarik tangan Arfan.
Arfan melirik pria yang sedang memainkan gitar tersebut, dan beralih melirik Kei, "duduk di sini jangan pergi," ucap Arfan dingin. Mendengar suara Arfan yang agak berbeda, Kei kembali duduk. Arfan diam, Kei juga diam dan secara perlahan Kei melepaskan tangannya yang sedang memegang tangan Arfan, "sorry tadi gue pegang tangan kak Arfan," ucap Kei pelan, dan menatap lurus ke depan.
Arfan bingung, apa tindakannya terlalu berlebihan? Arfan menyadari jika Kei pasti kesal kepadanya. "lo suka liat cowok main gitar?" tanya Arfan, kini nada suaranya tidak dingin dan mulai ramah, entah kenapa Arfan tidak mau Kei kesal padanya.
Kei melirik Arfan kemudian mengalihkan pandangannya, "suka," jawab Kei singkat. Sedangkan Arfan hanya mengangguk.
Keduanya kembali diam, Arfan sibuk mengetik sesuatu di ponsel nya.
Arfan:
Tolong ajarin gue main gitar
Enal:
Yang bener aja dah Fan, sejak kapan lo mau main gitar? Mainan lo kan basket
Arfan:
Bawel lu ah, tolong lah lo kan jago
Enal:
Iya iya, kapan lo mau gue Ajarin?
Arfan:
Ntar malam
Enal:
yang bener aja lo, besok ujian. Ga ah selesai ujian gue mau
Arfan:
Ya udah deh, oke.
Arfan mematikan ponsel nya dan melirik Kei yang duduk tepat di sampingnya.
"kak gue mau pulang," ucap Kei.
Arfan mengerutkan alis, "pulang?" Kei mengangguk menanggapi pertanyaan Arfan.
"gimana kalo kita keliling taman satu kali lagi?" tanya Arfan. Kei menggeleng dan mulai melangkah meninggalkan Arfan.
Arfan mengikuti Kei dan menahan tangan Kei agar dia berhenti melangkah. Tepat saat langkah Kei terhenti, Arfan menatap wajah Kei yang kini berada di hadapannya. Dengan jantung yang mulai berdetak lebih kencang Arfan mencium kening Kei.
Kei blushing! melihat itu Arfan tersenyum kecil, "ayo, gue antar lo pulang," dengan jantung yang masih berdebar Arfan mulai memegang tangan Kei dan mereka melangkah bersama menuju mobil Arfan.
PACAR CUEK
Sudah pukul sepuluh malam, namun Arfan masih setia mengisi soal di buku yang berada di atas meja belajar nya. Arfan mulai mencari kertas dan kembali menulis rumus untuk mendapatkan jawaban dari soal yang ia isi.
Arfan harus menyelesaikan materi yang belum sempat ia pahami, sebenarnya setelah dari kafe, Arfan berniat akan mengantarkan Kei pulang dan lanjut belajar. Namun ketika melihat Kei tertawa karena melihat pasangan yang romantis membuat Arfan merasa tidak enak, karena selama ini dia belum pernah membuat Kei merasa bahagia. Oleh karena itu, dia mengajak Kei ke taman dan menunda waktu belajar nya.
Beberapa menit kemudian Arfan menutup semua bukunya dan mengecek ponsel. Sebuah notifikasi muncul dan menampilkan nama Kei.
Entah mengapa, Arfan senang menghabiskan waktu bersama Kei, Arfan tidak ingin Kei dekat dengan Rendy atau temannya yang lain. Dan Arfan tidak suka melihat Kei kesal padanya. Arfan seolah olah ingin menjadi seorang laki laki yang Kei idamkan. Oleh sebab itu, setelah mengantar Kei pulang, Arfan segera pergi membeli gitar dan berharap agar ujian Nasional ini segera berakhir, supaya dirinya dapat mulai berlatih bermain gitar bersama Enal.
Kini, senyuman Arfan muncul setelah membaca pesan dari Kei.
Kei:
Jangan tidur larut malam kak, katanya kalo mau ujian ngga boleh tidur terlalu malam. Bisa ngga konsentrasi pas isi soalnya.
Arfan:
Dih sotoy
Kei:
pokoknya kak Arfan harus tidur sekarang juga.
Arfan:
Kenapa lo tiba-tiba perhatian sama gue lo Suka ke gue ya?
Kei:
Dih sotoy (roll eyes)
Arfan:
Itu kan kata kata gue, plagiat
Kei:
Biarin. Intinya semangatt belajar, and good luck! (•ω•)
Arfan:
Makasih
Kei:
No need to thanks, but okayyy
Arfan mematikan ponsel nya setelah membaca pesan terakhir dari Kei, kemudian ia bergegas meninggalkan meja belajar dan berbaring di atas kasur. Tidak ada salahnya mendengarkan ucapan Kei.
Heyyoo geeesss gue udah up. Makasih yang udah mau nunggu dan vomment jangan lupa vomment terus yaa.
Semoga sukaa sorry banget kalo jelek, dan gue juga merasa kok kalo di chapter ini gue banyak kesalahan, dan gue bakal perbaiki itu kok, gue harap kalian ga bosan:p
Big hug 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Novela JuvenilSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)