Kei turun dari mobil Enal dan mengucapkan terimakasih karena Enal telah memberikannya tumpangan. Setelah pamit, Enal pulang dan Kei masuk ke dalam rumah.
Namun, baru saja ingin membuka pintu kamar, ponsel nya berbunyi tanda ada pesan yang masuk.
Arfan:
Kei keluar rumah sebentar ...
Kei bergegas pergi keluar rumah dan di sana sudah ada mobil Arfan dan tentu saja ada Arfan di dalam mobil tersebut.
Kei langsung masuk ke dalam mobil dan melihat wajah Arfan yang terlihat sedikit gelisah. Kei tersenyum, "ada apa kak?" tanya Kei.
"sorry, tadi gue telat jemput lo, Enal tadi bilang ke gue kalau lo udah dia antar, jadinya gue langsung aja ke rumah lo buat minta maaf," Arfan merasa tidak enak kepada Kei, gara gara menolong Tasya, dia jadi terlambat menjemput Kei.
Kei mengembangkan senyuman, dia senang karena Arfan datang untuk meminta maaf dan membuat hatinya menjadi tidak khawatir lagi.
"gue minta maaf ya," Arfan memegang tangan Kei dan menatap langsung ke dalam mata gadis tersebut. Arfan meminta maaf bukan hanya karena ia terlambat untuk menjemput Kei, tetapi juga karena hal yang terjadi antara dirinya dan Tasya. Arfan sangat gelisah memikirkan kesalahan yang telah ia buat, Arfan menyesal, seharusnya ia tidak datang untuk menolong gadis licik itu. Dan karena Tasya, dia harus menahan rasa bersalah kepada Kei.
"gue maafin kak Arfan kok, lagian cuma masalah telat jemput doang, ngga mungkin gue marah sampai satu minggu," Kei langsung tertawa ketika memikirkan bagaimana jadinya jika ia marah kepada Arfan selama satu minggu.
Mendengar tawa Kei, Arfan sedikit tenang. Namun tak bisa di pungkiri, hatinya masih terasa gelisah memikirkan bagaimana jika Kei tau jika Tasya tadi mencium pipinya?
Ahhh kenapa pikiran itu selalu muncul? Arfan memejamkan mata dan mencoba meyakinkan jika semuanya akan baik baik saja.
"kak Arfan tadi ngapain aja? Kok sampai telat jemput gue? Untung tadi ada kak Enal."
Arfan terdiam mendengar pertanyaan Kei.
"gue tadi habis bantuin teman gue, ban mobil nya bocor," jawab Arfan tanpa menyebutkan nama Tasya.
Mendengar jawaban Arfan, Kei langsung percaya dan tersenyum kemudian mengangguk tanda dirinya paham.
Arfan sedang berpikir bagaimana caranya agar ia dapat membuang bekas ciuman Tasya yang berada di pipinya, walaupun bekas itu tak nampak, tapi Arfan masih merasa tidak enak dengan itu.
Arfan tersenyum kecil ketika ia mendapat sebuah ide, "Kei cium pipi gue," Arfan segera mendekatkan pipinya ke arah Kei.
Melihat Arfan bertingkah seperti itu Kei tertawa, "Kei gue serius," Arfan berucap dengan kesal, kemudian semakin mendekatkan pipi nya ke arah Kei.
Kei menurut dan segera mencium pipi Arfan, setelah Kei mencium pipinya, Arfan tersenyum senang karena baginya, bekas ciuman Tasya sudah hilang terganti dengan ciuman dari wanitanya. Ah apakah terasa cocok jika dirinya memanggil Kei seperti itu? Arfan tertawa sendiri memikirkannya.
"nanti malam mau jalan ngga?" tanya Arfan setelah beberapa detik yang lalu mereka hanya menyisakan keheningan.
Kei mengangguk sambil menyengir, "apa ini seperti kencan kedua kita?" tanya Kei diiringi tawanya.
Arfan diam seolah berpikir, "tentu saja," jawab Arfan pada akhirnya.
PACAR CUEK
Kei mematut tampilan dirinya di depan cermin, "apa bajunya terlalu berlebihan ya?" Kei bergumam kemudian pergi menuju lemari dan mencari baju lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR CUEK [COMPLETED✔]
Fiksi RemajaSeorang gadis SMA yang bernama Akeila Zefa dijodohkan oleh orang tua nya dengan seorang laki laki yang bernama Arfanda Pratama yang ternyata adalah kakak kelas Akeila di sekolah. Arfan di kenal sebagai orang yang paling cuek dan tidak peduli terhada...
![PACAR CUEK [COMPLETED✔]](https://img.wattpad.com/cover/169621192-64-k280503.jpg)