We time

3.4K 147 14
                                        

Arfan masuk sekolah seperti biasa, namun ia tidak lagi belajar dan hanya menunggu pengumuman kelulusan. Banyak teman teman Arfan yang tidak datang ke sekolah dengan alasan malas. Benar benar alasan yang tidak bermutu.

Arfan pun sebenarnya ingin tidak masuk sekolah, namun jika hanya di rumah pasti akan kebosanan, apalagi Rendy dan Enal memutuskan untuk tetap sekolah. Lantas Arfan harus apa?

Masalah antara Arfan dan Rendy kemarin sudah terselesaikan dengan baik. Rendy mengaku jika dia hanya berpura pura agar Arfan segera menyusul Kei. Dan Arfan lega karena Rendy tidak benar benar menyukai Kei.

"sendiri aja lo?!" tiba tiba Enal duduk di samping Arfan yang sedang menatap lapangan basket, lapangan yang selama ini selalu menjadi tempat favorit nya di sekolah. Tak akan lama lagi, lapangan ini hanya akan menjadi salah satu kenangan bagi Arfan.

Arfan menoleh dan melihat Enal ikut duduk di sampingnya, "habis dari mana lo?" Arfan balik bertanya pada Enal, karena dari tadi Arfan tak melihat tampang Enal di mana pun.

"habis liat orang berantem," ucap Enal santai.

Arfan mengerutkan kening nya, "berantem?" tanya Arfan memastikan. Enal mengangguk antusias dan bersiap untuk bercerita. "jadi pas gue mau ke kantin, kan lewat kelas sebelas tuh, nah ada yang berantem katanya sih berantem nya gara gara masalah sepele, tapi gue ngga tau masalahnya apa. Kejadiannya di kelas Kei loh," jelas Enal sambil membuka bungkus permen yang ia simpan di saku.

"ohh, terus ada jotos dong mereka?" tanya Arfan yang ingin tahu. Enal tertawa mendengar pertanyaan Arfan. "adu jotos apanya, adu mulut iya, yang berantem cewek Fan," jawab Enal yang membuat Arfan mengangguk.

Beberapa menit kemudian, Enal sibuk dengan ponsel yang berada di tangannya. Sedangkan Arfan masih setia menatap lapangan luas yang berada di hadapannya.

"eh Fan, main basket yok?" tanya Enal tiba tiba, dan Arfan pun menurut saja, karena ia memang ingin memainkan bola tersebut.

PACAR CUEK

Kei tersenyum menatap Arfan yang sedang sibuk memantulkan bola kemudian memasukkan nya ke dalam ring basket. Sesekali, Arfan yang tengah memainkan bola basket tersebut menoleh ke arah Kei untuk memastikan jika gadis itu masih menatapnya.

Beberapa menit kemudian, Arfan menghampiri Kei dengan baju seragam yang telah basah oleh keringat. Kei menyodorkan sebotol minuman setelah Arfan berada tepat di hadapannya.

Arfan menerima botol minuman yang di sodorkan oleh Kei, kemudian duduk dan meminum air tersebut. "makasih," ucap Arfan sambil tersenyum tipis, Kei mengangguk sebagai jawaban.

Satu menit kemudian, Arfan berdiri dan berjalan menuju teman temannya yang sedang duduk di lapangan basket kemudian Arfan berbincang sebentar dengan temannya, setelah itu ia kembali menemui Kei.

"ayo," ucap Arfan sambil menarik tangan Kei.

"tadi kak Arfan ngapain?" tanya Kei.

"pamitan," jawab Arfan singkat.

Kei melihat ke arah teman teman Arfan, kemudian mereka berteriak.

"Fan! Udah pinter yaaaa main ama cewek!!" teriak salah satu teman sekelas Arfan bernama Gery.

"hati hati dek, babang Arfan galak!!" sambung Zian.

"bukan galak, tapi hati hati Arfan itu agak mesum loh!" kini giliran Jemy yang berteriak.

Telinga Arfan benar benar panas mendengar teriakan temannya itu. Dalam sekejap, Arfan menoleh ke arah teman temannya dan memberikan tatapan tajam, seketika mereka berhenti berucap dan hanya cengengesan.

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang