47

3.8K 401 687
                                        

[ Time to Love ]

Kim Taehyung menyadari kesalahannya yang memang tak termaafkan. Rasanya ia ingin sekali menghempaskan tubuhnya dari gedung - gedung tinggi untuk melampiaskan rasa penyesalannya yang tak ada bandingnya. Seharian ini, Taehyung sama sekali belum melihat istrinya, jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi tapi wanitanya sama sekali belum keluar kamar terlihat dari pintu kamar yang tertutup rapat.

Hyerin belum bangun karena hari ini adalah hari minggu dimana kegiatan paginya seperti bersekolah terhentikan selama satu hari. Gadis itu selalu senang jika hari ini tiba. Banyak hal yang ingin ia lakukan; salah satunya adalah menghabiskan waktu bersama dengan Ayah dan Ibunya.

Rasanya pria itu ingin sekali mengetuk pintu yang tertutup rapat dan terkunci dari dalam tapi harus ia urungkan karena rasanya ia masih belum pantas bertatapan dengan wanita yang telah disakitinya. Sampai akhirnya, pintu itu terbuka tanpa Taehyung duga, membuat mata itu bertatapan secara langsung, tak berselang lama karena Irene akhirnya memutuskan untuk membuang muka dan menutup pintu kembali tanpa memperdulikan Taehyung seakan - akan Taehyung tak didepannya

“Bae —,”

“Maaf aku bangun telat hari ini. Aku ingin membangunkan Hyerin dan memintanya bersiap - siap lalu setelahnya aku akan membuatkan sarapan.” tutur Irene tanpa menoleh pada Taehyung sama sekali. Menatap mata Taehyung hanya membuat hatinya merasakan sesak dan matanya selalu mendesak ingin mengeluarkan air mata, memperlihatkan dirinya yang lemah. Irene benci itu.

Taehyung membiarkan istrinya berlalu begitu saja tanpa berani menahannya, ia tidak bisa melakukannya karena sekarang ia tidak pantas.

“Hyerin, sayang. Bangun, ya. Hari ini Junmyeon appa akan datang menjemputmu. Mereka akan mengajakmu keluar.” Irene mengguncangkan badan putrinya, membuat gadis yang sedang tertidur nyenyak itu terganggu tidurnya, “Junmyeon appa akan mengajakmu keluar sekarang. Kau tidak ingin pergi?” tanya Irene ketika putrinya membuka matanya dan mengucek matanya yang sedikit silau ketika Irene membuka tirai yang menghalangi sinar mentari.

“Kemana, eomma?” tanya gadis kecilnya dengan suara parau. Kentara sekali ia masih sangat mengantuk, mata memerah dan menguap dengan sangat lebar.

“Hyerin pergi atau tidak?” tanya Irene, “Jika tidak eomma akan menghubungi appamu dan mengatakan bahwa Hyerin tidak ingin pergi.”

Gadis itu menggeleng dan bangkit dari ranjangnya yang empuk, “Hyerin akan ikut. Tapi bagamana dengan eomma dan Taehyung appa? Eomma dan appa akan ikut dengan kami juga ‘kan?” gadis itu bertanya dengan sangat antusias, berharap dengan sangat bahwa ia ingin menghabiskan waktu bersama dengan semua orang yang benar - benar menyayangi dirinya.

Irene terdiam, hatinya teriris mendengar penuturan putrinya. Gadis itu nampak sangat bahagia namun tidak dengan dirinya. Ia sedang dilanda rasa gunda karena suaminya. Namun ia tetap menampilkan senyumnya didepan putrinya, “Tidak, sayang. Eomma dan Taehyung appa tidak akan ikut. Kami akan diam dirumah karena banyak hal yang harus kami selesaikan disini. Hyerin tidak keberatan kami tidak ikut ‘kan?” tanya Irene dengan kehati - hatian. Bersyukur gadis itu mengangguk tanpa bertanya lagi sampai akhirnya tak terlihat lagi dibalik pintu kamar mandi dalam kamarnya.

Time to Love [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang