Chapter 38

19.8K 689 72
                                        

Dengan hati deg-degan Afgan, berjalan cepat untuk keluar dari rumah sakit menuju ke mobilnya dan ingin membuka amplop tersebut di sana. Tak berapa lama Afgan sampai di parkiran dan segera membuka pintu mobil dirinya segera masuk tak lupa menutup pintunya kembali. Dengan tangan sedikit gemetar Afgan menyobek amlop tersebut dan membuka lembaran di dalamnya setelah melihatnya mata Afgan berkaca-kaca dan dadanya tiba-tiba terasa sesak.

"Tidak mungkin",gumamnya.

Afgan meremas kertas hasil DNA, dan menjatuhkan kepalanya di atas kemudi Afgan benar-benar terkejut dengan hasilnya kenapa bisa apa ada kesalahan dengan hasilnya atau memang ini kenyataannya Afgan berharap jika Rio adalah anaknya dan Rossa tapi test DNA sudah membuktikan jika Rio bukan darah dagingnya.

Hasil DNA Mr. Afgan dan Rio 75% tidak Cocok .

"Berarti, Rio bukan anakku dan ocha. Tapi ocha menikah dengan siapa, dan tidak mungkin jika Rio bukan anakku, jelas sekali wajahnya adalah wajah saat aku kecil dulu. Tidak,ini tidak benar ",ucapnya dengan wajah yang masih berada di atas kemudi.

Setelah, tenang Afgan kembali duduk dengan benar, dia meletakkan kertas yang di pegangnya di atas tas kerjanya dia harus ke kantor lebih dahulu, sebelum menemui Zaki untuk mengatakan semuanya. Afgan memasang sabuk Safe Beltnya dan menghidupkan mobilnya untuk meninggalkan halaman rumah sakit. Walau, test DNA sudah keluar dan melihat hasilnya tapi entah kenapa hatinya masih ragu akan hasil tersebut padahal sudah di jelaskan jika Rio bukan anaknya.

"Aku akan bertanya kepada ocha sendiri, siapa sebenarnya papa Rio, aku akan mencari tau sendiri mungkin hasil test tersebut ada kesalahan atau tertukar ya benar mungkin seperti itu",katanya sambil fokus mengemudi.

Karena masih belum terlalu macet, Afgan menjalankan mobilnya dengan tenang walau dalam hati dan pikirannya tidak tenang.

Di lain tempat, seseorang berjalan keluar dari ruangan yang tadinya untuk bersembunyi dia berjalan ke arah dokter yang menyerahkan hasil test DNA kepada Afgan. Di tangannya juga ada kertas yang sama dengan yang Afgan pegang tadi.

"Tuan saya, sudah melaksanakan apa yang anda suruh",ucap Dokter bernama Vidi.

"Terima kasih dok, sudah mau membantu saya. Maaf sudah membuat dokter Vidi harus menukar hasil DNA nya",ucap seseorang itu.

"Iya tuan Zaki,kalau begitu saya permisi karena ada urusan lain",pamit Vidi kepada Zaki yang masih berdiri di tempatnya.

Setelah mendapat anggukan dari Zaki, Vidi berjalan meninggalkan Zaki. Zaki menatap kertas di tangannya dengan kata maaf kepada Afgan. Karena dia melakukan ini bukan karna dia tidak membantu sahabatnya justru dia sangat membantu, membantu agar lebih berjuang untuk mengakui kesalahannya dan mendapatkan apa yang dia mau.

"Maafin gue gan? Gue cuma mau loe berjuang dengan cara berpikir loe. Karena loe udah melakukan kesalahan yang seharusnya loe tanggung dua tahun lalu kepada wanita sebaik Cha-Cha" ucapnya dengan menatap kertas itu.

"Gue yakin loe bisa menebus kesalahan loe, dengan cara loe gimana melakukannya. Gue gak akan biarin loe, mendapatkan apa yang loe inginkan dan membuat loe egois. Sekali lagi gue minta maaf".

Setelah itu, Zaki berjalan di lorong rumah sakit dengan membawa hasil Test DNA asli Afgan dam Rio. Zaki bukannya tidak mau membantu hanya saja dia ingin sahabatnya berjuang karena sudah menyia-nyiakan orang yang dulunya sangat dia cintai kenapa Zaki bisa tau dan berhasil menukar hasilnya karena Zaki menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengikuti Mobil Afgan yang keluar dari Kafenya menuju Rumah sakit setelah perbincangan itu.

MY BABY BOY (SLOW UPDATE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang