You must say you like he

3.5K 155 12
                                        

Arfan sedang berlatih gitar di balkon kamarnya. Sudah 2 hari berlalu, dan saat ini Arfan sudah lumayan bisa memainkan alat musik tersebut. Jujur, Arfan merasa senang dan tidak sabar untuk segera menunjukkan  dirinya dapat memainkan gitar tersebut di hadapan Kei, dan Kei pasti akan memuji nya. Arfan tersenyum membayangkan hal tersebut.

"gue duluan!"

"gue! Intinya kalo lo kalah, lo bakalan suap gue makan!"

Dari pintu kamar terdengar suara langkah kaki, kemudian ganggang pintu terbuka menampakkan wajah Enal dan Rendy.

Arfan berjalan menuju Enal dan Rendy yang sibuk dengan perdebatan mereka. "kalian kenapa?" tanya Arfan bingung. Namun baik Rendy maupun Enal tidak menjawab pertanyaan Arfan.

Satu detik kemudian Rendy menatap Enal dengan kesal lalu melangkah menjauh dan langsung berbaring di kasur Arfan.

"pokoknya yang menang gue!" teriak Enal geram. Rendy hanya menutup telinganya menggunakan tangan dan tidak mempedulikan ucapan yang Enal lontar kan.

"ini kenapa woy? Kesel gue liatnya!" sergah Arfan yang bosan melihat tingkah Enal dan Rendy.

"tadi gue buat tantangan nih, yang duluan sampai ke kamar lo bakalan menang dan jadi bos, lalu yang kalah bakalan jadi asisten selama 30 menit, dan gue yakin tadi gue yang duluan sampai," jawab Enal dengan nada kesal, karena Rendy tidak menerima kekalahan.

"pembohong! Gue yang duluan sampai tadi," sanggah Rendy.

Arfan menaikkan bahunya acuh, tidak peduli dengan perdebatan konyol antara Enal dan Rendy. Baru saja Arfan melangkah pergi untuk mengambil air minum di dapur, namun Enal menghentikan langkahnya. "menurut lo siapa yang menang?" tanya Enal.

"mana gue tau," jawab Arfan acuh.

"jawab sekarang atau gue telefon Kei dan bilang kalo lo selingkuh sama gue?" kini Rendy mengancam Arfan. Mendengar ancaman dari Rendy membuat Arfan tertawa terbahak bahak. "gue selingkuh sama lo? Hahaha Kei ngga bakal percaya."

Rendy tersenyum sinis, "kalo gue bilang lo selingkuh nya sama Tasya gimana?"

Arfan terdiam. Gimana kalo Kei percaya sama Rendy? Bisa panjang urusannya.

"tinggal jawab aja kok Fan, pemenangnya gue atau Rendy? Pertanyaannya gampang kok, ya ngga Ren?" Enal berjalan mendekati Rendy dan merangkul pundak Rendy sambil tersenyum. "iya Fan, jawab aja," dengan bangga Rendy membalas rangkulan Enal.

Dan sekarang Arfan bingung, bukanya tadi mereka sedang berdebat, lalu sekarang apa? Kenapa malah dirinya yang harus diancam?  Kenapa harus dirinya yang menjawab? Argh! Sungguh tidak adil.

Sebenarnya Arfan tidak mengetahui siapa pemenangnya, tapi karena sudah diancam seperti ini, mau tak mau Arfan harus menjawab pertanyaan konyol tersebut.

"pemenangnya Enal. Gue udah jawab tuh kalian puaskan?" Arfan segera pergi dari kamar dan mendengar protes dari Rendy yang tidak terima jika dirinya kalah.

"woohooo!! Sang pangeran Enal menang!" teriak Enal senang.

"nggak adil! Yang menang gue bukan lo!" teriak Rendy kesal.

"sudahlah anak muda, terima takdir dan segera layani aku," Enal segera duduk dan mulai menyuruh Rendy melaksanakan semua perintahnya.

PACAR CUEK

Kei sedang berkumpul bersama Karin dan Yumi di sebuah kafe langganan mereka. Dari tadi Karin sibuk menceritakan tentang Zaki. Mulai dari Zaki yang memberikan bunga lah, Zaki yang kasih kue setiap 2 hari sekali, atau pun Zaki yang selalu mengirim pesan pada Karin. Dan karin mengatakan jika dirinya sudah mulai ada rasa terhadap Zaki, mungkin saat ini sudah dapat Kei simpulkan jika pada akhirnya usaha Zaki tidak akan sia sia. Dan Kei yakin Zaki laki laki yang baik walaupun sedikit ... Lebay, tapi Zaki pasti akan menjaga Karin sebaik mungkin.

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang