"Oke, kalau itu yang terbaik. Devy pergi sekarang."
Gue meraih bolpoin itu dan menggoreskan tinta di atas surat cerai kami.
Sekarang, mulai detik ini, kami resmi berpisah dan gak ada alasan untuk mempertahankan rumah tangga ini lagi.
Mimpi-mimpi dan harapan gue tentang masa depan yang indah bersama Om Chanyeol pupus sudah.
Gue berdiri dan mulai masukin baju dan barang-barang gue ke dalam koper.
"Kamu perginya besok aja, ini udah malem" kata Om Chanyeol tanpa berusaha menahan kepergian gue.
"Sekarang atau besok, sama aja kan?
Kita sama-sama gak ada ikatan lagi"
Om Chanyeol cuma diam.
Beberapa saat kemudian dia berjalan menuju meja dan ngambil sesuatu dari dalam laci.
Dia ngedeketin gue,
"Ini untuk kamu, saya juga sudah membelikan rumah yang layak untuk kamu tinggali" kata Om Chanyeol sambil nyodorin cek senilai 200 juta ke gue.
Gue tersenyum pahit,
"Bahkan seluruh harta yang Om Chanyeol miliki gak akan bisa membeli perasaan Devy"
"Terserah kamu mau bilang apa, saya mohon kamu terima cek ini. Kamu pasti membutuhkan ini untuk kehidupan kamu selanjutnya..." Om Chanyeol ngasih cek itu ke dalam genggaman tangan gue.
"Kontrak kita udah selesai kan? Jadi untuk apa lagi Om Chanyeol nanggung biaya hidup Devy? Itu bukan tanggung jawab Om lagi"
"Devy, jangan egois! Kamu gak akan bisa hidup tanpa uang!"
"Devy bisa cari uang sendiri!!"
"Saya cuma gak mau ngelihat kamu hidup susah lagi!!"
*Krekkk*
Gue nyobek cek senilai 200 juta itu tepat di hadapan Om Chanyeol.
Dia kelihatan kaget dan gak bisa ngucapin sepatah katapun.
Gue ngebuka cincin pernikahan kami dari jari manis gue dan ngelempar ke arah Om Chanyeol. Cincin yang berharga itu sekarang jatuh entah kemana.
Lagi-lagi Om Chanyeol cuma bisa diam sambil nundukin kepala.
"Devy pamit." ucap gue sambil membawa koper dan berjalan keluar dari kamar.
Gue menuruni tangga dengan perasaan sedih, kecewa, marah yang bercampur jadi satu. Malam ini bener-bener bikin pikiran gue kacau. Berkali-kali gue berharap sama Tuhan semoga semua ini cuma mimpi.
Papi, Mami, dan Baekhyun yang lagi santai di ruang tamu seketika kaget dan berdiri saat melihat gue yang bersiap untuk pergi.
"Kamu mau kemana, Nak?" tanya Papi.
"Mbak Depi.." Baekhyun lari nyusulin gue.
"Mbak Depi teh mau kemana? ini kan udah malem.." tanya Baekki dengan polosnya.
"Mbak Devy harus pergi sekarang..."
Gue ngusap lembut rambut Baekhyun,
"Baekki harus rajin belajar, jadi anak yang baik, dan nurut sama Papi Mami.." ucap gue sambil netesin air mata.
"Mbak Depi gak boleh pergi..." Baekhyun seketika meluk gue sambil nangis.
"Baekki teh sayang sama Mbak Depi..."
"Mbak Devy juga sayang sama Baekki.. tapi Mbak Devy gak bisa tinggal di sini lagi.."
"Devy, sebenarnya ada apa? Kamu mau pergi kemana?" tanya Mami.
"Chanyeol berbuat kasar sama kamu?, iya?" Papi menuntut jawaban.
Gue cuma bisa nangis dan gak bisa ngucapin apa-apa lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAWIN KONTRAK [PCY]
Fiksi Penggemar"Ketemu jodoh waktu dikejar Satpol PP tuh rasanya anjir banget" ⚠ Ngegas in your area 2018-10-07
![KAWIN KONTRAK [PCY]](https://img.wattpad.com/cover/164591979-64-k9355.jpg)