Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Gue menunggu Aldo di depan pagar rumah. Gue mengenakan pakaian yang di pilih kan oleh Karin dan Yumi. Sambil menunggu Aldo gue mengecek ponsel dan melihat notifikas chat dari Arfan. Gue membuka chat tersebut.
Arfan:
Kaki lo udah ga sakit lagi??
Kei:
cuma sakit dikit doang.
Tak lama kemudian Arfan membalas pesan gue secara cepat.
Arfan:
Oh. Oke.
Dan jawaban nya hanya itu. Gue ngga tau harus bersyukur karena dia mau nanyain kabar gue atau marah karena jawaban nya singkat banget kayak tali jemuran tetangga gue.
Gue menghela nafas pelan dan menyimpan ponsel ke dalam tas. Sepuluh menit kemudian Aldo datang, wajah nya sedikit datar biasanya ekspresi nya selalu senang ketika ketemu gue. Tapi ekspresi model apa ini? Apa dia ada masalah? Semoga saja tidak ada hubungannya dengan Dinda si rubah betina itu.
Aldo menurunkan sedikit kaca mobil dan menyuruh gue masuk. Gue masuk ke dalam mobil dan Aldo mulai menjalankan mobil nya. Keadaan hening, ngga biasanya seperti ini, biasanya saat gue bersama Aldo ada saja hal yang di bahas tapi ini bukan seperti Aldo. Pendiam dan sangat dingin.
"Al, kamu ada masalah ya?" tanya gue secara to the point kepada Aldo. Namun, tidak ada respons dari Aldo tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut nya.
"kamu ngga kayak Aldo deh."
CITTTT
Suara decitan mobil menggema di jalan sepi yang gue dan Aldo lewati. Aldo mengerem mobil secara mendadak. Jantung gue berdetak sangat kencang setelah apa yang terjadi gue benar-benar kaget.
"ngapain kamu rem mendadak kayak gitu?!" tanya gue dengan nada sedikit tinggi. Aldo hanya melirik gue, namun gue tertegun ketika melihat tatapan Aldo yang mengisyaratkan kesedihan.
Gue menutup wajah, mencoba memahami situasi yang terjadi saat ini.
"Kei ...."
Suara pelan Aldo memanggil nama gue, gue menoleh ke arah nya. "apa aku harus jadi orang lain supaya kamu suka ke aku?" pertanyaan Aldo bagaikan bom waktu yang saat itu bisa membinasakan siapa saja. Gue nggak ngerti apa yang dia katakan tapi gue sangat kaget ketika dia berkata seperti itu.
"maksud kamu apa?" gue mengernyit kebingungan. "apa aku harus jadi seperti Arfan yang dingin dan cuek supaya kamu suka ke aku?" kalimat yang keluar dari mulut Aldo menjadi pukulan keras bagi hati gue.
"kamu ngapain bilang kayak gitu? Aku nerima kamu jadi pacar aku karena aku suka kamu, bukan aku minta kamu jadi orang lain," ucap gue tergesa-gesa bagaimana mungkin Aldo bisa berbicara seperti itu?
"LALU KENAPA KAMU MENJADIKAN AKU YANG KEDUA KEI, INI SAMA AJA KAYAK KAMU SELINGKUH TAU NGGA?!!" teriakan Aldo membuat gue terdiam, dari mana Aldo tau? Kenapa Aldo bisa tau di saat yang ngga tepat? Kenapa?
Gue terdiam sebentar. "aku bisa jelasin semuanya Al, yang pasti aku memang suka ke kamu ngga mungkin aku bohong Al," Aldo memandang lurus ke arah mata gue.
"sudah lah Kei, kita pergi makan dulu," kata Aldo yang mengalihkan pembicaraan dan kembali menjalankan mobil. Argh! Gue ngga tau apa yang berikutnya terjadi sama hubungan gue dan Aldo, semuanya terjadi secara tiba-tiba ini memang suatu yang ngga pernah gue harapkan terjadi.
PACAR CUEK
Sesampainya gue dan Aldo di restoran, Aldo segera memesan makanan kesukaan gue dan juga makanan kesukaan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Fiksi RemajaSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)