Chapter 15

29.3K 1K 24
                                        

Operasi yang di lakukan Dokter Ayu untuk mengambil bayi dalam kandungan Rossa berhasil. Rossa dan Bayinya selamat, bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu dalam keadaan baik-baik saja walau harus lahir secara prematur tapi kondisinya sangat Bagus. Berat badan yang di miliki bayi laki-laki sudah bisa di bilang stabil walau masih 8 bulan, jantungnya pun berdetak normal.

Mendengar pernyataan jika operasi yang di lakukan Dokter Ayu berhasil membuat Dion dan Gina sangat bahagia apalagi Arsen, mereka bersyukur doa mereka di kabulkan tapi kebahagiaan mereka hanya sesaat saat mendengar jika Rossa mengalami pendarahan dan koma pasca melahirkan.

"Maaf tuan dan nyonya, Putri anda saat ini kondisinya kritis, bisa di bilang dia koma karena pendarahaan yang di alaminya membuat kondisi Putri anda lemah dan kehilangan banyak darah" ucap Dr. Ayu saat selesai melakukan operasi.

Ucapan Dr. Ayu membuat Gina langsung menangis dalam pelukan Dion. Arsen terkejut mendengar ucapan Dr. Ayu jika Rossa koma.

"Tapi, saat ini kondisi anak saya baik-baik saja kan dok?" tanya Dion dengan tenang walau dalam hatinya dia menangis tapi demi sang Istri dia harus kuat.

"Kalau itu kami akan pantau terus, dan anda bisa melihat cucu anda di ruang bayi. Karena saat ini bayinya harus masih mendapatkan perawatan" ucap Ayu kepada Dion membuat Dion mengangguk.

Arsen hanya diam tak bicara sepatah kata apapun, ini salahnya jika dia tidak meninggalkan Rossa sendiri pasti saat ini Rossa masih baik-baik saja dan ponakannya juga baik-baik saja.

"Kalau begitu saya permisi tuan, kami akan selalu memantau keadaan Putri anda" lanjutnya.

Dion hanya mengangguk dan mengucapkan banyak terima kasih, Ayu pun pergi meninggalkan keluarga Rossa. Sedangkan Gina masih menangis di pelukan Dion Putri satu-satunya harus terbaring di ranjang rumah sakit.
Pikiran Arsen masih buntu, dia belum bisa berpikir atas kejadian yang menimpa Rossa hingga mengalami pendarahan dan nanti dia akan cari tau.

"Pa, sebaiknya papa dan mama melihat anaknya Ocha, biar arsen yang melihat kondisi ocha nanti kita gantian " usul Arsen.

"Benar kata kamu, papa dan mama akan melihat cucu papa dulu. Ayo ma kita lihat cucu kita pasti dia tampan" ajak Dion, Gina hanya mengangguk.

Akhirnya Dion dan Gina berjalan ke ruangan di mana Bayi Rossa saat ini berada, saat sampai di sebuah kaca besar yang di dalamnya ada beberapa bayi termasuk anaknya Rossa. Saat melihat bayi laki-laki yang tertidur dengan balutan kain warna biru Gina menangis haru.

"Lihat, cucu kita! Dia sedang tidur" ucap Gina saat melihat box bayi yang bertulis nama Ny. Rossalina.

Dion mengangguk dan memeluk Gina dari samping.

"Mama ingin masuk dan melihatnya dari dekat pa? " ajak Gina kepada Dion.

"Ayo, mungkin masih bisa untuk melihat cucu kita" jawab Dion.

Mereka pun berjalan ke arah pintu masuk, sebelum melihat cucunya langsung Gina meminta izin kepada Suster untuk masuk ke dalam dan melihat langsung sang cucu.

"Boleh kami melihat cucu kami sus, tidak akan lama hanya sebentar saja" ucap Gina.

"Boleh nyonya silahkan, tapi harus pakek baju steril dulu" ucap Suster dan di angguki oleh mereka.

***

Arsen berdiri di samping ranjang putih dan menatap gadis yang sedang terbaring dan memejamkan matanya dengan damai, di tambah alat pendeteksi jantung yang masuk ke dalam Indra pendengarannya. Tangannya mengusap tangan gadis itu yang tidak terkena jarum infus.

"Cha? " panggilnya dengan suara seraknya. "Ocha,kenapa kamu malah tidur seperti ini. Apa kamu tidak ingin melihat anak mu" ucapnya sambil menatap gadis itu.

MY BABY BOY (SLOW UPDATE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang