curhat

5.6K 166 1
                                        

Siang itu cuaca panas, sepanas hati Akeila. Kejadian di kafe semalam bersama arfan masih membuatnya kesal. Entah apa yang membuat arfan menjadi seperti itu akeila pun tak tahu.

Saat ini Akeila, Karin, dan Yumi sedang berada di perpustakaan sekolah untuk mencari tugas. Karin dan Yumi sibuk mencari buku sedangkan kei hanya diam sambil cemberut. Karin yang melihat kei dari tadi cemberut segera menghampiri kei. "lo ngapain cemberut mulu? PMS?," tanya karin sambil menyengir. Kei memutar bola matanya lalu menjawab "kagak, sono gih lu cari buku lagi," akeila menutup mukanya dengan telapak tangan.

"ih pasti ada masalah nih si kei," karin berucap lalu hendak berdiri. "Karin ...," kei memanggil karin dengan muka sedih. "ihh lo kenapa?" karin duduk kembali. "mau curhat," jawab kei seraya mencoba untuk tenang. "ya udah mulai ceritanya gue dengerin nih."

"yumi mana?" sebelum memulai curhatan nya kei mencari yumi agar mereka pas bertiga. "YUMI!!! KEI MAU CURHAT DENGERIN SINI WOY!!!" keila mengeplak lengan karin, ini perpustakaan astaga kenapa teriak kayak gitu. Hadehh di kira hutan apa nih perpustakaan.

"HOY! YANG DI BELAKANG SANA, NGGA USAH TERIAK INI PERPUSTAKAAN!" ibu penjaga perpustakaan naik darah mendengar teriakan karin. Karin hanya meringis ketika mendengar ibuk itu mengomel.

Yumi datang dan menertawakan karin, "mampus lo! Lagian suara lo cempreng amit-amit," karin cemberut menanggapi ejekan yumi. "diam lu yum berisik! Akeila mau curhat bego!" karin menatap yumi sinis. "bilang aja lo ngga mau di ejekin lagi," balas yumi sambil tersenyum mengejek. Keila terkekeh melihat yumi dan karin berdebat.

"mulai kei ceritanya," ucap Karin yang tidak mempedulikan ejekan Yumi. Akeila mengangguk, "kalian berdua tau kan gue jadian sama aldo?" tanya kei lalu mendengus pelan. Yumi dan Karin mengangguk, karena ya hampir semua teman seangkatan mereka tau jika kei dan aldo sudah resmi berpacaran. Kei melanjutkan ucapannya, "namun, satu hari sebelum gue jadian sama aldo, gue Udah jadian sama si arfan."

Karin melongo sedangkan Yumi menatap kebingungan ke arah kei. "wait, wait kei lo udah jadian sama Arfan?" tanya yumi tidak percaya. Kei hanya mengangguk sebagai jawaban. Sedetik kemudian Karin tertawa terbahak-bahak dan tentu saja itu membuat kei dan Yumi kebingungan, apa yang lucu coba?

"gila kei, lo mantap bat dah sekali terkam dua orang lu embat bwahahaha," Akeila hanya diam menatap Karin, kenapa gue baru nyadar kalau sahabat gue rada gila semua? Pikir kei lalu menatap Karin yang belum berhenti tertawa.

Yumi yang geram mendengar tawa karin segera nenyumpalkan sebuah buku tepat di mulut karin. Karin melotot ke arah Yumi.
"woi ngga usah kelahi mulu lahh, gue butuh saran girls," kei yang terlihat putus asa segera mengambil sebuah buku untuk menutup wajahnya. Keadaan tiba-tiba hening setelah kei berbicara, tidak ada yang membuka percakapan, baik Karin maupun Yumi mereka hanya diam dan terlihat memikirkan sesuatu.

"kei ...," suara Karin membuat kei menaruh kembali buku yang menjadi penutup wajahnya. "saran gue, lo jalanin aja dulu semuanya seperti tidak terjadi apa pun. Arfan tau kalau lo udah Jadian sama aldo?" Karin menghentikan ucapannya dan menunggu kei buka suara.

"arfan tau rin, malahan dia yang nyuruh gue untuk menerima aldo," jawaban kei membuat karin tersenyum, karin senang mendengar arfan melakukan itu, karin yakin ada sesuatu yang membuat arfan melakukan hal itu. Dan yang pasti nya itu pertanda baik.

"arfan nyuruh lo nerima aldo?" Yumi bertanya dengan ekspresi terkejut nya. Kei lagi dan lagi menganggukkan kepala. "gue yakin arfan ngga suka sama lo, jadi dia ya ngga perduli sama lo, lebih baik lo lanjutin aja hubungan lo sama aldo kei dan lo putusin aja si arfan," Yumi yang dari dulu menentang hubungan kei dan arfan semakin marah saat tau kei dan arfan telah berpacaran.

Karin bingung kenapa yumi begitu marah saat tau kei dan Arfan berpacaran? Yumi melanjutkan ucapannya, " gue ngga mau lo sakit hati kei, gue khawatir ke lo," ucap yumi dengan ekspresi khawatir. Seketika hening, baik kei maupun karin masih tenggelam dalam pikiran mereka dan mulai mencerna apa yang di katakan oleh yumi.

Kei seperti merasa keanehan dari yumi, namun kei segera menepis perasaan itu karena dalam benak kei adalah 'sahabat tidak mungkin akan mengecewakannya'.

Dalam hal ini kei memutuskan akan melanjutkan apa yang telah di perbuat nya, yaitu tetap menjadi kekasih arfan sekaligus kekasih aldo, memang kei terlihat seperti gadis yang tidak punya etika karena harus memacari dua orang pria sekaligus, namun mau bagaimana lagi? Ini sudah takdir kei yang membuat nya harus mengambil pilihan terburuk seperti ini.

PACAR CUEK

Arfan sedang asyik menonton serial komedi di kamarnya, ya walaupun tanpa suara tawa darinya, arfan hanya melihat televisi itu dengan tatapan datar. Setidaknya televisi itu mampu membuat arfan bisa melupakan sedikit masalah yang menimpa keluarganya. Sang mama yang belum sadar benar-benar membuat Arfan frustrasi.

Lihat saja kondisi kamarnya sangat berantakan. Meja belajar yang di penuhi banyak buku yang selalu tersusun rapi kini berantakan. Lemari pakaian yang tertutup rapat kini dibiarkan terbuka dan meperlihatkan berbagai jenis baju arfan.

Arfan tidak membiarkan asisten rumah tangganya membersihkan kamarnya. Bagi Arfan kekacauan ini seperti teman barunya.
Arfan sungguh benci dengan takdir nya. Setiap hari yang dilalui tanpa mama nya adalah hari yang paling terburuk.

Saat arfan sedang sibuk mencari ponsel nya, dua tamu tak di undang datang dan langsung duduk di kasur Arfan.

Arfan sedikit kaget karena kedua sahabatnya Enal dan Rendy main masuk saja ke kamarnya. "eh ngapain lu berdua ke rumah gue?" Arfan mendorong enal dan rendy bergantian agar turun dari kasur empuknya.

"ya ampun fan, pelit banget si lu kita kan mau nemenin lu ya ngga ren?" ucap enal sambil mengganti siaran yang di tonton Arfan. Sedangkan rendy sedang sibuk memainkan ponsel nya sambil tiduran di kasur Arfan. Yah beginilah nasib Arfan kalau ada dua tamu tak di undang, yang tadinya sepi jadi rame. Tapi arfan bersyukur mempunyai sahabat seperti enal dan rendy.

Enal dan rendy tidak tahu jika Arfan sudah berpacaran dengan kei. Karena Arfan merasa ini belum penting untuk diberitahukan kepada sahabatnya. Yang pasti Arfan ingin mencoba untuk terus menerima kei sebagai pacar nya. Saat ini Enal dan Arfan satu sekolah, sedang rendy tidak satu sekolah dengan arfan, Namun mereka sudah bertemaan dari sekolah dasar. jadi mereka sudah biasa dengan sifat mereka yang bisa dikatakan sangat berbeda. Enal ramah, rendy playboy, dan arfan Ceria (dulunya) sekarang dingin, yah mereka tau apa yang membuat arfan yang dulu berubah menjadi arfan yang sekarang.

"woi! Gue dapat instagram cewek cantik nih, langsung gue follow ah, terus langsung gue DM aja haha!" rendy sibuk dengan ponsel nya sambil senyum sendiri, Enal menghampiri rendy untuk melihat siapa gadis yang rendy bicarakan. Arfan hanya melihat sekilas dan tak tertarik dengan apa yang di bicarakan rendy, karena arfan tahu rendy playboy dan yah pasti gadis itu akan di pacari nya juga, dalam pikiran enal dan arfan tertera, 'tinggal nunggu azab aja lo ren, mainin hati cewek mulu'. " siapa sih namanya?" tanya enal pada rendy, "nih liat sendiri" rendy memberikan ponsel nya pada enal. "oh ini kan adek kelas gue ..."









Heyaa! Aing update lageeee, maaf jika ngga bagus atau gaje, solanya ini udah bentrok banget pikiran gue. O iya jan lupa ya, vote and comment girls, see you in the next chapter

Big hug :* (emmmuach)

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang