Setelah menyelesaikan masalah dengan Tasya, Arfan membawa Kei pergi menggunakan mobilnya dan melupakan Enal dan Rendy yang masih berada di rumah Tasya.
"kak gue ngerasa ada yang kurang," ucap Kei pelan.
Arfan melambatkan kecepatan mobilnya kemudian melihat Kei sekilas dan kembali fokus menyetir. "kurang apa? Kan masalah kita sama Tasya udah selesai," Arfan fokus pada jalanan sedangkan Kei sangat merasa tidak nyaman.
Kei mencoba mengingat dan beberapa detik kemudian Kei menepuk kening nya dengan pelan. "Kak Enal sama Rendy masih di rumah Tasya!" seru Kei dengan cepat.
Arfan segera menghentikan mobilnya dan teringat akan kedua sahabatnya yang mungkin saja saat ini tengah mengutuk dirinya habis habisan. "lo coba telepon mereka," ucap Arfan.
Kei segera menelepon Enal, dan sudah ada bacaan berdering.
Tak lama, panggilan telepon tersambung.
"hallo kak Enal?"
"ya hallo Kei? Lo sama Arfan kenapa pergi gitu aja? Dan ninggalin gue sama Rendy di tepi jalan rumah Tasya kayak gelandangan gini?"
"eh, kak maaf-"
"hallo Nal, maaf gue kelupaan tadi. Kirain cuma gue sama Kei aja tadi," Arfan bersuara dan segera meminta maaf.
Dari sebrang telepon terdengar Enal mengela nafas.
"mentang mentang bawa pacar, teman ditinggal," ucap Enal.
"tau si Arfan, gue kedinginan nih, Kei hangatin gue dong!" Rendy ikut bersuara dan membuat Kei tersenyum. "mau dihangatin pakai apa kak? Kopi atau teh panas?" Kei membalas candaan Rendy.
"pakai pelukan lo aja Kei," Rendy tertawa di ikuti Enal yang juga tertawa, sedangkan Kei tersenyum lebar. Namun tidak dengan Arfan yang masih setia memasang tampang datarnya. Arfan kesal. Tidak tahu kenapa, namun dia kesal mendengar candaan Rendy yang menurut Arfan itu sama sekali tidak lucu.
Melihat wajah datar Arfan, Kei segera berhenti tersenyum. Arfan segera mengambil ponsel Kei dan berbicara pada kedua sahabatnya.
"kalian pulang naik taxi aja ya, besok gue traktir. Tunggu kabar baik," ucap Arfan yang langsung mematikan ponsel.
Sementara itu, Rendy dan Enal mulai kebingungan mendengar ucapan Arfan. "apa maksudnya kabar baik?" tanya Enal pada Rendy.
"oh gue tau, Arfan pasti mau baikan sama Kei atau dia udah punya ...," Rendy sengaja menggantungkan perkataannya agar Enal penasaran.
"punya apa?" tanya Enal yang makin penasaran.
"punya pacar baru," jawab Rendy asal dan membuat Enal kesal.
"ambil tali lalu disambung, dasar lo kaga nyambung," Enal ber pantun dengan spontan dan membuat Rendy tertawa renyah. "ya lagian mana gue tau apa kabar baik dari Arfan," setelah mengatakan itu, Rendy duduk di tepi jalan sambil membalas pesan dari beberapa pacarnya. Sedangkan Enal hanya menatap jalan yang lengang sambil sesekali mengecek ponsel miliknya.
Tak lama taxi yang mereka pesan datang dan mereka segera pulang ke rumah sambil sesekali memikirkan kabar baik apa yang di maksudkan oleh Arfan. Mereka sangat penasaran.
PACAR CUEK
Arfan menghentikan mobil di depan sebuah kafe. Kei bersiap untuk turun namun Arfan menghentikan Kei. "kita ngga bakalan turun," ucap Arfan.
Kei menoleh ke arah Arfan dan mengernyit bingung. "terus kenapa kita berhenti di sini?" tanya Kei yang kebingungan.
"liat orang lewat dan masuk ke kafe," ucap Arfan santai. Mendengar itu Kei hanya diam dan menuruti ucapan Arfan untuk melihat mobil dan motor yang berlalu lalang di jalan Raya sesekali Kei kembali menoleh ke arah Arfan yang sibuk menatap jalanan.
"kak pulang aja yuk," ajak Kei yang sudah mulai bosan, tentu saja Kei bosan. Sudah sekitar 12 menit dia diam dan duduk tanpa melakukan kegiatan apa pun.
Arfan melirik Kei, "sebentar, gue lagi mempersiapkan mental," ucap Arfan yang hanya dibalas dengusan kesal oleh Kei.
"masalah tadi udah selesaikan?" tanya Arfan kepada Kei. Mendengar pertanyaan Arfan Kei menganggukkan kepala. Kei sudah yakin jika Arfan tidak bersalah atas kejadian ini. "jadi lo percaya ke gue kan, kalo gue itu setia?" Arfan kembali bertanya. Dan Kei tetap mengangguk.
"kalo gitu, lo nikah sama gue," Kei tersentak kaget mendengar ucapan Arfan. Woahhh bercandaan model apa itu? Sungguh mendebarkan.
Kei tersenyum konyol, "haha kak Arfan ada ada aja," Kei berusaha menahan senyuman nya.
"gue serius Kei, lo jadi istri gue," Arfan menatap langsung ke mata Kei dan hal itu membuat jantung Kei berdetak kencang. Kei tidak tau harus senang atau merasa kesal. Karena Kei merasa senang ketika Arfan mengatakan hal sebesar itu dengan serius. Tapi Kei juga kesal karena Arfan langsung saja mengatakan, 'nikah sama gue' dan 'lo jadi istri gue,' helllowww tidak ada kata yang romantis apa seperti:
'Seribu rintangan kulalui
Seribu tentangan ku jalani
Dengan sabar ku menanti hingga saat ini Tepat hari ini
Detik ini
Ku bersama mu
Menikmati malam yang ramai
Dan berriap melangkah maju
Sudikah kau jadi istri ku Kei?
Hendak kah engkau menjadi milikku sentuhnya?'
Ohhh Stop! Itu terdengar sedikit lebay.
Tapi setidaknya Arfan harus sedikit romantis di momen berharga seperti ini, paling tidak membawa bunga, atau membawa cincin atau hal apa pun yang membuat suasana menjadi semakin terasa romantis.
Tapi ini, huh! Arfan malah terdengar seperti memaksa. 'nikah sama gue, blalalabla,' tapi tatapan Arfan benar benar indah.
Kei segera tersadar dari lamunannya yang panjang dan kembali menatap Arfan yang tengah melihat ke arahnya dengan tatapan. heran.
"gue tau, mungkin lo merasa gue benar benar ngga romantis, tapi asal lo tau aja gue butuh waktu yang lama buat siapin mental dan ngucapin hal ini ke lo. Gue sengaja berhentiin mobil di sini dan mempersiapkan keberanian gue, karena mengatakan hal ini benar benar butuh keberanian besar buat gue," Arfan berhenti berucap.
Lalu ia kembali melanjutkan ucapannya, "gue udah search di google dan cari kata kata romantis buat mengatakan ini tapi gue ngga mau cuma menggunakan kata kata dari google. Dan tadi itu murni kata kata gue yang berasal dari hati gue," Arfan menuntaskan ucapannya dan membuat Kei terdiam.
Satu detik kemudian, Kei langsung memeluk Arfan dengan erat. Kei tidak mau kehilangan calon suami seperti Arfan.
"jadi lo mau terima gue jadi suami lo Kei?" tanya Arfan dengan perasaan cemas.
Kei melepas pelukannya dari Arfan. "tunggu gue udah kerja, baru kita nikah," ucap Kei tersenyum.
Arfan mulai menghitung tahun, "5 tahun lagi ya," ucap Arfan dan mendengar itu Kei mengangguk setuju. Kini Arfan lah yang memeluk Kei dengan perasaan yang sangat senang, setelah itu ia mencium kening Kei. "makasih," ucap Arfan sambil tersenyum.
Kei mengucapkan terimakasih juga kepada Arfan.
Tak lama kemudian, Arfan mengeluarkan sebuah kunci dari sakunya. "ini ambil," kata Arfan sambil menyerahkan sebuah kunci kepada Kei.
"kunci apa ini kak?" tanya Kei.
"ini cuma kunci palsu, kunci yang aslinya 5 tahun lagi," ucap Arfan sambil tertawa. Kemudian Arfan menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan mobil.
Kei mengamati kunci yang berada di tangannya, ini bukan seperti kunci mobil, lebih seperti kunci rumah. Kei kembali mengamati kunci tersebut. Beberapa menit kemudian, Kei memasukkan kunci itu kedalam saku baju tidurnya.
Kei tersenyum sambil menatap Arfan. Arfan memang tidak romantis, tapi Kei tau Arfan sangat perhatian padanya. Kei siap menerima kekurangan Arfan seperti Arfan menerima kekurangannya.
Tidak ada yang tau tentang jalan hidup.
Pertemuan yang dulunya tidak diharapkan, malah menjadi hal yang paling diinginkan sekarang. Tak ada yang tahu jika pada akhirnya kita akan saling mencintai.
Heyyo gaess! Ini belum ending kok, dua episode lagi baru deh ending. Mohon maaf ya kalau misalnya kalian merasa kurang srek dengan cerita ini. Dan merasa kurang puas. Tapi gue harap kalian bakalan suka.
Makasih yang udah vomment. Jangan lupa vomment lagi ya!!!
Big hug 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
JugendliteraturSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)