Di bandara Changi Airport Singapura, Afgan duduk di ruang tunggu menunggu pesawat yang akan membawanya ke Jakarta. Dengan menggunakan jas hitam dan kacamata hitam membuat penampilannya sangat tampan. Banyak wanita yang melihatnya tetapi Afgan terlihat tak peduli dan Acuh
Sambil menunggu pesawat Siap, Afgan mengecek email yang masuk tentang pekerjaannya. Tiba-tiba ponselnya berdering menandakang sang papa menelpon.
"Hallo gan? " panggil orang di seberang sana.
"Iya pa ada apa? " jawab Afgan dengan suara seperti biasa.
"Kamu jadi hari ini kembali ke Jakarta " tanya sang Papa dari seberang sana.
"Iya".
"Baiklah papa dan mama tunggu kamu kembali" .
"Iya".
Setelah itu dia memutuskan telfonnya, bertepatan suara seorang wanita yang mengumumkan keberangkatan pesawatnya 10 menit lagi, akhirnya Afgan berjalan masuk ke dalam pesawat tersebut. Afgan akhirnya mencari tiket Pesawat penerbangan Sore, karena Tiket penerbangan paginya sudah telat. Gara-gara metting yang membuatnya terlambat datang ke bandara padahal dia sudah memesan tiket dari semalam.
Tak berapa lama Pesawat yang membawa Afgan bersiap untuk terbang ke Jakarta, entah kenapa hal yang pertama dia lakukan jika sampai ke Jakarta untuk menemuinya menemui Cinta pertamanya dari dulu hingga saat ini.
"Aku pulang, cha? Aku kangen kamu" batinnya sambil melihat luar jendela. Karena perjalan memakan waktu hampir 2 jam lebih baik dirinya tidur sebentar.
***
Hari menjukka pukul 5 sore, di kantor Rossa ketiduran di sofa ruang kerja Arsen. Karena menunggu Arsen bekerja alhasil Rossa jadi ketiduran. Arsen yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera menutup laptopnya dan memasukkan ke dalam tas.
"Maaf ya, pasti kamu kecapekan seharian berada di sini" ucap Arsen menatap Rossa yang tidur di sofa dengan sedikit tidak nyaman.
Arsen berdiri dan berjalan ke arah Rossa, dia mengusap kepala Rossa lembut. Benar-benar seorang kakak yang selalu menjadi panutan.
"Kita pulang, pasti mama sudah menunggu kita" ucap Arsen. Dia memanggil Lexa untuk membantunya membawakan tasnya ke parkiran mobil.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk" ucap Arsen dari dalam.
Pintu ruangannya terbuka menampilkan Lexi yang baru saja dia panggil.
"Ada yang bisa saya bantu pak? " tanya Lexi sopan.
"Tolong bantu saya, bawakan tasnya menuju mobil saya karena adik saya sedang tidur " jawab Arsen dengan wajah datarnya.
"Baik pak" jawab Lexi sopan.
Lexi membereskan meja krja Arsen, sedangkan Arsen bersiap untuk menggendong Rossa yang masih tertidur.
"Maaf ya pasti badan kamu sakit semua tidur di sini" ucap Arsen yang sudah bersiap mengangkat Rossa. Rossa di gending ala bride style oleh Arsen.
"Tolong buka pintunya" titah Arsen kepada Lexi.
Lexi membuka pintu ruangan Arsen, memberikan jalan pada sang CEO dan dirinya mengikuti atasannya dari belakang. Arsen menatap wajah lelah Rossa saat berada di gendongannya dan Lexi tidak berani menatap Atasannya itu dia menundukkan wajahnya. Tak berapa lama mereka sampai di parkiran mobil milik Arsen, dengan cekatan dia mendudukan Rossa di kursi depan dengan hati-hati setelah Lexi membantunya membuka pintu mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BABY BOY (SLOW UPDATE)
Fiksi PenggemarCover by @vitafatma Rossalina harus rela berhenti sekolah di saat usianya masih 19 tahun di karenakan hamil di luar nikah dan harus menjadi orang tua tunggal untuk bayi yang ada di dalam perutnya saat ini.Yang paling menyedihkan lagi Ayah dari anak...
