Setelah Arsen mencari semua tentang keluarga Afgan dan semua tentang kepribadiannya, Arsen sedikit marah tapi dia tidak boleh bertindak sebelum semuanya terlihat jelas. Jika benar Afgan memiliki hubungan dengan Rossa sang adik yang membuat Rossa harus putus sekolahnya,maka Arsen tidak akan tinggal diam dan dia akan selalu memantau dari anak buahnya.
Satu minggu sudah Rossa dan Rio berada di rumahnya, Arsen juga sudah mempersiapkan perusahaan untuk usaha Rossa Yang akan di kembangkan dan pengelolaan tentang pembuatan Parfum. Dion bahagia, mendengar jika Rossa membuat usaha kecil-kecilan dan di sukai banyak orang terutama untuk wanita karena bau parfum yang di buat Rossa sangat enak dan tidak tau terlalu menyengat.
Pagi Rossa dan Rio saat ini berada di taman belakang,dia sedang menyirami beraneka tanaman bunga yang akan di jadikan parfum nanti. Saat Rossa sedang sibuk dengan bunga-bunganya,Rio hanya duduk di kursi taman melihat sang Mama sibuk dengan pekerjaanya. Rossa tersenyum sendiri ,saat mengingat sang papa pulang dengan wajah yang tidak bisa di bilang baik. Karena Gina sang mama,membohongi Dion jika dirinya jatuh dari tangga dan itu lewat pembantu di rumahnya.
Flashback
Siang itu setelah Arsen pergi ke kantor,Gina berinisiatif membuat kejutan untuk sang suami. Rencana itu tanpa sepengetahuan Rossa maupuj Arsen karena dia ingin melihat ekpresi Dion saat melihat Rossa dan Rio pulang bagaimana.
Setelah menyuruh Rossa dan Rio istirahat,dan besoknya dia akan mengubah kamar Rio kecil bersama Arsen.
Gina berjalan ke belakang untuk memanggil pembantunya dan berkompromi untuk membuat Dion panik,dan itu membuat sang pembantu hanya mengangguk.
"Mbak,nanti kamu telfon bapak jika saya jatuh dari tangga. Tapi,suara mbak harus benar-benar terlihat panik biar bapak percaya" ucap Gina kepada pembantunya.
"Tapi bu,apa nanti bapak tidak akan marah jika ibu hanya pura-pura" tanya sang pembantu sedikit takut.
"Nggak,nanti kamu panggil ocha dan Rio turun. Biar bapak nggak langsung marah" jawab Gina.
Akhirnya,pembantunya pun setuju. Dan benar saja tepat jam 11 siang,mbaknya telfon Dion dan suaranya di bikin panik membuat sang empunya sedikit kaget karena telfonnta di loudspeaker.
"Ha...hallo pak" ucap mbaknya.
"Iya hallo mbak,ada apa?" tanya Dion di seberang sana.
"I.. Itu pak, i.. Ibu" ucapnya dengan terbata-bata membuat Dion sedikit di landa kecemasan.
"Iya ibu kenapa, kalau ngomong yang jelas mbak jangan bikin saya marah" ucap Dion dengan nada yang sudah berubah.
"Ibu, jatuh dari tangga pak. Dan sekarang belum sadarkan diri" ucapnya dengan sekali tarikan nafas.
DEG...
Jantung Dion tiba-tiba berdetak kencang, kenapa bisa istrinya jatuh dari tangga. Bukankah tadi pagi dia baik-baik saja, tapi apa yang di dapat sekarang jika pembantunya menghubunginya dan memberitahu jika Istrinya jatuh.
"Baiklah saya akan pulang"ucapnya sambil menutup telfon.
Sedangkan di rumah, Gina sudah tertawa dan membuat Mbak yang berada di sampingnya tertegun. Karena baru ini melihat Gina bisa tertawa puas. Selama bekerja satu tahun, dia melihat Gina hanya diam dan murung dan lihat sekarang Gina tertawa karena berhasil mengerjai Dion sang suami.
"Mbak, lebih baik mbak cari apa gitu yang berwarna merah biar di kira itu darah. Saya akan pergi ke kamar cucu saya dulu" ucap Gina.
"Baik bu".
Setelah itu Mbaknya pergi ke belakang dan mencari sesuatu agar Dion percaya jika istrinya benar-benar jatuh dan terluka. Kejam memang, tapi itu ide gila sang Istri. Karna ingin membuat kejutan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY BABY BOY (SLOW UPDATE)
FanfictionCover by @vitafatma Rossalina harus rela berhenti sekolah di saat usianya masih 19 tahun di karenakan hamil di luar nikah dan harus menjadi orang tua tunggal untuk bayi yang ada di dalam perutnya saat ini.Yang paling menyedihkan lagi Ayah dari anak...
