bakso dan bencong

6.1K 218 4
                                        

Sudah hampir 30 menit Arfan mencari Kei, namun entah bagaimana ia tak kunjung bertemu dengan gadis itu.

Dengan geram Arfan memberhentikan mobil nya di depan kedai bakso. Apa yang harus Arfan katakan kepada orang tua Kei jika Kei hilang seperti ini? Jangan jangan Kei dirampok? Atau diculik? Atau ... Arghh! Bagaimana ini? Pikiran arfan semakin tak menentu karena seorang gadis bernama Akeila zefa itu.

"ke mana sih si kei, susah banget nyari dia," gumam arfan kesal.
Dengan hati dongkol bercampur perasaan khawatir Arfan ingin menjalankan mobil nya kembali, namun sebuah objek membuatnya membatalkan keinginannya tersebut. Arfan mengernyit untuk memastikan kalau objek yang ia lihat memang orang yang ia cari.

Dengan muka datar arfan turun dari mobil, lalu melangkah menuju kedai bakso tersebut. "ngapain lo di sini?" tanya Arfan kepada seorang gadis dengan raut wajah yang tak mengekspresikan apa pun, persis seperti tripleks. Padahal tadi saat di mobil mukanya jelas menunjukkan kalau dia sedang khawatir. Dasar bunglon!

Gadis itu sedikit terkejut ketika mengetahui kalau Arfan ada di sini, namun gadis itu tetap menjawab dengan santai. "heh! ini kedai bakso, jadi ya gue di sini Lagi makan lah," jawab gadis itu yang ternyata adalah Keila.

Kei tadi memang sudah berangkat untuk pulang menggunakan taxi, namun perutnya sudah tidak sabaran untuk diisi makanan. Jadinya Kei singgah ke kedai bakso. Keila juga heran kenapa Arfan bisa di sini?

Arfan kemudian melirik ke arah mangkuk bakso kei dengan ekspresi tidak percaya "lo dah habisin 2 mangkuk bakso?" tanya Arfan tidak percaya, bagaimana bisa Keila menghabiskan 2 mangkuk bakso jumbo sekaligus? Pikir Arfan tak percaya.

Keila kemudian meringis menahan malu Lalu tersenyum bodoh. "hehe tadi gue laper banget jadi ya gue makan 2 mangkuk sekaligus, supaya kenyang." Kei memang malu saat ini, kei sudah mati-matian menjaga image nya di depan Arfan, namun sekarang semua sudah hancur karena insiden mangkuk bakso jumbo ini.

"haloo mass gantengg," baru saja Arfan ingin mengajak Kei pulang, namun sebuah suara berat namun di buat se sexy mungkin membuat kei dan Arfan menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Kei menahan tawa saat tahu siapa yang memanggil Arfan sedangkan arfan memasang tampang geli campur jijik karena seorang bencong dengan makeup tebal sedang berjalan ke arah nya. "kei, buruan pulang," ucap Arfan tegas karena si bencong  sudah berada tepat di Sampingnya.

"buru-buru banget sih mas, Engga mau Aku temenin nih," ucap bencong itu dengan gemulai sambil meliuk-liuk kan tangannya. "mwahahaha!!!" Kei langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Arfan yang menunjukkan kalau dia sedang geli dengan seorang pria yang menyerupai wanita yang berada tepat di sampingnya.

"aduh, mbak nya kenapa ketawa? Nggak marah pacar nya saya ambil?" tanya bencong itu sambil mencoba meniru kan suara perempuan namun ya tetap saja suara khas laki-laki nya masih terdengar dengan jelas.

Kei tambah ketawa ketika mengingat pertanyaan nya yang menanyakan apakah arfan menyukai banci? Dan karena tidak fokus arfan mengangguk menjawab pertanyaan kei saat berada di mobil menuju Ke rumah sakit tadi.

Tiba-tiba muncul ide cemerlang dari otak kei yang imut. Mwehehe.

"ambil aja mas, saya nggak mau sama dia, lagian ya mas dia suka nya sama mas bukan sama saya," Kei menjawab pertanyaan bencong tersebut. Seketia mata Arfan melotot ke arah Kei.

"mbak jangan panggil saya mas dong, saya kan cewek masa di panggil mas, O iya berarti cowok ganteng ini boleh saya bawak dong mbak?" tanya bencong itu dengan wajah girang seperti mendapat tiket ke prancis.

"cowok tetap aja cowok," gumam Arfan geram melihat bencong yang genit Ini. Namun, baik kei atau pun bencong itu tak mendengar gumaman arfan.

Bencong itu mulai mengaitkan lengan nya di lengan Arfan. Arfan segera menepis tangan bencong itu. "aww mas, sakit tau tangan aku kok di pukul-pukul? Mas mau aku cium ya?" genit bencong itu semakin menjadi-jadi. Arfan menatap Kei tajam, lalu beralih melirik bencong yang berada di sampingnya. "mas nya kok genit banget ya, saya udah punya pacar mas," nada suara Arfan terdengar menahan kekesalan.

"heh! Kok saya di panggil mas, saya cewek loh!'' bencong itu tak terima di panggil mas, padahal dirinya memang laki-laki aduh dasar. "kan situ aslinya cowok, ngaku-ngaku jadi cewek pula."

Bencong itu berekspresi sedih. Kei yang tidak tega, mulai buka suara. "kak Arfan udah dong, kasian kan mbak nya jadi sedih gini," ucap kei dengan nada iba, dan menyebut bencong itu dengan panggilan 'mbak' agar bencong itu tidak sedih.

"ya sudah, pulang sekarang atau lo tinggal di sini sampai pagi?" tanya Arfan geram kepada Kei. "hehehe ayo pulang kak," Jawab kei cengengesan.

Arfan menatap kei datar, 'ada maunya baru gue di panggil kakak sama ni bocah' sungut arfan dalam hati.

Hati arfan dongkol sekali saat ini, sudah capek mencari Kei, dan sekarang dia harus di ganggu oleh sesama jenis nya. Sungguh buruk hari mu Arfan. Mwehehe.

"mbak, saya sama dia pulang dulu ya," pamit Kei pada bencong yang sudah tampak kesal. "loh tapi katanya cowok ini mau di kasih ke saya?" tanya bencong itu heran. "hehe enggak jadi mbak, cowok ini saya ambil lagi."

Arfan diam. Kekesalan nya sudah berada di ubun-ubun ingin rasanya arfan menenggelamkan Kei di samudra pasifik, tapi tingkat ke warasan arfan masih berfungsi.

Selesai membayar bakso, Kei langsung menarik tubuh Arfan agar menjauhi bencong itu, "lohh mbak, mas nya buat saya ya mbak, kembaliin mbak!!" bencong itu tak terima jika Arfan di bawa oleh Kei, lantas bencong itu terbirit-birit mengejar Kei dan Arfan yang sudah masuk ke dalam mobil, dan mobil Arfan tepat melaju saat bencong yang tidak diketahui namanya itu melongok kan wajah nya di kaca samping kei.

"IHH MBAK SAMA MAS JAHAT!!!" teriak bencong itu yang masih bisa di dengar oleh Kei dari dalam mobil yang sudah mulai menjauhi kedai bakso itu.

"bwahahaha! kasian deh bencong tadi," kata itu terlontar dari bibir kei yang tipis.

"lo ngapain tadi deketin gue ke bencong itu," Arfan masih kesal kepada kei, Arfan tidak menyangka jika Kei bisa usil seperti tadi.

"nggak kak, cuma asik aja gangguin bencong itu."

"tapi ya nggak usah bawak gue juga kali!"

"maaf kak," gumam kei pelan.

"gue nggak nyangka ternyata lo usil juga ya," sahut arfan sambil fokus menyetir.

Kei tertawa pelan. "banyak hal yang kak Arfan nggak tau dari diri gue."

Kalimat yang terlontar dari mulut kei membuat arfan merenung sebentar.

Kenapa terasa aneh saat kei mengucap kan kalimat itu?








Holla gaess gue baru update nih, enjoy baca nya ya, sorry kalau berantakan, abis nya gue nulis nya kejer banget, gara2 gue ujian mulu. Jadi ga sempat nulis, maaf ya gue lama up nya.

Makasih yang udah vomment cerita gue. Dan jangan lupa vomment terus nya. Astaga kok banyak banget cincong gue? Mwehehe

Big hug for my readers😊

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang