Tak terasa waktu pulang sekolah telah berakhir. Gebby dan Anita berpisah di depan Gerbang karena Anita pulang bersama Dio pacarnya. Gebby hanya mengganguk pasrah karena dia mulai harus bisa terbiasa pulang sendirian kembali tanpa Anita sahabatnya. Gebby masih saja memperhatikan motor yang dikendarai oleh Dio yang perlahan menjauh dari pengelihatannya.
'Hemm.. sendiriaan lagii' Gebby mendengus pasrah.
'Seandainya aja bisa kayak gitu juga' Gebby berusaha berhalusinasi.
"Oop.. Gebby.." terdengarlah sapaan seseorang yang sangat familiar bagi Gebby. Saat Gebby menoleh kebelakang matanya melebar sempurna, ekspresi terkejutnya sangat terlihat sehingga wajahnya lansung berubah merona.
'Astagaaa, ini apaan lagi?? Ini pasti hanya mimpi' ucap Gebby menggeleng untuk meyakinkan dirinya dan menormalkan detak jantungnya.
"Heii.. kok gitu amat lihatnya?" Tanya Fakhri yang sedari tadi kebingungan melihat tingkah Gebby.
"Ngg.. nggak apa-apa kok" ucap Gebby terbata-bata.
'Heei Gebb.. sadaar kamu udah punya pacar' lawan Gebby dalam hati.
"Yuk pulang bareng, kan nanti kita les" ucap Fakhri memecahkan keheningan di antara mereka.
"Ngg... Yuk buruan" ucap Gebby menghindarkan pandangannya dari Fakhri lalu berjalan terburu-buru mendahului Fakhri.
"Gebby.. Ari yang ngajakin malah di tinggalin. Benar-benar deh ya" ucap Fakhri sambil terkekeh lalu mengejar Gebby dan menyamai langkahnya dengan Gebby yang berada di samping kanannya.
Gebby hanya berani curi-curi pandang kepada Fahkri. Sementara itu ada beberapa pasang mata yang berbisik-bisik mengenai Gebby dan Fakhri. Gebby yang tidak pernah menjadi pusat perhatian menjadi topik utama kali ini.
'Duh.. mati.., bakalan jadi tranding topic di sekolah nih besok.' Ucap Gebby dalam hati sambil menoleh ke arah Fakhri dan menatap lurus kembali pada jalanan yang mereka tempuh untuk pulang.
"Udahlah Geb, nggak usah pikirin mereka. Ari tau kok kalo Gebby takut jadi pusat perhatian. Lagian kan kita temanan bukan pacaran" ucap Fakhri melemah saat menyebut kata pacaran.
Di dalam hati Fakhri merasa telah mengiris hatinya sendiri tanpa ia sadari. Sementara itu jantung Gebby tak biasanya berdetak seperti ini. Terasa sepeti ada bongkahan batu besar yang akan menerjangnya. Antara takut dan cemas.
***
Gebby dan Fakhri telah sampai di dalam kelas tempat mereka les. Semenjak peristiwa pulang sekolah tadi siang mereka seperti tidak saling kenal meskipun mereka datang bersama. Duduk di tempat biasa mereka duduki saat pertama kali memasuki ruangan les meskipun lokalnya berbeda. Di kelas yang baru saja ada hanyalah mereka tetapi tidak ada percakapan, hanya ada lirikan dan dehaman kecil untuk mengisi kekosongan kelas ini. Fakhri mengeluarkan buku lesnya lalu mengerjakan beberapa soal Fisika di sana. Sementara itu Gebby mulai gelisah dan mengirimkan pesan kepada Fira melalui via BBM.
Gebby: Firaaa.. buruan OTW nggak nyaman nih di kelas 😑😑
Tak lama kemudian Fira membaca Chat yang di kirim Gebby dan membalasnya.
Fira: bentar Geeeb.. ini masih di angkot. Bisa sabaran nggak siih?? 😂 udaah bilang aja Gebby rindu sama ra.
"Handeuh PEDE banget nih anak"
ucap Gebby dalam hati sambil menghembuskan nafas dengan berat.Ia benar-benar tidak nyaman dengan keheningan ini akhirnya memutuskan untuk bangkit dari duduknya lalu melesat keluar kelas dengan menyandang tasnya. Fakhri yang sebenarnya sedari tadi melirik Gebby diam-diam terkejut melihat Gebby bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan. Ia menutup bukunya dan memasukkanya ke dalam tas lalu menyandang tasnya dan menyusul Gebby keluar ruangan.
***
Gebby mulai gelisah dalam duduknya sambil menggenggam handphone miliknya. Fakhri kebetulan duduk di samping kiri Gebby memperhatikan Gebby yang sedari tidak tenang. Kemudian ia sengaja kembali mengeluarkan buku soal yang sebelumnya ia kerjakan. Sepuluh menit kemudian Fira datang bersama Ulfa sambil tertawa lalu menunjuk ke arah Gebby.
" heh Fira kok lama banget sih? " tanya Gebby kesal.
" tadi angkot yang Ra naiki kehabisan bensin Geb.. jadi yaa di turunin deh di persimpangan jalan. Saat nyetop angkot lagi eh ternyata ketemu Ulfa. Ya udah akhirnya kami bareng deh." Jelas Fira.
" oo gitu oke, yuk ke kelas." Ajak Gebby.
Sementara itu Ulfa hanya mengangguk setuju. Fira menyadari keberadaan Fkhri yang Persis di samping Gebby. keningnya berkerut lalu menyikut Gebby yang telah bangkit dari duduknya.
" Gebby kok bisa sih barengan dengan Fakhri? Kalian janjian yaaa pergi bareng?" tanya Fira menyelidiki.
" ng.. nggak kok Fir. Kebetulan aja kali " ucap Gebby berkilah.
"hemm.. oke deh. Yuk ke kelas. Nanti tempat duduk VVIP kita di ambil lagi sama yang lain." Ucap Fira sambil menarik tangan Gebby dan Ulfa.
"oia Fakhri nggak ke kelas bareng kita?" tanya Fira menoleh kepada Fakhri.
"duluan aja Fira. Ari nunggu Aji dan Adit dulu. Mereka bentar lagi sampe kok." Jawab Fakhri.
" oo gitu. Oke deh. Kami duluan yaa.." ucap Fira.
Saat Fira menarik tangan Gebby dan Ulfa menuju tangga Fakhri cukup Fokus memperhatikan Gebby dengan wajah polosnya itu.
'kenapa sih Geb? Kamu berhasil membuat aku penasaran sama kamu??' tanya Fahkri dalam hati.

KAMU SEDANG MEMBACA
GUGUR
RomancePada masa itu aku terlalu buta oleh cinta. Hingga aku menyadari bahwa terlalu tinggi angan ku menggapainya. Akankah dia ada di sini sekali lagi?? Copyrigth 2017 Gebby Gabriella