kesal

6.1K 206 7
                                        

'You very fast to conclude something, and you don't know if each people have different characteristics from your expectations'

Waktu sudah menunjuk kan pukul delapan WIB. Arfan belum bangun, kebo bener nih orang. Perut gue udah lapar lagi, makanan yang om Danu bawa sih masih ada bahkan belum gue sentuh sedikit pun. Tapi ya kalau gue makan terus Arfan bangun gimana? Kan gue malu, ya ampun Kei kenapa hidup lo ribet banget sih? Mau makan aja susah nya minta ampun.

Dreett ... Drettt ... Dretttt

Handpone gue bunyi dan menyala, tanda ada pesan masuk.

bunda:
Kei kamu Dimana?

Akeila:
Kei masih di rumah sakit bunda. Bentar lagi kei pulang okay?

Bunda:
Okay sayang, jangan lama lama ya. k

akeila:
Iya.

Tidak lama kemudian Arfan terbangun. "jam berapa?" tanyanya sambil menguap."jam delapan malam kak," Jawab gue pelan sambil menoleh ke arah Arfan berada.

Bisa gue lihat Arfan hanya mengangguk setelah mendengar ucapan gue. Dasar cowok nggak peka. Udah tau sekarang Jam delapan malam, tanya kek, Lo udah makan apa belum? Atau bilang maaf ya gue ketiduran nya lama. Lah ini malah cuma nanya jam.

Lebih baik gue pulang kalau kayak gini, bunda udah nunggu gue, dan gue juga lapar.

"kak gue mau pulang," ucap gue dengan wajah kesal. Arfan menatap gue datar. "kalau mau pulang ya tinggal pulang, susah banget sih."

Emang kampret banget sih si Arfan, ENGGAK PEKA banget. Bilang kek, 'Lo mau di anter?' Atau 'ya udah ayo gue anter'  ihhh kesel gue. Ya udah lebih baik gue pulang sendiri aja, dasar nyebelin, jahat, kesel guee. Ya ampun katanya pacaran, pacaran apa kalau model nya beginian? Lebih baik gue jomblo deh.

Apes bener nasib gue. "ya udah gue pulang!" gue berujar dengan wajah kesal Lalu berdiri. "iya," jawab nya singkat. Masih aja ni orang ga peka, susah bener ya, bicara sama batu es.

"Kakak gak mau antar gue Pulang?"
Ups! Gue langsung menutup mulut gue yang asal ngejeplak ini, sial bener dah nasib gue hari ini. "ogah, gue mau jaga mama gue, ntar kalau gue anterin lo Mama gue siapa yang jaga?" jawab arfan sarkatis.

Sial! Sial! Sial! Kurang ajar si arfan ini. Mau gue geplak wajah nya itu. Kampret se kampret nya si Arfan ini. Okay tenang Kei, sabar ini cobaan, tarik nafas, buang, tarik nafas, buang. Yang dibilang si Arfan ada benar nya, ntar siapa yang jagain tante Rere? Om Danu belum pulang dari kantor. Okay baiklah di sini anggap saja gue yang salah. semoga gue di beri kesabaran lebih menghadapi orang seperti arfan ini Aminn.

"tante Rere, Kei pamit ya cepat sadar Kei kangen," gue berbisik di telinga tante Rere, lalu mulai ingin melangkah, namun gue sempat melirik Arfan dengan tatapan kesal.

"kalau mau makan, makanan nya itu di atas meja depan lo, om Danu yang beli tadi!" setelah itu gue berlalu pergi dengan hati dongkol dan perut yang terasa lapar, bahkan sangat lapar. Gue ga peduli, nggak ada kata panggilan kakak untuk dia kalau gue lagi kesal.

PACAR CUEK

Author POV

Danu. Papa Arfan, baru saja memasuki ruang inap Rere istrinya. dan melihat Arfan sedang mengunyah makanan. "Kei di mana Fan?" tanya Danu pada anaknya. Arfan melihat ke arah papanya lalu menjawab "udah pulang tadi pa."

"oh bagus deh, lagian udah malam, pasti dia capek nungguin kamu bangun tidur tadi, udah kamu antar kan?" tanya Danu. Arfan menggeleng, "dia pulang sendiri tadi." Jawab Arfan.

"APA?!" kaget danu, tidak habis pikir dengan anak semata wayang nya ini yang berani membiarkan seorang gadis pulang sendiri di malam hari. Padahal Kei sudah menunggu Arfan Bangun tidur selama ber jam-jam.

Arfan hanya menatap papa nya santai, sambil lanjut memakan makanan. Danu menatap anak nya tak percaya, se santai itu arfan membiarkan kei pulang sendiri. Bagaimana jika Terjadi  apa-apa?

"sekarang kamu susul Kei, pastikan dia sudah pulang atau belum!" Tandas Danu. Arfan hanya diam dan tidak bergerak dari posisinya. Di dalam pikiran nya mulai melayang-layang pikiran negatif, bagaimana jika kei diculik? Bagaimana jika kei di copet? Atau bahkan lebih parah dari itu?

"Arfan!" bentak danu penuh emosi, tanpa pikir panjang arfan langsung mengambil kunci mobil dan mulai mencari Kei.

PACAR CUEK

Arfan menjalankan mobil nya untuk mencari Kei, karena pasti Kei belum jauh dari rumah sakit ini. Setelah memakan waktu hampir 10 menit, Arfan tak kunjung bertemu dengan Kei. Arfan menghentikan mobilnya lalu menelepon bunda Kei.

"halo Tante, kei ada di rumah?" tanya Arfan mencoba tenang, walaupun dalam hati nya tengah gelisah, entah hal apa yang Membuat Seorang Arfanda khawatir seperti ini.

Kei tidak ada di rumah Arfan, kata kei dia bentar lagi pulang, tapi sekarang masih belum juga pulang Kei masih sama kamu kan?  Suara bunda Terdengar gelisah dari sebrang telepon.

Arfan terdiam sebentar.

"hehe iya tante, tadi Arfan cuma mau mastiin kalau tante masih nunggu Kei atau nggak, eh ternyata masih," Jawab arfan mencari alasan.

Oh syukurlah kalau Kei masih sama kamu, cepat pulang ya, terdengar oleh Arfan kalau suara bunda Kei sudah tidak khawatir lagi.

"hehe iya tante, ini udah mau Arfan antar kok Kei nya," Arfan berbohong lagi.

Hati hati ya Arfan ucap bunda kei.

"iya tante"

Tut ... Tut ... Tut ...

Sambungan telepon mati.
Dan sekarang kemana lagi Arfan akan mencari Kei?

"lo di mana sih Kei?''






Hollla guys, gue baru update nih baca ya guys, jangan lupa voment and kalau mau kasih kritik atau saran silakan ya gaesss:v

Semoga sukaaaa:*

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang