Arfan masih setia menunggu Kei, sudah 16 menit yang lalu dia mengirim pesan kepada Kei, dan dia tau Kei sudah membaca pesan nya karena tanda ceklis dua itu sudah berubah menjadi warna biru seutuh nya di ruang obrolan tersebut. Namun Kei tak kunjung membalas dan memberi kepastian pada Arfan.
Arfan berencana menunggu selama 4 menit lagi, jika Kei tidak keluar dari rumah, dia akan segera pulang. Arfan menundukkan kepala karena rasa mengantuk sudah menguasainya.
Tiba-tiba Arfan menegakkan kepalanya saat mendegar pintu mobil terbuka dan melihat Kei masuk dan sudah duduk di sampingnya. Arfan lega karena akhirnya Kei datang untuk menemui nya.
Namun kali ini berbeda, Arfan merasa Kei sedikit aneh, biasanya setelah masuk ke dalam mobil Kei akan melihat ke arah nya dan mengucapkan sesuatu, namum sekarang Kei hanya diam dan menatap lurus ke depan seolah tak ingin menatap wajahnya.
"lo pulang sama siapa tadi?" Arfan membuka obrolan dengan berpura-pura tidak tahu Kei pulang bersama siapa.
"Rendy," Kei menjawab dengan singkat padat dan jelas sehingga membuat Arfan bungkam. Kei terlihat sangat cuek saat ini, dan Arfan menyadari bagaimana rasanya di cuekin oleh seseorang, rasanya sungguh menyakitkan kan.
"kenapa lo ngga nungguin gue?" tanya Arfan yang kini beralih menatap Kei dengan serius. Kei yang sedang menatap lurus ke depan dapat menyadari jika Arfan tengah menatapnya dan itu membuat jantungnya berdetak lebih cepat.
"capek nunggu," ucap Kei yang kini melirik sekilas ke arah Arfan.
Arfan menyadari kesalahannya karena telah membuat Kei menunggu terlalu lama. Dan sekarang suasana hening, baik Kei dan Arfan sibuk dengan pikiran mereka masing- masing.
Arfan mencoba menyusun kata-kata permintaan maaf, namun Kei berucap dan membuyarkan pikiran Arfan.
"kalo ngga ada yang mau di omongin, gue mau masuk ke dalam rumah aja."
Melihat Kei yang ingin keluar dari mobil membuat Arfan spontan menahan lengan Kei. "kenapa?" tanya Kei yang kini menatap Arfan dan melepaskan tangan Arfan dari lengannya. Kei dapat melihat raut wajah Arfan yang menyiratkan penyesalan.
"gue minta maaf, gara-gara gue lo harus nunggu lama tadi," mendengar ucapan maaf dari Arfan membuat Kei senang, dan saat ini Kei benar-benar tengah menahan senyuman.
"iya gue maafin," jawab Kei pelan.
Kei melihat Arfan tersenyum lega setelah mendengar jawabannya, dan jujur Kei suka melihat Arfan tersenyum,seolah itu momen yang langka bagi Kei. Namun Kei masih merasa kesal ketika mengingat Arfan dan Tasya pergi bersama. Apa lagi melihat postingan Tasya yang jelas sekali terlihat seperti menyukai Arfan.
"hubungan kak Arfan sama Tasya apa?" Kei mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Kei ingin kejelasan, jika memang Arfan menyukai Tasya, Kei bisa saja menjauhi Arfan dan membuat semuanya jelas.
"hubungan gue sama dia cuman sebatas teman sekelas, ngga ada hubungan lain," jawab Arfan. Kini Kei menghidupkan ponsel nya dan menunjukkan postingan Tasya.
"ini apa?" Kei menyodorkan ponsel nya ke Arfan dan membiarkan Arfan melihat postingan Tasya secara jelas.
"Kak Arfan jahat banget, kak Arfan pergi sama Tasya dan ninggalin gue sendiri. Gue dengan bodohnya masih aja yakin kalo kak Arfan bentar lagi datang dan gue sama kak Arfan bisa pulang sama-sama. Tapi apa? Malah Rendy yang datang dan anterin gue pulang. Gue tau kak, kalo gue ngga ada artinya buat kak Arfan. Cuman bisa nggak sih jangan cuma pikirkan ego kak Arfan sendiri. Gue sedih liat kak Arfan pergi berduaan sama Tasya, gue terus mikirin kak Arfan, gue coba tepis semua pikiran buruk gue, dan yakin kalo kak Arfan bentar lagi datang dan bisa habisan waktu sama gue bukan sama perempuan lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Novela JuvenilSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)