Date

2.5K 123 19
                                        

Arfan melihat Kei dengan pandangan tidak percaya karena pacarnya itu tiba tiba saja memeluk seorang laki-laki lain di hadapannya.

"lo kapan datangnya?" Kei bertanya setelah melepaskan pelukan dari laki laki tersebut. "sekitar 2 jam yang lalu," jawab laki laki tersebut dan menyengir lebar.

"gue baru aja mau ke rumah lo, eh udah ketemu di sini," sambung laki laki tersebut.

Kei tertawa menatap laki laki yang berada di hadapannya, dia adalah Aldo. sebenarnya Kei tidak pernah menyangka akan bertemu Aldo kembali. Dan sekarang Aldo memang nyata dan sedang berada di hadapannya.

"boleh ikut duduk sama lo bentar ngga?" tanya Aldo sambil melirik Arfan dengan pandangan tidak Enak. Sedangkan Arfan hanya menatap Aldo dengan datar. Seolah tidak peduli dengan kedekatan Kei dan Aldo, padahal hatinya sedang kesal melihat Aldo bersama pacarnya.

Aldo sengaja datang kembali untuk menemui Kei dan memberi hadiah ulang tahun.

"boleh kok, ayo duduk."

Kei langsung saja menyeret Aldo untuk duduk di kursi dan segera bertanya tanya. "gimana sekolah di luar negeri? Enak?" tanya Kei dan Aldo pun menjelaskan dengan santai, "gimana ya, enak sih enak cuman kan harus adaptasi juga sama teman baru, lingkungan baru dan kebiasaan baru, semuanya baru bagi gue."

Kei mengangguk paham, kemudian obrolan antara Kei dan Aldo mengalir begitu saja, dan Arfan? uh jangan ditanya, keberadaannya di sana benar benar seperti patung.

Arfan berusaha tetap mendengarkan obrolan antar Kei dan Aldo, ia masih memasang tampang cool sambil sesekali menatap Kei dengan tatapan kesal karena Kei tampak sangat bersemangat saat berbicara pada Aldo.

"bang Arfan apa kabar?" dan pada akhirnya, Aldo bertanya kepada Arfan.

Sejenak, Arfan menatap Aldo dengan pandangan tidak suka, ada sedikit rasa cemburu yang ia rasakan. Namun ia tetap menjawab pertanyaan Aldo, "baik, lo sendiri gimana?" tanya Arfan balik.

"kabar gue baik kok bang, ada acara apa sama Kei? Makan berduaan aja? Atau nanti ada keluarga sama teman lain yang gabung?"

"kita lagi kencan," jawab Arfan yang terdengar agak sedikit kesal. Aldo terdiam, kemudian tersenyum, ia menyadari saat ini belum waktu yang tepat untuk berbincang banyak dengan Kei. Aldo berniat pulang karena merasa bersalah telah mengganggu acara kencan Kei dan Arfan. Tapi sebelum itu ia berucap, "Kei mau ikut gue keluar restoran bentar ga?"

Kei menatap Arfan meminta persetujuan, tapi Arfan hanya diam dan menatapnya datar persis seperti tembok.

"ayo," ucap Kei pada akhirnya, karena Arfan tak kunjung memberi jawaban yang pasti, dan hanya terdiam.

Beberapa detik kemudian, Kei dan Aldo sudah berada di luar restoran, Arfan langsung mengikuti mereka dan berdiri di tempat gelap di dekat pintu restoran. Ia ingin melihat apa saja yang akan di lakukan Aldo kepada Kei. Arfan sengaja berdiri di tempat gelap, agar Kei tidak menyadari keberadaannya.

"happy Birth Day Kei," ucap Aldo sambil tersenyum manis dan menyerahkan sebuah kado dari sakunya. Kei membulatkan mata melihat kado dari Aldo, "lo ngga perlu repot repot bawain kado kayak gini, lo udah datang aja gue seneng," ucap Kei yang kini menatap kado itu penuh dengan ekspresi haru.

"udah, sekarang lo ambil terus buka," Aldo langsung menyerahkan sebuah kotak kecil dan menaruhnya di atas telapak tangan Kei. Dengan ragu, Kei membuka hadiah tersebut, "wow," Kei terpana setelah melihat sebuah gelang tangan tertaruh indah di dalam sebuah kotak.

Aldo langsung memeluk Kei saat melihat ekspresi senang dari mantan pacar nya tersebut. Jika boleh jujur, Aldo belum bisa sepenuhnya melupakan Kei, tapi mau bagaimana lagi, saat ini Kei sudah memiliki Arfan, dan Aldo mengerti itu. Sekarang hubungan mereka hanya sebatas teman. Tidak lebih, hanya teman.

PACAR CUEK [COMPLETED✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang